Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Yohanes 17:20-26

Must Read

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 21 Mei 2026.

Kalender Liturgi hari Kamis 21 Mei 2026 adalah HARI KAMIS PASKAH VII, Perayaan fakultatif Beato Krispinus dari Viterbo, Biarawan, Santo Eugenius de Mazenod OMI, Uskup, Santo Godrikus, Pengaku Iman, Beato Herman Yosef, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 21 Mei 2026:

Bacaan Pertama: Kis: 22:30;23:6-11

Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka.

Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.”

Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu. Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.”

Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas.

Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 16:1-2a.5.7-8.9-10.11

Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Bait Pengantar Injil Yoh 17:21

Semoga mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Bacaan Injil Yohanes 17:20-26

“Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.”

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;

dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Kamis 21 Mei 2026

Renungan Harian Katolik — Kamis, 21 Mei 2026
Hari Kamis Paskah VII

Saudara-saudari terkasih, dalam kehidupan manusia, salah satu luka yang paling sering terjadi adalah perpecahan. Kadang bukan karena kebencian besar, tetapi karena ego yang tidak mau mengalah, perkataan yang melukai, atau hati yang terlalu sibuk membenarkan diri sendiri. Hubungan keluarga bisa renggang. Persahabatan bisa berubah dingin. Komunitas bisa pecah hanya karena perbedaan kecil yang dibesarkan terus-menerus. Manusia ingin dicintai, tetapi sering sulit belajar memahami.

Karena itu Injil hari ini terasa sangat menyentuh. Sebelum sengsara-Nya, Yesus tidak pertama-tama berbicara tentang mukjizat, kekuasaan, atau keberhasilan. Yesus justru berdoa supaya semua murid-Nya menjadi satu. Ini menunjukkan bahwa persatuan adalah sesuatu yang sangat penting di hati Tuhan. Persatuan bukan berarti semua orang harus sama dalam sifat, cara berpikir, atau pendapat. Persatuan berarti tetap saling mengasihi meskipun ada perbedaan. Tetap memilih bertahan dalam kasih walau ada alasan untuk pergi.

Hari ini kita hidup di zaman yang mudah sekali memecah manusia. Sedikit perbedaan langsung menjadi pertengkaran. Media sosial sering membuat orang lebih mudah menghakimi daripada mendengarkan. Banyak orang merasa paling benar, tetapi lupa bagaimana cara mengasihi. Bahkan dalam keluarga sendiri, ada yang tinggal serumah tetapi tidak lagi sungguh mengenal isi hati satu sama lain. Ada anak yang merasa tidak dipahami orang tuanya. Ada pasangan yang berbicara setiap hari, tetapi sebenarnya sudah lama kehilangan kedekatan hati. Ada juga orang yang terlihat aktif di lingkungan gereja, tetapi diam-diam menyimpan luka, iri hati, dan kecewa terhadap sesama.

Yesus tahu manusia mudah terpecah. Itulah sebabnya Ia berdoa dengan begitu dalam: “Supaya mereka menjadi satu.” Sebab ketika manusia kehilangan kasih, dunia menjadi dingin. Orang mulai hidup hanya untuk dirinya sendiri. Kepedulian perlahan hilang. Orang lebih sibuk menang sendiri daripada menjaga hubungan.

Bacaan pertama hari ini memperlihatkan Paulus berada di tengah pertentangan besar. Ia dihakimi, diperdebatkan, bahkan hampir dicelakai. Tetapi di tengah kekacauan itu, Tuhan datang kepadanya dan berkata, “Kuatkanlah hatimu.” Kalimat itu sederhana, tetapi sangat menguatkan. Tuhan tidak selalu langsung menghilangkan masalah kita, tetapi Tuhan hadir memberi kekuatan agar kita tidak menyerah.

Kadang hidup juga membuat kita berada di tengah situasi yang melelahkan. Ada masalah pekerjaan yang membuat pikiran penuh. Ada persoalan keluarga yang belum selesai. Ada doa yang belum terjawab. Ada rasa kecewa yang dipendam lama. Dalam keadaan seperti itu, manusia bisa merasa sendirian. Tetapi Injil hari ini mengingatkan bahwa Yesus tidak pernah berhenti mendoakan kita. Bahkan ketika kita merasa jauh dari Tuhan, Tuhan tetap memikirkan keselamatan dan kehidupan kita.

Yang indah dari doa Yesus hari ini adalah Tuhan tidak hanya ingin kita dekat dengan-Nya, tetapi juga saling menjaga satu sama lain. Iman bukan hanya soal rajin berdoa, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan manusia lain. Apakah kehadiran kita membawa damai atau justru menambah beban? Apakah kata-kata kita menguatkan atau melukai? Apakah kita masih mau meminta maaf, masih mau mendengar, masih mau memahami?

Persatuan dimulai dari hal kecil: belajar menahan emosi, tidak cepat menghakimi, mau mendengarkan dengan tulus, dan tetap mengasihi meski pernah terluka. Dunia mungkin tidak berubah dalam sehari, tetapi hati manusia bisa berubah ketika kasih Tuhan sungguh hidup di dalam dirinya.

Hari ini Tuhan mengajak kita menjadi pembawa damai, bukan pembawa pertengkaran. Menjadi pribadi yang menghadirkan ketenangan, bukan menambah luka. Sebab dunia yang lelah ini sebenarnya sedang sangat membutuhkan manusia-manusia yang hatinya masih penuh kasih.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarlah kami menjaga kasih dan persatuan di tengah hidup yang sering penuh perbedaan dan emosi. Kuatkan hati kami saat menghadapi persoalan, agar kami tidak mudah menyerah atau melukai sesama. Jadikan kami pribadi yang membawa damai, pengertian, dan penghiburan bagi orang-orang di sekitar kami setiap hari. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

The Jungle Bogor Siapkan Program Promo JUARA Selama Libur Sekolah 2026, Mulai Tiket Gratis hingga Paket Bundling Keluarga

Kabar gembira buat para pelajar dan keluarga yang sedang menyiapkan agenda liburan sekolah. Memasuki musim libur panjang Juni hingga...

More Articles Like This

Favorite Post