Suasana Highland Fest 2026 di Bukittinggi, Sumatera Barat, mendadak berubah jadi momen yang bikin penonton auto waspada. Saat konser musik masih berlangsung dan band Kotak tengah tampil, butiran abu terlihat berjatuhan dari langit hingga mengenai rambut, pakaian, bahkan area sekitar penonton.
Momen tersebut kemudian ramai dibagikan di media sosial. Banyak netizen awalnya juga dibuat bingung karena butiran yang turun terlihat kecil dan berwarna gelap. Namun, kejadian itu ternyata berlangsung tak lama setelah Gunung Marapi mengalami erupsi pada Sabtu malam, 26 September 2026.
Erupsi Gunung Marapi tercatat terjadi sekitar pukul 21.40 WIB. Berdasarkan laporan yang dikutip dari informasi pemantauan gunung api, erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan berlangsung sekitar 1 menit 19 detik. Hujan abu kemudian dilaporkan terjadi di Kota Bukittinggi dan sejumlah wilayah Kabupaten Agam.
Penonton Awalnya Kirain Ketombe
Salah satu video yang ikut bikin kejadian ini viral diunggah oleh akun Instagram @qoycahayuyb. Dalam video tersebut, terlihat butiran seperti abu berjatuhan ketika konser berlangsung.
Pengunggah menyebut dirinya sempat memperhatikan ada butiran yang menempel di bahu dan rambut penonton lain. Tapi karena bentuknya kecil, ia awalnya malah mengira benda tersebut sebagai ketombe.
“Ngeliat d bahu n rambut orang lain saat konser, udah suudzon tipis kirain ketombe, tapi kok hitam?!,” ungkapnya.
Setelah diperhatikan lebih lanjut, pengunggah menduga butiran tersebut merupakan abu vulkanik yang terbawa hingga lokasi festival. Dalam keterangannya, momen itu disebut terjadi sekitar pukul 23.02 WIB.
“Ternyata abu vulkanik efek dari erupsi Gunung Marapi ditengah konser Kotak Band pada Highland Fest 2026 di lapangan Wirabraja Kota Bukittinggi,” tutur netizen tersebut.
Laporan lain juga menyebut abu memang sempat mencapai kawasan lokasi konser. Video yang beredar memperlihatkan material berwarna gelap turun di tengah kerumunan penonton ketika pertunjukan berlangsung.
Netizen Lain Langsung Sadar Ada Hujan Abu
Momen serupa juga dibagikan akun Instagram @hey.piaaa_. Berbeda dengan pengunggah sebelumnya yang sempat bingung, netizen tersebut langsung menyadari bahwa butiran yang turun kemungkinan merupakan abu vulkanik.
“Abu ya Allah hujan abu, erupsi ya?,” kata dia.
Dalam keterangan videonya, ia juga menuliskan:
“Yaa Allah erupsi kah? Pas penampilan Kotak Konser di Bukittinggi,” tambahnya dalam keterangan videonya.
Laporan mengenai kejadian tersebut menunjukkan hujan abu terjadi ketika penonton masih menikmati penampilan Kotak. Beberapa orang dalam video tampak berusaha menutup hidung atau membersihkan abu yang menempel di rambut dan pakaian.
Gunung Marapi Erupsi Malam Itu
Di balik momen viral tersebut, memang ada aktivitas vulkanik Gunung Marapi pada malam yang sama. Gunung yang berada di Sumatera Barat itu mengalami erupsi sekitar pukul 21.40 WIB.
Data pemantauan mencatat erupsi berlangsung selama sekitar 79 detik dengan amplitudo maksimum 30 milimeter. Lontaran material pijar juga terlihat melalui rekaman kamera pengawas.
Sementara itu, tinggi kolom abu tidak bisa diamati secara langsung dari Pos Pengamatan Gunung Api karena kondisi malam dan kabut. Sejumlah laporan menyebut ketinggian kolom erupsi diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter.
Dampaknya kemudian terasa di beberapa wilayah. Abu vulkanik dilaporkan turun di Kota Bukittinggi dan sejumlah kawasan Kabupaten Agam, antara lain Sungai Pua, Lasi, Canduang, Bukik Batabuah, hingga Ampek Angkek.
Warga Diminta Tetap Waspada
Peristiwa hujan abu di tengah festival ini sekaligus mengingatkan bahwa aktivitas gunung api bisa berdampak cukup luas, bahkan sampai ke wilayah perkotaan yang berada di sekitar gunung.
Gunung Marapi sendiri masih berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi mengenai aktivitas gunung dan tidak melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.
Warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, maupun bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi juga perlu mewaspadai potensi lahar, terutama ketika hujan turun.
Jadi, video hujan abu yang awalnya bikin penonton konser bertanya-tanya ternyata muncul bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Marapi pada malam tersebut. Momen yang terekam kamera para penonton itu pun langsung menyebar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik. Di tengah ramainya festival, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di sekitar Bukittinggi masih perlu terus dipantau dan diwaspadai.