Media sosial lagi ramai membahas video penampilan Ketua Dekranasda Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, saat mengikuti fashion show di Kriyanusa 2026. Bukan sekadar karena busana yang dikenakannya, video tersebut ikut menjadi bahan perbincangan karena muncul ketika Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan sedang menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Cuplikan penampilan Feby Deru itu beredar di Threads dan memancing beragam respons dari warganet. Sebagian mempertanyakan soal empati pejabat daerah dan keluarganya terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Namun, di sisi lain, ada pula warganet yang mengingatkan bahwa kehadiran Feby di Kriyanusa memang berkaitan dengan agenda Dekranasda Sumsel karena provinsi tersebut ditetapkan sebagai ikon pameran tahun ini.
Jadi, sebenarnya apa yang terjadi?
Video Fashion Show Feby Deru Ramai Dibahas
Feby Deru tampil dalam rangkaian penutupan Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu, 30 September 2026. Dalam acara tersebut, ia bersama para Ketua Dekranasda dari berbagai provinsi mengikuti peragaan busana yang menjadi bagian dari agenda penutupan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyebut penampilan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan wastra dan kriya daerah. Produk seperti kain songket, kain jumputan, hingga kerajinan khas Sumsel memang menjadi bagian penting dari keikutsertaan provinsi tersebut di Kriyanusa tahun ini.
Namun, video tersebut kemudian mendapat sorotan setelah diunggah kembali di media sosial. Kritik terutama diarahkan pada pertanyaan mengenai kepantasan menghadiri acara yang bersifat promosi dan seremonial ketika masyarakat di daerah asal sedang menghadapi kabut asap akibat karhutla.
Perdebatan pun melebar. Ada yang menganggap persoalan tersebut menyangkut sensitivitas pejabat publik terhadap kondisi masyarakat. Sementara pihak lain melihat agenda Kriyanusa sebagai kegiatan yang memang sudah dipersiapkan jauh sebelum acara berlangsung dan berkaitan langsung dengan promosi produk UMKM Sumatera Selatan.
Sumsel Memang Jadi Ikon Kriyanusa 2026
Kalau melihat konteks acaranya secara utuh, kehadiran Feby Deru di Kriyanusa bukan agenda yang muncul secara mendadak.
Sumatera Selatan memang ditetapkan sebagai provinsi ikon Kriyanusa 2026. Bahkan, sebelum pameran berlangsung, Feby selaku Ketua Dekranasda Sumsel sudah terlibat dalam persiapan kegiatan tersebut.
Pemprov Sumsel menyebut berbagai produk dari 17 kabupaten dan kota dibawa ke Jakarta untuk ditampilkan dalam pameran. Mulai dari wastra adat Sumsel, songket, ukiran kayu khas Palembang, kerajinan anyaman, gerabah, hingga berbagai atraksi budaya.
Kriyanusa sendiri bukan sekadar acara fashion show. Pameran ini menjadi ajang promosi kerajinan Nusantara dan produk UMKM dari berbagai daerah.
Pada penyelenggaraan 2026, Kriyanusa menghadirkan 410 booth dengan 257 peserta. Konsep acaranya juga dibuat lebih modern dengan menghadirkan teknologi digital imersif untuk mendekatkan produk kriya Indonesia kepada generasi muda.
Artinya, dari sisi agenda resmi, keberadaan perwakilan Sumsel di Jakarta memang memiliki kaitan langsung dengan promosi produk daerah.
Di Saat Bersamaan, Palembang Hadapi Banyak Kebakaran
Nah, bagian inilah yang membuat video tersebut terasa makin sensitif di mata warganet.
Pada September 2026, persoalan kebakaran di Palembang memang cukup serius. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang yang diberitakan ANTARA, terdapat 396 kejadian kebakaran selama September 2026.
Dari jumlah tersebut, 345 kasus merupakan kebakaran hutan dan lahan, sedangkan sisanya merupakan kebakaran permukiman. Untuk kebakaran permukiman, korsleting listrik disebut menjadi salah satu penyebab utama.
