Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 1 Mei 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Yohanes 14:1-6

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 1 Mei 2026.

Kalender Liturgi hari Jumat 1 Mei 2026 adalah Hari Biasa Pekan IV Paskah, Perayaan St. Yusuf Pekerja, dengan warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 1 Mei 2026:

Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 13:26-33

Dalam perjalanannya Paulus sampai Anthiokia di Pisidia. Dirumah ibadat Yahudi disana Paulus berkata,26Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.27Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.28Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh.29Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur.30Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.31Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.32Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita,33telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 2:6-7.8-9.10-11

REF. Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan
1 “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!”Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan
2 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”
3 Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Bacaan Injil: Yohanes 14:1-6

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid – murid-Nya,1 Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.2Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.3Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.4Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”5Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”6Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Jumat 1 Mei 2026

Saudara-saudari terkasih, dalam suasana Paskah dan perayaan Santo Yusuf Pekerja, kita diajak masuk ke dalam satu kenyataan iman yang sangat dekat dengan hidup kita: kegelisahan manusia dan janji Tuhan yang setia.

Dalam Injil hari ini, Yesus melihat hati murid-murid-Nya yang mulai gelisah. Mereka tidak sepenuhnya mengerti apa yang akan terjadi. Ada ketakutan kehilangan, ada kebingungan tentang masa depan. Bukankah ini juga gambaran hidup kita sekarang? Kita sering berjalan dengan banyak pertanyaan: tentang pekerjaan, masa depan, keluarga, bahkan tentang makna hidup itu sendiri. Kita ingin kepastian, tetapi hidup sering kali justru penuh ketidakpastian.

Yesus tidak memberi jawaban yang rumit. Ia tidak menjelaskan semua detail masa depan. Ia hanya mengatakan, “Janganlah gelisah hatimu.” Kalimat ini bukan sekadar penghiburan kosong. Ini adalah undangan untuk percaya. Percaya bukan karena kita mengerti segalanya, tetapi karena kita mengenal siapa yang kita percayai.

Ketika Tomas berkata bahwa ia tidak tahu jalan, itu adalah kejujuran manusia. Kita pun sering seperti Tomas. Kita ingin tahu arah hidup dengan jelas sebelum melangkah. Tetapi Yesus justru menjawab dengan cara yang berbeda: “Akulah jalan.” Artinya, iman bukan pertama-tama soal mengetahui peta hidup, melainkan berjalan bersama Pribadi.

Sering kali kita mencari “jalan” dalam bentuk rencana yang pasti: karier yang stabil, hubungan yang aman, masa depan yang terjamin. Semua itu baik, tetapi Yesus mengingatkan bahwa jalan sejati bukanlah rencana, melainkan relasi dengan-Nya. Ketika kita dekat dengan-Nya, kita mungkin tetap tidak tahu semua jawaban, tetapi kita tidak berjalan sendirian.

Bacaan pertama memperdalam hal ini. Paulus mengingatkan bahwa Yesus yang disalibkan—yang tampaknya gagal dan ditolak—justru dibangkitkan oleh Allah. Ini adalah inti iman kita: bahwa bahkan dalam kegelapan dan ketidakmengertian, Tuhan tetap bekerja. Apa yang tampak seperti akhir, bagi Tuhan adalah awal yang baru.

Dalam hidup sehari-hari, kita sering mengalami “salib” kecil: kerja yang melelahkan, usaha yang tidak dihargai, relasi yang sulit, atau harapan yang tidak terpenuhi. Kita bisa merasa seperti murid-murid: gelisah, bingung, bahkan kehilangan arah. Namun kebangkitan Kristus menjadi jaminan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan proses hidup kita, bahkan ketika kita tidak melihat hasilnya.

Di sinilah perayaan Santo Yusuf Pekerja menjadi sangat relevan. Yusuf menjalani hidup sederhana, bekerja dalam diam, tanpa banyak penjelasan dari Tuhan. Ia tidak selalu tahu seluruh rencana Allah, tetapi ia tetap setia melangkah. Hidupnya menjadi contoh bahwa iman bukan tentang memahami segalanya, melainkan tentang kesetiaan dalam hal-hal kecil setiap hari.

Saudara-saudari, mungkin hari ini kita tidak tahu persis ke mana hidup membawa kita. Mungkin ada kecemasan tentang masa depan. Tetapi Injil hari ini mengajak kita untuk mengubah fokus: bukan bertanya “apa yang akan terjadi,” tetapi “bersama siapa aku berjalan.” Jika kita berjalan bersama Kristus, maka kita sedang berada di jalan yang benar.

Iman tidak menghapus kegelisahan secara instan, tetapi memberi kita pegangan di tengah kegelisahan itu. Yesus tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Ia menjanjikan kehadiran-Nya. Dan itu cukup.

Maka hari ini, marilah kita belajar mempercayakan hidup kita, langkah demi langkah, kepada Kristus. Tidak harus sempurna, tidak harus selalu yakin, tetapi tetap mau berjalan bersama-Nya. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, di tengah kegelisahan hidup kami, ajar kami percaya kepada-Mu. Saat kami bingung menentukan jalan, tuntunlah langkah kami agar tetap setia berjalan bersama-Mu. Kuatkan hati kami dalam pekerjaan dan keseharian, agar kami menemukan damai dalam kehadiran-Mu yang setia sepanjang hidup kami. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 3 Mei 2026 dan Renungan Harian Katolik HARI MINGGU PASKAH V

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post