Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Sabtu 2 Mei 2026.
Kalender Liturgi hari Sabtu 2 Mei 2026 adalah Hari Biasa Pekan IV Paskah, Perayaan Wajib St. Atanasius, Hari Sabtu Imam dengan Warna Liturgi Putih.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Sabtu 2 Mei 2026:
Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.
Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.
Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: “Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.”
Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.
Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.
Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu.
Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium.
Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 98:1-2-3ab.3cd-4
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
Bacaan Injil: Yohanes 14:7-14
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”
Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Sabtu 2 Mei 2026
Saudara-saudari terkasih, hari ini Sabda Tuhan membawa kita pada satu pertanyaan yang sangat mendasar dalam hidup iman: apakah kita sungguh mengenal Tuhan, atau hanya sekadar tahu tentang-Nya?
Dalam Injil, Filipus berkata dengan sangat jujur, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup.” Permintaan ini sebenarnya sangat manusiawi. Kita juga sering seperti Filipus. Kita ingin bukti yang jelas, tanda yang nyata, sesuatu yang bisa kita pegang agar iman kita terasa lebih pasti. Kita ingin melihat Tuhan dengan cara kita sendiri.
Namun jawaban Yesus terasa menegur sekaligus mengajak kita masuk lebih dalam: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Artinya, Tuhan sebenarnya sudah sangat dekat. Bukan jauh, bukan tersembunyi, tetapi hadir dalam diri Yesus, dalam hidup, dalam tindakan, dalam kasih.
Masalahnya bukan Tuhan yang jauh, tetapi hati kita yang sering tidak peka.
Sering kali kita mencari Tuhan dalam hal-hal besar dan spektakuler, padahal Ia hadir dalam keseharian: dalam pekerjaan yang kita jalani, dalam relasi yang kita bangun, dalam kesabaran menghadapi orang lain, bahkan dalam perjuangan hidup yang tidak mudah. Kita ingin melihat Tuhan, tetapi kita melewatkan kehadiran-Nya yang sederhana.
Bacaan pertama memperlihatkan dinamika yang sama. Ketika firman Tuhan diberitakan, ada yang menerima dengan sukacita, tetapi ada juga yang menolak karena iri hati. Ini menunjukkan bahwa hati manusia bisa memilih: terbuka atau tertutup.
Menariknya, penolakan tidak menghentikan karya Tuhan. Paulus dan Barnabas tetap melanjutkan perutusan mereka. Mereka tidak terjebak dalam kekecewaan, tetapi terus melangkah. Dan justru di tengah penolakan itu, sukacita dan Roh Kudus tetap memenuhi para murid.
Ini menjadi cermin bagi hidup kita. Tidak semua usaha kita akan diterima. Tidak semua niat baik akan dimengerti. Bahkan dalam hidup beriman pun, kita bisa mengalami penolakan, kekecewaan, atau rasa tidak dihargai. Tetapi Sabda Tuhan hari ini mengingatkan: jangan berhenti hanya karena respons manusia.
Yang terpenting adalah kesetiaan kita kepada Tuhan.
Yesus juga mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan yang lebih besar.” Ini bukan tentang menjadi hebat, tetapi tentang menjadi saluran kasih Tuhan di dunia.
Setiap kali kita mengampuni, kita sedang melakukan pekerjaan Tuhan.
Setiap kali kita tetap jujur di tengah godaan, kita sedang melakukan pekerjaan Tuhan.
Setiap kali kita mengasihi tanpa pamrih, Tuhan berkarya melalui kita.
Saudara-saudari, mengenal Tuhan bukan hanya soal doa atau pengetahuan iman, tetapi tentang relasi yang hidup. Relasi itu terlihat dari cara kita menjalani hidup setiap hari.
Hari ini kita diajak untuk bertanya dengan jujur: apakah aku sungguh melihat Tuhan dalam hidupku? Apakah aku peka akan kehadiran-Nya? Atau aku masih menunggu tanda besar, sementara Tuhan sudah hadir begitu dekat?
Semoga kita belajar untuk membuka hati, melihat dengan iman, dan hidup sebagai saksi kasih Tuhan di dunia yang nyata ini. Amin.
Doa Penutup
Tuhan, bukalah hati kami agar mampu mengenal kehadiran-Mu dalam hidup sehari-hari. Ajarlah kami percaya meski tanpa tanda besar, dan setia dalam hal-hal sederhana. Jadikan kami saluran kasih-Mu bagi sesama, agar melalui hidup kami, nama-Mu semakin dimuliakan. Dampingi langkah kami selalu, ya Tuhan. Amin.
