Ada kabar menarik buat sekolah yang ingin bikin kegiatan belajar jadi lebih seru dan nggak melulu soal teori. MR.D.I.Y. Indonesia kembali membuka kesempatan bagi sekolah untuk mengajukan program “Menginspirasi Generasi Inovator”, sebuah kegiatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Program ini menarik perhatian karena siswa nggak cuma duduk, mendengarkan penjelasan, lalu mencatat. Mereka justru diajak belajar lewat praktik menggunakan STEM Kit, mulai dari merakit, mencoba, mengamati hasil, sampai mencari solusi ketika percobaan belum berjalan sesuai harapan.
Jadi, konsepnya lebih ke learning by doing. Anak-anak diberi ruang buat penasaran, bereksperimen, melakukan kesalahan, kemudian mencoba memperbaikinya. Dari proses sederhana tersebut, berbagai kemampuan seperti kreativitas, rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan pemecahan masalah bisa ikut terasah.
Program STEM MR.D.I.Y. Bukan Sekadar Bagi-Bagi Kit
“Menginspirasi Generasi Inovator” merupakan bagian dari program MR.D.I.Y. Untuk Indonesia yang diluncurkan pada April 2026. Program tersebut pertama kali dijalankan di Waingapu, Sumba Timur.
Dalam pelaksanaan awalnya, sebanyak 341 siswa dari 10 sekolah ikut mendapatkan pengalaman belajar STEM secara langsung. Program ini juga dirancang untuk memperluas akses terhadap pembelajaran yang lebih interaktif, khususnya bagi anak-anak di berbagai wilayah Indonesia.
Setelah dimulai di Sumba Timur, program kemudian diperluas ke sejumlah wilayah lain. Pada Juli 2026, MR.D.I.Y. mengumumkan roadshow STEM Kit yang ditargetkan menjangkau lebih dari 8.600 anak di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Banyumas.
Artinya, program ini bukan sekadar kegiatan sesaat. MR.D.I.Y. menyebut inisiatif tersebut sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperluas kesempatan anak-anak Indonesia mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif.
Siapa yang Bisa Mengajukan?
Dalam informasi pengajuan yang beredar, Sekolah Dasar menjadi sasaran utama program ini. Sekolah yang tertarik perlu memahami terlebih dahulu konsep serta mekanisme kegiatan sebelum mengirimkan pengajuan.
Nah, sebelum buru-buru mengisi formulir, pihak sekolah sebaiknya menyiapkan data siswa yang diminta. Data tersebut harus diisi secara lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya karena nantinya akan menjadi bagian dari berkas pengajuan.
Setelah data siap, pihak sekolah dapat melanjutkan proses pengajuan melalui formulir yang telah disediakan.
Cara Mengajukan Program Menginspirasi Generasi Inovator
Buat sekolah yang tertarik, alurnya kurang lebih dimulai dengan memahami informasi program terlebih dahulu.
Setelah itu, siapkan data siswa menggunakan format yang telah ditentukan penyelenggara. Pastikan data yang dimasukkan sudah benar dan lengkap supaya proses pengajuan tidak terkendala.
Berikutnya, sekolah mengisi formulir pengajuan dan mengunggah file data siswa sesuai petunjuk.
Informasi yang dibagikan terkait pengajuan menyebutkan tautan:
bit.ly/PengajuanMGI-DIY
Namun, penting dicatat bahwa mengirim pengajuan bukan berarti sekolah otomatis langsung mendapatkan jadwal kegiatan. Sekolah yang terpilih nantinya akan dihubungi oleh tim MR.D.I.Y. Indonesia dengan mempertimbangkan ketersediaan jadwal pelaksanaan.
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1n7XfuqSPnzgyj7XbBg03d-mx1-AserVeS86oEsRGKtQ/edit?gid=0#gid=0
Karena itu, nomor telepon dan informasi kontak sekolah yang dicantumkan sebaiknya benar-benar aktif dan mudah dihubungi.
Anak-Anak Bisa Belajar Sambil Eksperimen
Hal yang membuat program ini cukup menarik adalah pendekatan belajarnya. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan dengan istilah STEM secara teori, tetapi juga diajak memahami konsep melalui aktivitas praktik.
Misalnya, ketika melakukan sebuah proyek, siswa dapat belajar bagaimana sesuatu dirancang, dirakit, diuji, kemudian dievaluasi ketika hasilnya belum sesuai harapan.
Dari sini, proses belajar bisa terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata. Anak juga dibiasakan untuk tidak langsung menyerah ketika percobaan pertama gagal.
Justru dari kegagalan tersebut mereka dapat mencari tahu apa yang salah dan mencoba menemukan cara lain.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan tujuan program yang ingin mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, berpikir kritis, serta kemampuan memecahkan masalah sejak usia sekolah.
Jadi, Jangan Cuma Fokus pada Nilai
Belajar STEM pada dasarnya bukan sekadar mengejar nilai bagus di kelas. Ada kemampuan lain yang juga penting untuk dipersiapkan sejak dini, seperti berani bertanya, mencoba sesuatu yang baru, bekerja dengan solusi, dan berpikir ketika menghadapi masalah.
Itulah yang coba dibawa melalui program “Menginspirasi Generasi Inovator”.
MR.D.I.Y. Indonesia menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperluas akses pembelajaran yang relevan dan menyenangkan bagi anak-anak di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan semakin luasnya jangkauan program, kesempatan bagi sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda juga ikut terbuka.
Buat sekolah yang ingin menghadirkan suasana belajar yang lebih interaktif, program MR.D.I.Y. Untuk Indonesia: Menginspirasi Generasi Inovator bisa menjadi salah satu kesempatan yang patut diperhatikan.
Konsepnya cukup sederhana, tetapi punya tujuan yang menarik: membuat anak bukan cuma tahu teori, melainkan juga berani mencoba, bereksperimen, mencari tahu, dan menemukan solusi.
Jadi, kalau sekolahmu memang tertarik, pastikan seluruh informasi dan data yang dibutuhkan sudah disiapkan dengan benar sebelum mengajukan. Dan yang nggak kalah penting, pantau informasi resmi MR.D.I.Y. Indonesia untuk memastikan ketentuan maupun mekanisme pendaftaran yang berlaku.