Dunia tuh sekarang makin “lengket” sama barang impor dari China. Bukan cuma dikit-dikit, tapi seriusan masif banget.
Data terbaru nunjukin ada 128 negara yang ngimpor minimal 10% kebutuhan barangnya dari China. Gila gak tuh? Artinya, satu dari sekian banyak barang yang dipakai negara-negara itu ya asalnya dari Negeri Tirai Bambu.
Dan pertanyaannya… Indonesia ranking berapa? Sabar, kita bahas!
🏆 Siapa Paling “Nempel” Sama China?
Juara satu paling bergantung ternyata adalah:
🇰🇭 Kamboja – 46,8%
Hampir setengah impor mereka dari China. Mayoritas buat bahan baku industri tekstil. Jadi kain, benang, bahan produksi — itu diproses lagi di Kamboja, terus diekspor lagi ke luar negeri. Jadi kayak “titip produksi” gitu vibes-nya.
🇮🇩 Indonesia di Posisi Ke-9!
Yes, Indonesia masuk peringkat ke-9, dengan 31,4% impor berasal dari China.
Artinya? Hampir sepertiga barang impor kita datangnya dari sana.
Barangnya apa aja sih biasanya?
- Mesin & peralatan industri
- Komponen elektronik
- Bahan baku manufaktur
- Produk baja & kimia
- Sampai barang konsumsi
Kenapa bisa segitu? Karena industri kita masih butuh banget bahan baku dan barang modal dari luar, terutama dari China yang harganya kompetitif dan supply-nya stabil.
🌍 10 Negara Paling Bergantung Impor China
Negara-negara ini punya tingkat ketergantungan paling tinggi terhadap impor China (data terbaru 2026):
- 🇰🇭 Kamboja
- 🇱🇦 Laos
- 🇲🇲 Myanmar
- 🇻🇳 Vietnam
- 🇹🇭 Thailand
- 🇵🇰 Pakistan
- 🇧🇩 Bangladesh
- 🇰🇷 Korea Selatan
- 🇮🇩 Indonesia
- 🇲🇾 Malaysia
Mayoritas negara Asia, karena supply chain regionalnya memang terkoneksi banget sama China.
🚢 Gak Cuma Impor, China Main Infrastruktur Juga
Ketergantungan ini bukan cuma soal barang doang. China juga agresif lewat program global mereka:
🌏 Belt and Road Initiative
Sejak 2013, China lewat inisiatif ini ngebangun:
- Pelabuhan
- Jalur kereta
- Kawasan industri
- Infrastruktur logistik
Negara-negara berkembang yang fiskalnya terbatas jadi dapat pinjaman buat bangun proyek strategis. Tapi di sisi lain, ini bikin pengaruh ekonomi China makin kuat di jalur perdagangan global.
📱 Sekarang China Bukan Cuma Jualan Barang Murah
Kalau dulu image-nya “barang murah”, sekarang beda cerita.
Teknologi jadi tulang punggung ekspor mereka.
💰 Ekspor China 2024 (Kategori Terbesar)
Berikut 10 kategori ekspor terbesar China tahun 2024:
- Peralatan listrik & elektronik – US$ 927,09 miliar
- Mesin, reaktor nuklir & boiler – US$ 568,09 miliar
- Kendaraan (selain kereta & trem) – US$ 215,98 miliar
- Plastik & produk plastik – US$ 141,16 miliar
- Furnitur, lampu & bangunan prefabrikasi – US$ 126,29 miliar
- Barang dari besi atau baja – US$ 99,86 miliar
- Pakaian rajut – US$ 85,26 miliar
- Bahan kimia organik – US$ 82,60 miliar
- Mainan & perlengkapan olahraga – US$ 82,40 miliar
- Peralatan optik, fotografi & medis – US$ 72,39 miliar
Yang paling gede? Elektronik hampir tembus US$ 1 triliun. Itu termasuk chip, smartphone, komponen teknologi, sampai kendaraan listrik.
⚠️ Kenapa Ketergantungan Ini Bisa Riskan?
Kalau terlalu bergantung sama satu negara:
- Gangguan produksi di China → efek domino ke seluruh dunia
- Perang dagang → industri negara lain bisa goyang
- Kebijakan ekspor China berubah → harga global bisa melonjak
Makanya stabilitas ekonomi dan kebijakan dagang China sekarang jadi faktor krusial buat banyak negara.
🤔 Jadi Indonesia Aman Gak?
Dengan angka 31,4%, Indonesia memang belum separah Kamboja, tapi tetap signifikan.
Selama industri dalam negeri belum sepenuhnya kuat produksi bahan baku sendiri, ketergantungan ini bakal terus ada.
PR besar ke depan:
- Diversifikasi impor
- Penguatan industri lokal
- Hilirisasi sumber daya
Biar gak terlalu “kecanduan” dan lebih tahan banting kalau ada gejolak global.
China sekarang bukan cuma pabrik dunia — tapi juga pemain kunci geopolitik dan ekonomi global. Mau suka atau nggak, hampir semua negara ada “urusan” sama mereka.
Menurut lo gimana? Indonesia harus mulai ngurangin ketergantungan atau realistis aja karena rantai pasok global udah kebentuk? 👀
