Sunday, May 22, 2022

Kenapa Kemenangan Piala Thomas Tanpa Bendera Merah Putih?

Must Read
Mohon Kasih Bintang

GENDIS.ID – Piala Thomas 2020 berhasil diraih tim putra bulu tangkis Indonesia yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) malam WIB. Namun, Kemenangan Piala Thomas Tanpa Bendera Merah Putih. Pertandingan bulu tangkis yang merebut Piala Thomas itu didapatkan Indonesia setelah tim regu putra Indonesia berhasil mengalahkan tim China 3-0.

Hasil kemenangan Indonesia melawan China berlangsung berurutan mulai dari awal: pemain tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting menang lawan Lu Guang Zhu, lalu ganda putra Indonesia, Fajar/Rian menang lawan He Ji Ting/Hao Dong, terakhir dan sebagai kunci kemenangan Indonesia adalah pemain tunggal putra Jonathan Christie menang lawan Li Shi Feng yang bertarung selama 1 jam 22 menit.

Tetapi, kemenangan yang ditunggu-tunggu setelah 19 tahun Indonesia absen meraih Piala Thomas itu kurang sempurna karena saat Piala Thomas didapatkan Indonesia, bendera Merah Putih tidak turut berkibar. Saat tim Indonesia naik podium kejuaraan, malah bendera logo PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) yang berkibar. Hal ini menjadi sorotan dari warga Indonesia yang menantikan bendera Merah Putih berkibar di kancah dunia Internasional.

Alasan kenapa bendera Merah Putih Indonesia tidak dikibarkan saat peraihan juara Piala Thomas disebabkan sanksi yang dijatuhkan WADA (World Andti-Doping Agency) Badan Antidoping Dunia yang menilai Indonesia tidak mematuhi prosedur antidoping dalam hal ini adalah program test doping plan (TDP).

Akibat dari sanksi WADA tersebutlah yang menyebabkan bendera Merah Putih Indonesia dilarang berkibar di ajang international. Ditambah lagi sanksi kepada Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah event olahraga Internasional.

Sanksi yang diberikan WADA kepada Indonesia juga sudah diketahui oleh Menpora Zainudi Amali yang mengatakan hukuman WADA itu muncul karena Indonesia tidak bisa memenuhi sampel uji doping tahun 2020 dan 2021. Ini disebabkan terhentinya kegiatan olahraga di Indonesia karena pandemi virus corona.

“Benar bahwa kami mendapat surat dari WADA (bulan September) dan dianggap tidak patuh. Namun, sesuai apa yang sudah disampaikan WADA dalam suratnya, kami punya waktu untuk mengklarifikasi. Jadi tenggat waktunya kira-kira 21 hari,” terang Menpora Zainudin Amali dalam konferensi pers virtual pada Jumat (08/10/2021).

Sebagai Menpora, Zainudin Amali sudah mengirimkan surat klarifikasi terkait sanksi WADA tersebut dan sudah mendapatkan balasan dari WADA.  Zainudin menjelaskan bahwa WADA memahami kondisi olahraga di Indonesia yang sempat terhenti karena pandemi virus corona. Selain itu, Menpora juga mengatakan kalua WADA bersedia menunggu sampel uji doping di PON Papua sehingga batas minimal test doping plan (TDP) Indonesia dapat terpenuhi sesuai standar WADA. Sampel itu nantinya berada dalam pengawasan Agensi Antidoping Jepang yang sudah terakreditasi.

Latest

Inilah Cara Praktis Miliki Kulit Bersih Bebas Komedo

GENDIS.ID - Semua orang pasti ingin tampil cantik dan terlihat awet muda. Sehingga tak sedikit orang yang memilih melakukan...

More Articles Like This

Favorite Post