Senin, Februari 26, 2024

Menghadapi Stigma Sebagai Ibu Bekerja, Tips untuk Tetap Kuat dan Percaya Diri

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Working-mom shaming menjadi fenomena yang banyak dialami bunda yang bekerja.

Working-mom shaming adalah sebuah kritik atau penghakiman kepada seorang bunda bekerja karena dianggap egois dan tak mengutamakan keluarga.

“Working-mom shaming lebih merujuk ke bagaimana sesama perempuan atau sesama ibu mempertanyakan keputusan ibu-ibu lainnya yang mungkin berbeda dengannya dan dalam konteks yang merendahkan. Mungkin karena ibu yang bekerja dianggap egois hingga tidak mementingkan keluarga,” ujar Puty Puar, penulis buku Empowered ME (Mother Empowers), dilansir dari CNBC Indonesia.

Mari kita memahami mengenai fenomena working-mom shaming dan cara menghadapinya.

  1. Dikritik karena bekerja dan anak dititip ke asisten rumah tangga

Salah satu contoh working-mom shaming adalah seorang bunda bekerja yang dikritik karena bekerja sambil mengasuh anak.

Mereka dianggap tak mengutamakan anak dan egois tetap bekerja walaupun suami juga memiliki pekerjaan.

“Kalau misalnya kamu punya benda berharga, seperti emas, berlian, mau enggak dititipin ke asisten rumah tangga? Enggak, kan? Tapi kenapa anak malah mau dititipin ke ART? Itu adalah analogi yang salah karena anak tidak bisa disamakan dengan objek,” ujar Puty.

  1. Anak diberikan susu formula karena bunda bekerja

Ketika bunda bekerja yang memberikan susu formula juga sering menjadi korban working-mom shaming. Hal ini sering membuat para bunda bekerja merasa bersalah.

Ucapan seperti, “Kok dikasih susu formula?”, “Kenapa nggak diberikan ASI?”, atau “Kok diberikan botol tidak DBF (direct breastfeeding)?”

  1. Metode pengasuhan anak

Metode pengasuhan anak juga sering membuat seorang bunda bekerja menjadi korban working-mom shaming.

Misalnya saja, anak setiap hari dititip di daycare agar bunda bisa bekerja atau diasuh oleh kakek-neneknya bahkan saat akhir pekan karena masih harus lembur.

Terdapat stigma di masyarakat yang menyebut bahwa seorang bunda ‘seharusnya’ di rumah biarkan suami bekerja.

Stigma ini akhirnya membuat seorang bunda bekerja merasa serba salah bahkan berpengaruh buruk terhadap kesehatan mentalnya.

Cara Menghadapi Working-Mom Shaming

  1. Tidak perlu merasa bersalah

Dilansir dari The Career Mom, hal terburuk yang dilakukan pada diri sendiri sebagai bunda yang bekerja adalah membiarkan rasa bersalah itu membuat Bunda menderita.

Orang lain tidak mengetahui situasi Bunda. Bunda yang mengenal diri sendiri lebih baik dan apa yang dilakukan untuk anak-anak serta keluarga meskipun menjadi bunda bekerja.

Oleh karena itu, jangan biarkan rasa bersalah membuat Bunda merasa dihakimi dan dikutuk karena omongan orang lain. Bekerja tidak membuat Bunda kurang dari menjadi ibu ketika bersama bayi di separuh waktu.

  1. Yakin pada diri sendiri

Percaya diri dengan apa yang Bunda lakukan baik sebagai wanita karier maupun orang tua.

Tegaskan pada diri sendiri bahwa Bunda dihargai dan dianggap sebagai aset yang berharga di dunia.

Berfokuslah untuk membangun diri untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri setiap hari dan bukan seperti yang orang lain pikirkan tentang Bunda.

Ingat, bukan urusan Bunda apa yang dipikirkan orang lain.

  1. Ikuti aturan sendiri

Jangan terpaku dengan ‘aturan’ bunda lainnya.

Cara efektif untuk menghadapi dan mengatasi rasa bersalah sebagai bunda bekerja adalah dengan mengetahui aturan yang Bunda bangun dan berpegang teguh pada itu.

Wanita pekerja memikul beban yang begitu berat karena tekanan dan tuntutan dari pekerjaan serta rumah.

Bunda tahu mana yang terbaik untuk anak-anak setiap hari dan tidak ada yang membutuhkan penjelasan itu.

  1. Dapatkan dukungan

Bunda yang bekerja itu kuat dan luar biasa ya tapi memang membutuhkan dukungan.

Anggota keluarga, teman dekat, kolega, dan pasangan adalah elemen penting dari sistem pendukung Bunda.

Kekuatan dan kepercayaan mereka pada Bunda akan membuat diri sendiri terus maju meskipun dipermalukan.

  1. Fokus pada hasil

Realitas dunia ini, sebagian besar rumah tangga tidak dapat ditopang dengan satu penghasilan dari satu pasangan.

Dengan demikian, ayah dan bunda harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka karena tuntutan biaya yang meningkat.

Hasilnya, jika Bunda bekerja maka bisa memberikan anak mendapatkan pendidikan dan kehidupan lebih baik.

Bekerja bukanlah pilihan melainkan kebutuhan untuk bertahan hidup. Kita semua perlu menopang diri sendiri.

Untuk itu, jangan menyerah dengan anggapan working-mom shaming.

Bunda hanya perlu fokus pada kehidupan diri sendiri.

Ingatlah bahwa sebagai ibu bekerja, Anda adalah seorang profesional yang berharga dan tidak perlu merasa bersalah atas pilihan hidup Anda.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Rencanakan Liburanmu! Jadwal Kapal Express dan Roro ke Sabang atau Banda Aceh, Hari Senin 26 Februari 2024

Bagi teman-teman yang mau liburan ke Sabang atau Banda Aceh, ada info seru nih! Buat kalian yang ingin cepat...

More Articles Like This

Favorite Post