Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 10 April 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI JUMAT DALAM OKTAF PASKAH

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 10 April 2026.

Kalender Liturgi hari Jumat 10 April 2026 adalah HARI JUMAT DALAM OKTAF PASKAH, Santo Vinsensius dari Lerins, Imam Biarawan, Yehezkiel, Nabi, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 10 April 2026:

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 4:1-12

“Keselamatan hanya ada di dalam Yesus.”

Sekali peristiwa, sesudah menyembuhkan seorang lumpuh, Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak. Tiba-tiba mereka didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.

Mereka ini sangat marah, karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Maka mereka ditangkap, lalu diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.

Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.

Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan para ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.

Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”

Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus, “Hai pemimpin-pemimpin umat dan kaum tua-tua, jika sekarang kami harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit, dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,

maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati; karena Yesus itulah orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu.

Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, yaitu kamu sendiri, namun ia telah menjadi batu penjuru.

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a

Ref. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!” Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi pada pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!

Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Bait Pengantar Injil Mzm 118:24

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Inilah hari yang dijadikan Tuhan. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

Bacaan Injil Yohanes 21:1-14

“Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid; demikian juga ikan.”

Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut:

Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain.

Kata Simon Petrus kepada mereka, “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya, “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepada mereka, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka, “Tidak ada!” Maka kata Yesus kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.”

Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan!” Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja; dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika tiba di darat, mereka melihat ada api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti.

Kata Yesus kepada mereka, “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.” Simon Petrus naik ke perahu, lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya; dan sungguh pun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak.

Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah!” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau,” sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan.

Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka; demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Jumat 10 April 2026

Saudara-saudari terkasih,

Ada satu suasana yang sangat manusiawi dalam Injil hari ini. Para murid kembali ke danau, kembali ke pekerjaan lama mereka: menangkap ikan. Seolah-olah semua yang telah mereka alami bersama Yesus—salib, wafat, bahkan kabar kebangkitan—belum sepenuhnya mengubah arah hidup mereka. Mereka kembali ke rutinitas, ke hal yang mereka kenal, ke tempat yang terasa aman. Dan di sanalah, justru, mereka mengalami kegagalan: semalam-malaman mereka tidak menangkap apa-apa.

Bukankah ini juga sangat dekat dengan hidup kita? Ada saat-saat kita merasa sudah berusaha keras, sudah melakukan yang terbaik, tetapi hasilnya nihil. Kita kembali ke kebiasaan lama, cara lama, pola lama, namun tetap saja hati kosong. Kita lelah, tetapi tidak berbuah.

Dan di titik kelelahan itu, Yesus datang—diam-diam, sederhana, bahkan tidak langsung dikenali. Ia tidak datang dengan kemegahan, tetapi dengan pertanyaan yang sangat sederhana: “Adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Sebuah pertanyaan yang sebenarnya menyentuh kenyataan hidup mereka: kekurangan, kegagalan, kehampaan.

Sering kali Tuhan juga datang dalam bentuk pertanyaan seperti itu dalam hidup kita. Bukan langsung memberi solusi, tetapi mengajak kita jujur: apa yang sebenarnya kurang dalam hidupku? Apa yang selama ini kucari tetapi tidak kudapatkan?

Ketika mereka taat pada perkataan Yesus—menebarkan jala ke sisi lain—barulah terjadi kelimpahan. Di sini kita melihat sesuatu yang penting: bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena mereka melakukannya tanpa arah dari Tuhan. Usaha manusia tanpa keterbukaan pada Tuhan sering kali berujung pada kelelahan yang kosong.

Namun ketika Tuhan dilibatkan, ketika kita berani mendengarkan dan mengikuti, bahkan dalam hal kecil, hidup mulai berubah. Kelimpahan itu bukan hanya soal ikan, tetapi tanda bahwa hidup yang berjalan bersama Tuhan tidak pernah sia-sia.

Hal yang sangat menyentuh adalah ketika Yesus sudah lebih dahulu menyiapkan roti dan ikan di pantai. Artinya, sebelum mereka berhasil menangkap ikan, Tuhan sudah menyediakan. Ini menunjukkan bahwa kasih Tuhan tidak bergantung pada keberhasilan kita. Ia tetap menyediakan, tetap menunggu, tetap mengundang: “Marilah dan sarapanlah.”

Saudara-saudari, inilah wajah Tuhan kita—bukan hakim yang menuntut hasil, tetapi pribadi yang memahami kelelahan kita, yang hadir dalam keseharian, yang memberi makan, yang memulihkan.

Dalam Bacaan Pertama, Petrus yang sama—yang tadi di Injil terlihat sederhana dan impulsif—kini berdiri dengan penuh keberanian. Ia dengan tegas berkata bahwa keselamatan hanya ada dalam Yesus. Dari seorang nelayan yang bingung dan kembali ke perahu, ia menjadi saksi yang teguh di hadapan para pemimpin.

Perubahan itu terjadi bukan karena kemampuan Petrus sendiri, tetapi karena perjumpaannya dengan Kristus yang bangkit. Inilah yang juga ditawarkan kepada kita: hidup yang diubah, bukan oleh kekuatan kita, tetapi oleh relasi yang nyata dengan Tuhan.

Maka hari ini kita diajak untuk jujur melihat hidup kita. Di mana kita sedang “menjala semalaman tanpa hasil”? Di mana kita lelah, kosong, dan mungkin kembali ke kebiasaan lama? Dan apakah kita masih membuka hati untuk mendengar suara Tuhan yang sederhana, yang mungkin selama ini kita abaikan?

Tuhan tidak jauh. Ia ada di “pantai” kehidupan kita—menunggu, memperhatikan, dan mengundang kita untuk datang, duduk, dan dipulihkan. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami mengenali kehadiran-Mu dalam keseharian kami yang sederhana. Saat kami lelah dan merasa gagal, kuatkan hati kami untuk tetap percaya dan mendengarkan sabda-Mu. Bimbing langkah kami agar hidup kami berbuah dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 12 April 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI MINGGU PASKAH II-Minggu Kerahiman Ilahi

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post