Penanganannya pun membutuhkan pengerahan besar. Damkarmat Palembang menyiagakan sekitar 800 personel yang tersebar di delapan posko dengan sistem tiga shift selama 24 jam. Pemkot juga berkoordinasi dengan BPBD untuk mendukung pemadaman menggunakan helikopter di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.
Sebelumnya, data yang disampaikan pemerintah kota pada awal September juga mencatat ratusan kasus karhutla di Palembang sepanjang 2026. Kondisi tersebut membuat isu asap dan kualitas udara menjadi perhatian masyarakat.
Jadi, Apakah Fashion Show-nya Berkaitan dengan Karhutla?
Di sinilah penting untuk membedakan antara fakta dan opini yang berkembang di media sosial.
Faktanya, Feby Deru memang tampil dalam fashion show Kriyanusa 2026. Sumatera Selatan juga memang menjadi provinsi ikon dalam pameran tersebut.
Fakta lainnya, Palembang memang menghadapi tingginya kasus kebakaran sepanjang September 2026, termasuk 345 kasus karhutla yang ditangani Damkarmat selama bulan tersebut.
Sementara itu, anggapan bahwa kehadiran Feby di fashion show menunjukkan kurangnya empati terhadap warga terdampak merupakan kritik dan interpretasi warganet, bukan fakta yang bisa disimpulkan begitu saja dari video tersebut.
Konteks waktunya memang membuat dua isu itu bertemu: di Jakarta berlangsung agenda promosi budaya dan UMKM Sumsel, sementara di Palembang petugas sedang berjibaku menangani kebakaran lahan.
Karena itu, tidak heran kalau video tersebut kemudian memunculkan perdebatan soal prioritas, komunikasi publik, dan sensitivitas pejabat ketika daerah sedang menghadapi persoalan lingkungan.
Kriyanusa Tetap Punya Dampak untuk UMKM Sumsel
Di balik polemik video, ada konteks ekonomi yang juga nggak kalah penting.
Sebagai provinsi ikon, Sumsel mendapat ruang lebih besar untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada pengunjung Kriyanusa. Pemprov Sumsel menyebut pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas apresiasi sekaligus membuka pasar bagi produk kriya dan UMKM lokal.
Jadi, keikutsertaan dalam pameran tidak semata-mata soal tampil di panggung. Ada agenda promosi produk daerah, memperkenalkan perajin, memperluas jaringan pasar, serta membawa identitas budaya Sumsel ke tingkat nasional.
Persoalannya kemudian bukan cuma soal boleh atau tidaknya seorang pejabat daerah hadir dalam agenda tersebut, tetapi bagaimana agenda promosi itu dikomunikasikan bersamaan dengan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi bencana atau gangguan lingkungan.
Polemik Masih Jadi Perbincangan
Viralnya video Feby Deru memperlihatkan bagaimana satu momen di panggung bisa memiliki makna berbeda ketika ditempatkan dalam konteks sosial yang lebih luas.
Bagi penyelenggara, fashion show tersebut merupakan bagian dari penutupan Kriyanusa dan promosi budaya. Bagi sebagian warganet, momen tersebut justru memunculkan pertanyaan tentang empati dan komunikasi publik ketika kabut asap sedang menjadi perhatian masyarakat.
Pada akhirnya, dua hal tersebut memang bisa sama-sama ada: promosi UMKM tetap penting, sementara penanganan karhutla dan perlindungan masyarakat dari dampak asap juga merupakan persoalan yang nggak bisa disepelekan.
Yang jelas, video penampilan Feby Deru di Kriyanusa 2026 kini bukan cuma ramai karena fashion show-nya. Perdebatan mengenai momen tersebut ikut membuka pembicaraan yang lebih besar soal bagaimana pejabat publik tampil dan berkomunikasi ketika masyarakat di daerahnya sedang menghadapi masalah serius.