Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 25 Mei 2026 dan Renungan Harian Katolik, Perayaan Wajib SP Maria Bunda Gereja

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Senin 25 Mei 2026.

Kalender Liturgi hari Senin 25 Mei 2026 adalah Perayaan Wajib SP Maria Bunda Gereja, Santo Gregorius VII, Paus dan Pengaku Iman, Santa Magdalena Sofia Barat, Pengaku Iman, Santo Beda, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja, Santa Maria Magdalena de Pazzi, Perawan, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Senin 25 Mei 2026:

Bacaan Pertama: Kejadian 3:9-15.20

Pada suatu hari, di Taman Eden, setelah Adam makan buah pohon terlarang, Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, “Di manakah engkau?” Ia menjawab, “Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

Lalu Tuhan berfirman, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan!

Dengan perutmulah engkau akan menjalar, dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dan keturunannya.

Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 87:1b-3.4-5.6-7

Ref. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.

Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangun-Nya; Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion daripada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.

Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan tentang Filistea, Tirus dan Etiopia Kukatakan, “Ini dilahirkan di sana.” Tetapi tentang Sion dikatakan, “Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, yang Mahatinggi, menegakkannya.

Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung,”Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai, “Semua mendapatkan rumah di dalammu.”

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya.

Berbahagialah engkau, Perawan yang mengandung Tuhan; engkaulah Bunda Gereja yang bersukacita yang mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan Yesus Kristus, Putramu.

Bacaan Injil Yohanes 19:25-34

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!”

Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci?: “Aku haus!” Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam.

Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.”

Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib sebab Sabat itu adalah hari yang besar maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Senin 25 Mei 2026

Saudara-saudari terkasih, ada satu pertanyaan Tuhan dalam Bacaan Pertama hari ini yang terdengar sangat sederhana, tetapi sebenarnya sangat dalam: “Di manakah engkau?” Tuhan tentu tahu Adam berada di mana. Namun pertanyaan itu bukan soal tempat, melainkan keadaan hati. Adam bersembunyi karena takut. Setelah jatuh dalam dosa, yang pertama kali muncul bukan pertobatan, tetapi rasa malu, ketakutan, dan kecenderungan menyalahkan orang lain.

Bukankah itu juga sangat manusiawi dalam hidup kita sekarang? Ketika kita gagal, kita sering menutupi diri. Saat melakukan kesalahan, kita lebih mudah mencari alasan daripada jujur mengakuinya. Ada orang yang terluka lalu memilih diam bertahun-tahun. Ada yang merasa tidak layak datang kepada Tuhan karena hidupnya berantakan. Ada pula yang tampak kuat di luar, tetapi sebenarnya lelah, kecewa, dan sedang bersembunyi di balik senyum, pekerjaan, media sosial, atau kesibukan hidup.

Namun indahnya, Tuhan tetap mencari manusia. Tuhan tidak meninggalkan Adam. Bahkan setelah manusia jatuh, kasih Tuhan tidak berhenti. Di tengah hukuman itu, tersimpan janji keselamatan. Tuhan sudah menyiapkan harapan bagi manusia yang hancur karena dosa. Ini menunjukkan bahwa kasih Tuhan selalu lebih besar daripada kegagalan manusia.

Lalu Injil hari ini membawa kita berdiri di bawah salib. Di sana ada Maria, seorang ibu yang tidak lari dari penderitaan Putranya. Ia tetap berdiri. Hatinya pasti hancur, tetapi ia tetap setia menemani Yesus sampai akhir. Dan dari salib itu, Yesus berkata, “Inilah ibumu.”

Kalimat ini bukan hanya ditujukan kepada murid yang dikasihi-Nya, tetapi juga kepada kita semua. Di saat penderitaan-Nya yang paling berat, Yesus masih memikirkan manusia. Ia memberikan ibu-Nya menjadi ibu bagi Gereja, ibu bagi orang-orang yang lemah, takut, berdosa, dan terluka.

Maria memahami hati manusia, sebab ia sendiri pernah merasakan pedang penderitaan menembus jiwanya. Karena itu Maria tidak datang untuk menghakimi kita, melainkan menemani kita. Banyak orang hari ini hidup tanpa tempat bercerita. Banyak yang merasa sendirian menghadapi tekanan hidup, masalah keluarga, ekonomi, kegagalan, bahkan luka batin yang tidak dipahami siapa-siapa. Di bawah salib, Maria hadir sebagai ibu yang tetap tinggal ketika banyak orang pergi.

Dan ada bagian Injil yang sangat menyentuh: ketika lambung Yesus ditikam, mengalirlah darah dan air. Gereja melihat ini sebagai tanda kasih Tuhan yang tercurah total bagi manusia. Yesus tidak mencintai setengah-setengah. Ia memberikan semuanya. Darah dan air itu menjadi lambang kehidupan baru, bahwa dari luka Kristus lahirlah harapan bagi dunia.

Kadang kita berpikir Tuhan jauh dari penderitaan manusia zaman sekarang. Tetapi salib membuktikan sebaliknya. Tuhan tahu rasanya dikhianati, ditolak, disalahpahami, ditinggalkan, bahkan merasa haus dan menderita. Karena itu, ketika kita menangis, Tuhan mengerti. Ketika kita kecewa, Tuhan memahami. Ketika hidup terasa berat, Tuhan tidak menonton dari jauh. Ia pernah memikul semuanya.

Perayaan Maria Bunda Gereja hari ini mengingatkan kita bahwa Gereja bukan sekadar bangunan atau aturan. Gereja adalah rumah bagi orang-orang yang sedang berjuang. Tempat di mana manusia boleh datang apa adanya, membawa luka, dosa, ketakutan, dan kelelahan hidupnya. Dan seperti Maria yang berdiri di bawah salib, Gereja dipanggil untuk hadir, mendengarkan, menguatkan, bukan menghakimi.

Mungkin hari ini Tuhan kembali bertanya kepada kita, “Di manakah engkau?” Apakah hati kita sedang jauh dari Tuhan? Apakah kita sedang bersembunyi dalam luka, gengsi, dosa, atau kekecewaan? Jangan takut datang kembali. Sebab Tuhan tidak mencari manusia untuk menghukum, melainkan untuk memulihkan. Dan Maria, Bunda Gereja, tetap berdiri dekat salib, menunggu anak-anaknya pulang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk tidak lari dari-Mu saat hidup terasa berat. Bimbing kami berani jujur atas kelemahan kami dan percaya bahwa kasih-Mu selalu membuka jalan pemulihan. Semoga Maria, Bunda Gereja, menemani langkah kami menghadapi luka, ketakutan, dan pergumulan hidup setiap hari. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 24 Mei 2026 dan Renungan Harian Katolik HARI RAYA PENTAKOSTA

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post