Bukan Sekadar Pengumuman RT, TOA di Gandaria Utara Kini Jadi Media Belajar Bahasa Inggris Gratis

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Biasanya suara dari TOA lingkungan identik dengan pengumuman warga, informasi keamanan, atau kabar kegiatan RT. Tapi di RT 11 RW 7, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, fungsi pengeras suara dibuat jauh lebih kreatif.

Setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB, warga bisa mendengar kosakata hingga kalimat sederhana dalam bahasa Inggris yang diputar lewat pengeras suara lingkungan. Jadi, belum sempat buka buku atau ikut kursus, warga sudah bisa dapat “pemanasan” bahasa Inggris sambil menjalani aktivitas pagi.

Program unik tersebut menjadi bagian dari Erte English, sebuah kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang dikembangkan untuk warga setempat. Program ini tidak hanya menyasar anak-anak dan remaja, tetapi juga membuka kesempatan bagi orang dewasa hingga warga lanjut usia untuk ikut belajar.

Bukan Sekadar Dengerin TOA

Konsepnya sebenarnya simpel, tetapi cukup menarik. Materi bahasa Inggris yang sudah dipelajari dalam sesi pembelajaran kemudian diputar kembali melalui TOA sebagai bentuk pengulangan.

Tujuannya supaya warga tidak cuma belajar sekali lalu lupa. Dengan mendengar kosakata dan percakapan sederhana secara berulang, warga diharapkan makin familiar dengan bahasa Inggris dan perlahan terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Imam Basori, menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa memang membutuhkan pembiasaan. Karena itu, lingkungan sekitar dimanfaatkan sebagai bagian dari proses belajar.

Artinya, ruang belajar tidak harus selalu berupa sekolah, tempat kursus, atau kelas formal. Dari lingkungan tempat tinggal pun, aktivitas edukasi bisa dibuat lebih dekat dengan keseharian warga.

Belajar Sambil Beraktivitas

Yang bikin konsep ini menarik adalah model belajarnya yang fleksibel.

Warga tidak harus duduk manis di depan buku untuk mendapatkan materi. Saat sedang bersiap bekerja, memasak, membersihkan rumah, berangkat sekolah, atau sekadar menikmati suasana pagi, mereka tetap bisa mendengar materi bahasa Inggris dari pengeras suara.

Materinya pun dibuat sederhana agar bisa diterima berbagai kelompok usia. Jadi, bukan model pembelajaran yang bikin kepala langsung “loading”, melainkan kosakata dan kalimat praktis yang dapat diingat secara bertahap.

Konsep seperti ini juga membuat anak-anak dan orang tua bisa belajar di lingkungan yang sama. Suasananya lebih santai dan tidak terasa seperti sedang mengikuti pelajaran formal.

Kampung Inggris Gratis untuk Warga

Program bahasa Inggris ini juga tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, RT 11 RW 7 memang memperkenalkan Kampung Inggris gratis sebagai salah satu program pendidikan lingkungan.

Pada akhir Agustus 2026, program tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan warga. Sasaran pesertanya juga luas, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda sampai orang tua.

Jadi, penggunaan TOA setiap pagi bisa dilihat sebagai cara tambahan untuk menjaga materi yang sudah dipelajari tetap “nempel” di ingatan warga.

RT Bukan Cuma Tempat Tinggal

Hal menarik lainnya, RT 11 RW 7 Gandaria Utara memang tengah mengembangkan berbagai kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Selain pendidikan, lingkungan tersebut juga memiliki inovasi pengelolaan sampah. Pada Juni 2026, misalnya, RT 11 diberitakan menjalankan layanan Kompos Keliling atau Komling untuk mengambil dan mengolah sampah organik warga. Anak-anak pun dilibatkan dalam edukasi pemilahan sampah sejak dini.

Awal September 2026, pelajar SMP 240 Kebayoran Baru juga mengikuti edukasi pengelolaan sampah dan melihat berbagai inovasi yang dikembangkan di lingkungan tersebut, termasuk Komling, Komposter Mandiri atau Koma, hingga Smart Geprek.

Dari sini kelihatan bahwa konsep yang dibangun bukan cuma soal membuat lingkungan tetap nyaman, tetapi juga mendorong warga untuk belajar, berinovasi, dan terlibat langsung.

Kenapa Cara Ini Menarik?

Belajar bahasa Inggris sering kali dianggap harus membutuhkan biaya kursus atau fasilitas khusus. Padahal, yang paling penting dalam menguasai bahasa adalah konsistensi latihan dan kebiasaan menggunakannya.

Nah, metode TOA ini mencoba memanfaatkan fasilitas yang memang sudah ada di lingkungan warga.

Daripada pengeras suara hanya digunakan untuk pengumuman, fasilitas tersebut dimanfaatkan menjadi media belajar bersama. Sekilas sederhana, tetapi konsepnya cukup kreatif karena menyentuh warga secara langsung.

Bagi anak-anak, mereka bisa mendapatkan tambahan paparan bahasa Inggris. Untuk remaja, kosakata tersebut bisa menjadi pengingat materi yang sudah dipelajari. Sementara bagi orang dewasa dan lansia, metode pengulangan dapat menjadi cara santai untuk mengenal kembali kosakata dasar.

Bisa Jadi Inspirasi RT Lain

Fenomena di Gandaria Utara ini memperlihatkan bahwa inovasi pendidikan masyarakat tidak selalu membutuhkan fasilitas mahal.

Kuncinya justru ada pada kreativitas, konsistensi, dan kemauan warga untuk terlibat. Ketika lingkungan tempat tinggal ikut menjadi ruang belajar, pendidikan terasa lebih dekat dan tidak terbatas pada institusi formal.

Apalagi kalau program seperti ini dilakukan secara rutin dan materinya terus dikembangkan, bukan tidak mungkin warga nantinya semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Dari TOA yang biasanya identik dengan pengumuman warga, RT 11 RW 7 Gandaria Utara berhasil menghadirkan fungsi baru yang cukup unik: menjadikan suara lingkungan sebagai media belajar bahasa Inggris bersama.

Pesannya sederhana, tapi cukup relate dengan kehidupan sekarang: belajar tidak harus selalu mahal, tidak harus selalu di kelas, dan tidak harus menunggu punya banyak waktu luang.

Kadang, inovasi pendidikan justru bisa dimulai dari lingkungan sendiri. Tinggal bagaimana fasilitas yang ada dimanfaatkan secara kreatif agar benar-benar memberi manfaat buat semua warga.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Aktivitas Warga, Aksi Menutup Rumah Ramai Dibahas di Media Sosial

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau lagi jadi perhatian warga Jabodetabek. Bukan cuma karena bikin permukaan kendaraan dan lingkungan rumah...

More Articles Like This

Favorite Post