Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 9 April 2026.
Kalender Liturgi hari Kamis 9 April 2026 adalah HARI KAMIS DALAM OKTAF PASKAH, Santa Kasilda, Pengaku Iman, Santo Thomas OFM dkk Dementrius, Petrus dan Yakobus, Martir, dengan Warna Liturgi Putih.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 9 April 2026:
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 3:11-26
“Yesus, Pemimpin kepada hidup, yang telah kamu bunuh; tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.”
Petrus dan Yohanes menyembuhkan seseorang yang lumpuh. Ketika orang lumpuh yang disembuhkan itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, seluruh orang banyak yang sangat keheranan datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo.
Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata, “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu? Dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?
Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan.
Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, dan malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh! Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
Karena kepercayaan dalam nama Yesuslah, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; kepercayaan itulah yang telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.
Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpinmu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.
Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.
Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku! Dengarkanlah Dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.
Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini.
Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.
Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 8:2ab.5.6-7.8-9
Ref. Betapa megah nama-Mu Tuhan di seluruh bumi.
Ya Tuhan, Allah kami, apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.
Domba, sapi dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.
Bait Pengantar Injil Mzm 118:24
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
Bacaan Injil Lukas 24:35-48
“Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.”
Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus ditemui oleh Yesus yang bangkit, segera kembali ke Yerusalem. Mereka menceritakan kepada saudara-saudara apa yang telah terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut, karena menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu terkejut, dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu? Lihatlah tangan dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini! Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
Sambil berkata demikian Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum juga percaya karena girang dan masih heran, berkatalah Yesus kepada mereka, “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Yesus berkata kepada mereka, “Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan dan kitab Mazmur.”
Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.
Dan lagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Kamis 9 April 2026
Saudara-saudari terkasih,
Ada satu kalimat yang sangat menyentuh dalam Injil hari ini: “Damai sejahtera bagi kamu.” Kalimat ini diucapkan Yesus justru ketika para murid sedang diliputi ketakutan dan keraguan. Mereka tidak sedang kuat imannya. Mereka belum sepenuhnya percaya. Bahkan mereka mengira Yesus adalah hantu.
Namun justru dalam kondisi seperti itu, Yesus datang. Ia tidak menunggu mereka menjadi sempurna, tidak menunggu iman mereka kuat. Ia hadir di tengah ketakutan mereka.
Ini adalah kabar baik bagi kita semua. Karena sering kali kita berpikir bahwa kita harus “siap” dulu baru bisa dekat dengan Tuhan. Kita merasa harus lebih baik, lebih suci, lebih pantas. Padahal kenyataannya, Tuhan justru datang di saat kita rapuh, ragu, dan takut.
Yesus tidak hanya berbicara, Ia juga menunjukkan luka-Nya. Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya. Luka itu bukan disembunyikan, tetapi justru menjadi bukti kasih. Ini memberi makna yang sangat dalam: kebangkitan tidak menghapus luka, tetapi mengubah luka menjadi tanda kemenangan.
Dalam hidup kita, luka-luka juga tetap ada. Kegagalan, penolakan, rasa bersalah, pengalaman pahit—semua itu tidak hilang begitu saja. Tetapi bersama Tuhan, luka itu tidak lagi menjadi sumber keputusasaan. Justru bisa menjadi tempat kita mengalami rahmat dan kekuatan baru.
Yesus bahkan makan di depan mereka. Tindakan yang sederhana, sangat manusiawi. Ia ingin menegaskan bahwa Ia sungguh hadir, nyata, dekat. Tuhan bukan sesuatu yang jauh dan abstrak. Ia hadir dalam keseharian kita, dalam hal-hal kecil yang sering kita anggap biasa.
Namun ada satu hal penting yang dilakukan Yesus: Ia membuka pikiran mereka untuk mengerti Kitab Suci. Artinya, iman bukan hanya soal perasaan, tetapi juga pemahaman. Kita diajak untuk semakin mengenal Tuhan, bukan hanya merasakan kehadiran-Nya, tetapi juga mengerti rencana-Nya dalam hidup kita.
Bacaan pertama hari ini menguatkan hal itu. Petrus dengan berani bersaksi, tetapi ia juga mengajak orang untuk bertobat. Ia tidak menyalahkan, tetapi mengajak kembali. Ia menunjukkan bahwa kasih Tuhan selalu membuka kesempatan baru.
Pertobatan di sini bukan sekadar penyesalan, tetapi perubahan arah hidup. Dari hidup yang menjauh dari Tuhan menjadi hidup yang kembali kepada-Nya. Dan yang indah, pertobatan itu membawa “waktu kelegaan”. Artinya, ketika kita kembali kepada Tuhan, kita tidak kehilangan apa-apa—justru kita menemukan kedamaian yang sejati.
Saudara-saudari, hari ini kita diingatkan bahwa iman bukan perjalanan yang selalu penuh kepastian. Ada saat kita takut, ragu, bahkan bingung. Tetapi justru di situlah Tuhan hadir, menyapa kita dengan damai, menunjukkan kasih-Nya, dan menguatkan kita perlahan.
Dan akhirnya, kita semua dipanggil menjadi saksi. Bukan saksi yang sempurna, tetapi saksi yang jujur. Saksi yang pernah ragu, tetapi mengalami Tuhan. Saksi yang pernah jatuh, tetapi diangkat kembali. Amin.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, hadirkan damai-Mu di tengah ketakutan dan keraguan kami. Ajarlah kami percaya bahwa Engkau selalu dekat, bahkan saat kami lemah. Bukalah hati dan pikiran kami untuk memahami kehendak-Mu, serta mampukan kami menjadi saksi kasih-Mu dalam kehidupan sehari-hari dengan tulus dan setia. Amin.
