Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 24 April 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Yohanes 6:52-59

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 24 April 2026.

Kalender Liturgi hari Jumat 24 April 2026 adalah Hari Biasa Pekan III Paskah, Perayaan St. Fidelis dr Sigmaringen dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 24 April 2026:

Bacaan Pertama: Kis. 9:1-20

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”

Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.

Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!”

Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”

Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”

Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”

Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.

Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 117:1,2

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!

Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Bacaan Injil: Yohanes 6:52-59

Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”

Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Jumat 24 April 2026

Saudara-saudari terkasih, sabda Tuhan hari ini membawa kita pada dua pengalaman yang sangat manusiawi: perubahan hati yang radikal dan undangan untuk hidup yang sungguh mendalam bersama Tuhan.

Kita melihat Saulus, seorang yang begitu yakin bahwa dirinya benar, bahkan sampai menganiaya orang lain. Ia bukan orang yang asal jahat, tetapi seseorang yang merasa sedang membela kebenaran menurut pemahamannya sendiri. Betapa sering kita juga seperti itu. Kita merasa paling tahu, paling benar, dan tanpa sadar melukai orang lain—dengan kata-kata, sikap, atau penilaian kita. Namun Tuhan tidak membinasakan Saulus. Tuhan justru menghentikannya, menjatuhkannya, bahkan membuatnya “buta” sejenak. Bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyembuhkan.

Kebutaan Saulus menjadi gambaran yang sangat dalam tentang hidup kita. Ada saat di mana kita harus “kehilangan penglihatan” kita—kehilangan ego, kehilangan kepastian diri—supaya kita mulai melihat dengan cara Tuhan. Dan dalam proses itu, Tuhan tidak bekerja sendirian. Ia mengutus Ananias, seorang yang awalnya takut dan ragu. Ini juga sangat nyata dalam hidup kita: Tuhan sering hadir melalui orang lain, bahkan orang yang mungkin kita hindari, atau yang awalnya merasa berat untuk menolong kita.

Lalu kita masuk ke Injil, di mana Yesus berbicara tentang makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Banyak orang waktu itu bingung, bahkan terguncang. Perkataan ini memang tidak mudah dimengerti jika hanya dipahami secara dangkal. Tetapi Yesus sedang mengajak kita masuk dalam relasi yang sangat intim: bukan sekadar mengenal Dia, tetapi menyatu dengan Dia.

Dalam kehidupan sekarang, kita sering merasa kosong meskipun sibuk. Kita mencari kepuasan dari banyak hal—media sosial, prestasi, pengakuan orang lain—tetapi tetap ada rasa kurang. Injil hari ini menjawab itu dengan sangat tegas: hidup sejati tidak datang dari luar, tetapi dari persatuan dengan Kristus. “Makan dan minum” di sini bukan sekadar tindakan fisik, tetapi sikap batin: menerima, percaya, dan membiarkan hidup kita dibentuk oleh-Nya.

Ketika kita menerima Ekaristi, itu bukan rutinitas. Itu adalah undangan untuk berubah. Sama seperti Saulus yang tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi menjadi Paulus yang hidup bagi Kristus, kita pun dipanggil untuk membiarkan hidup kita diubah sedikit demi sedikit. Mungkin tidak seketika, mungkin melalui proses, bahkan melalui “kebutaan” dan kebingungan hidup. Tetapi justru di sanalah Tuhan bekerja paling dalam.

Saudara-saudari, iman bukan soal menjadi sempurna, tetapi soal berani membiarkan Tuhan masuk ke dalam hidup kita, bahkan di bagian yang paling gelap sekalipun. Dan dari situlah, hidup baru mulai tumbuh. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajar kami membuka hati dan menerima kehadiran-Mu dalam hidup kami sehari-hari. Bentuklah kami menjadi pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan penuh kasih. Semoga kami mampu melihat kehendak-Mu di tengah kesibukan dan tantangan hidup, serta setia berjalan bersama-Mu setiap hari. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Apakah 1 Mei 2026 Libur? Ini Penetapan Hari Buruh sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia

Setiap masuk awal Mei, pasti langsung banyak yang kepikiran: “Eh, 1 Mei 2026 libur nggak sih?” Apalagi buat kamu...

More Articles Like This

Favorite Post