Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa 7 April 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Selasa 7 April 2026.

Kalender Liturgi hari Selasa 7 April 2026 adalah HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH, Santo Yohanes de la Salle, Pangaku Iman, Beato Henry Walpole, Martir, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Selasa 7 April 2026:

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 2:36-41

“Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dirimu dibaptis dalam nama Yesus.”

Pada hari Pentakosta, berkatalah Petrus kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?”

Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”

Dan dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 33:4-5.18-19.20.22

Ref. Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.

Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.

Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil Mzm 118:24

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

Bacaan Injil Yohanes 20:11-18

“Aku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku.”

Setelah makam Yesus kedapatan kosong, maka Maria Magdalena, berdiri dekat kubur dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka, “Tuhanku telah diambil orang, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?

Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka bahwa orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepada-Nya, “Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Kata Yesus kepada-Nya, “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!” artinya Guru. Kata Yesus kepadanya, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa.

Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 7 April 2026

Saudara-saudari terkasih,

Ada satu hal yang sangat manusiawi dalam Injil hari ini: Maria Magdalena menangis di depan kubur yang kosong. Ia tidak sedang memikirkan teologi, tidak sedang merenungkan kebangkitan secara mendalam. Ia hanya merasa kehilangan. Ia mencintai, lalu kehilangan. Dan itu cukup untuk membuat hatinya hancur.

Sering kali, hidup kita pun seperti itu. Kita datang kepada Tuhan dengan hati yang lelah, penuh tanya, bahkan kecewa. Kita mencari Tuhan, tetapi justru merasa Dia “tidak ada”. Kita berdoa, tetapi jawaban tidak segera datang. Kita berharap, tetapi kenyataan tidak sesuai keinginan. Dalam situasi seperti itu, kita menjadi seperti Maria: menangis, bingung, dan tidak tahu harus berbuat apa.

Menariknya, Yesus sebenarnya sudah ada di dekat Maria. Ia berdiri di sana. Namun Maria tidak mengenali-Nya. Mengapa? Karena ia terjebak dalam kesedihannya sendiri dan dalam bayangan tentang bagaimana seharusnya Tuhan hadir. Ia mencari Yesus yang mati, padahal yang berdiri di depannya adalah Yesus yang hidup.

Ini juga sering terjadi dalam hidup kita. Kita mencari Tuhan dalam bentuk yang kita inginkan: mungkin dalam jawaban cepat, dalam mukjizat besar, dalam hidup yang mulus. Padahal Tuhan hadir dengan cara yang sederhana, bahkan tidak kita duga. Kadang melalui orang lain, melalui peristiwa kecil, atau bahkan melalui pergumulan itu sendiri.

Segalanya berubah ketika Yesus memanggil namanya: “Maria.” Hanya satu kata, tetapi penuh makna. Di situ Maria sadar: ia dikenal, ia dikasihi, ia tidak sendirian. Panggilan itu menembus kesedihan dan membuka matanya.

Di sinilah kita belajar sesuatu yang sangat dalam. Iman bukan pertama-tama soal kita menemukan Tuhan, tetapi tentang Tuhan yang mengenal dan memanggil kita secara pribadi. Ia tahu nama kita, tahu luka kita, tahu pergumulan kita. Dan Ia memanggil kita bukan dengan suara keras, tetapi dengan kasih yang lembut.

Bacaan pertama hari ini menegaskan respons yang nyata: bertobat dan membuka diri. Pertobatan bukan sekadar merasa bersalah, tetapi berani berbalik arah. Dari hidup yang hanya berpusat pada diri sendiri menuju hidup yang terbuka pada Tuhan. Dari keputusasaan menuju harapan. Dari kebiasaan lama menuju hidup yang diperbarui.

Ketika orang-orang mendengar pewartaan Petrus, hati mereka terharu. Itu berarti Sabda Tuhan menyentuh bagian terdalam diri mereka. Begitu juga kita hari ini: apakah Sabda ini hanya kita dengar, atau sungguh kita izinkan mengubah hidup kita?

Maria Magdalena tidak berhenti pada perjumpaan pribadi. Ia pergi dan bersaksi: “Aku telah melihat Tuhan.” Pengalaman iman yang sejati selalu mendorong kita untuk berbagi. Bukan dengan cara menggurui, tetapi dengan hidup yang menjadi kesaksian.

Saudara-saudari, mungkin hari ini kita datang dengan air mata seperti Maria. Mungkin ada luka, kegagalan, atau ketidakpastian. Namun Injil hari ini mengingatkan kita: Tuhan tidak jauh. Ia ada di dekat kita, bahkan saat kita tidak menyadarinya. Dan Ia terus memanggil nama kita, mengundang kita untuk bangkit dan hidup dalam harapan. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami mengenali kehadiran-Mu dalam hidup sehari-hari, terutama saat kami merasa kehilangan dan lemah. Panggillah kami dengan kasih-Mu agar kami bangkit dari keputusasaan. Berilah kami hati yang terbuka untuk bertobat dan keberanian untuk bersaksi bahwa Engkau hidup dan menyertai kami selalu. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 9 April 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI KAMIS DALAM OKTAF PASKAH

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post