Tuesday, March 10, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 14 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI SABTU PEKAN III PRAPASKAH

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Sabtu 14 Maret 2026.

Kalender Liturgi hari Sabtu 14 Maret 2026 merupakan HARI SABTU PEKAN III PRAPASKAH, Santa Matilda, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Sabtu 14 Maret 2026:

Bacaan Pertama Hosea 6:1-6

“Aku menyukai kasih setia, dan bukan kurban sembelihan.”

Umat Allah berkata, “Mari, kita akan berbalik kepada Tuhan, sebab Dialah yang telah menerkam tetapi lalu menyembuhkan kita, yang telah memukul dan membalut kita.

Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Ia pasti muncul seperti fajar. Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

Dan Tuhan berfirman, “Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.

Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi. Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. Sebab Aku menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada kurban-kurban bakaran.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 51:3-4.18-19.20-21b

Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!

Sebab Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalau pun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahan kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Lakukanlah kerelaan hati-Mu kepada Sion, bangunlah kembali tembok-tembok Yerusalem! Maka akan dipersembahkan kurban sejati yang berkenan kepada-Mu kurban bakar dan kurban-kurban yang utuh.

Bait Pengantar Injil Mzm 95:8ab

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati.

Bacaan Injil Lukas 18:9-14

Sekali peristiwa, Yesus menyatakan perumpamaan ini kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain. Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang satu adalah orang Farisi dan yang lain pemungut cukai.

Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain; aku bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan bukan juga seperti pemungut cukai ini.

Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Aku berkata kepadamu: orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, sedang orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Sabtu 14 Maret 2026

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan,

Bacaan hari ini membawa kita pada satu kebenaran yang sangat sederhana tetapi juga sangat menantang bagi hidup manusia. Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Kitab Hosea kita mendengar Tuhan berkata, “Aku menyukai kasih setia, dan bukan kurban sembelihan.” Lalu dalam Injil dari Injil Lukas kita mendengar kisah tentang dua orang yang datang ke Bait Allah untuk berdoa: seorang Farisi dan seorang pemungut cukai.

Jika kita dengarkan dengan hati terbuka, sebenarnya kisah ini bukan hanya tentang dua orang pada zaman Yesus. Kisah ini adalah cermin tentang hati manusia, termasuk hati kita sendiri.

Orang Farisi dalam Injil itu tidak melakukan hal yang tampaknya salah. Ia berpuasa, ia memberi persembahan, ia menjalankan aturan agama dengan sangat baik. Semua itu sebenarnya baik. Tetapi masalahnya bukan pada perbuatannya, melainkan pada hatinya. Ia datang kepada Tuhan bukan untuk mencari Tuhan, melainkan untuk membuktikan bahwa dirinya lebih baik daripada orang lain. Doanya berubah menjadi daftar prestasi. Ia berbicara kepada Tuhan, tetapi sebenarnya ia sedang memuji dirinya sendiri.

Sementara itu pemungut cukai datang dengan hati yang sangat berbeda. Ia bahkan tidak berani menengadah. Ia tidak membawa daftar kebaikan. Ia tidak membandingkan dirinya dengan siapa pun. Ia hanya membawa satu hal: kejujuran tentang dirinya sendiri. Ia berkata dengan sederhana, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”

Dan Yesus mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan: justru orang inilah yang pulang sebagai orang yang dibenarkan oleh Allah.

Saudara-saudari, sering kali dalam kehidupan kita hari ini kita tanpa sadar menjadi seperti orang Farisi itu. Kita mungkin rajin berdoa, rajin ke gereja, melakukan banyak hal baik. Tetapi di dalam hati, kadang muncul sikap membandingkan. Kita merasa lebih baik daripada orang lain. Kita merasa lebih benar. Kita merasa lebih dekat dengan Tuhan.

Padahal Tuhan tidak pernah mencari kesempurnaan luar. Tuhan mencari hati yang jujur.

Inilah yang juga diingatkan oleh Tuhan melalui nabi dalam Kitab Hosea. Tuhan berkata bahwa yang Ia inginkan bukan sekadar kurban atau ritual keagamaan, tetapi kasih setia dan pengenalan akan Allah. Artinya Tuhan lebih peduli pada hati yang sungguh-sungguh mencintai, yang mau berubah, yang mau kembali kepada-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kerendahan hati seperti pemungut cukai itu sebenarnya sangat manusiawi. Kita semua punya kelemahan, kita semua pernah salah, kita semua pernah jatuh. Tetapi justru di situlah pintu rahmat Tuhan terbuka. Orang yang merasa dirinya sudah cukup baik sering kali sulit berubah. Tetapi orang yang berani mengakui kelemahannya justru lebih mudah disentuh oleh kasih Tuhan.

Masa Prapaskah yang sedang kita jalani adalah waktu untuk kembali melihat hati kita sendiri dengan jujur. Bukan untuk menyalahkan diri terus-menerus, tetapi untuk datang kepada Tuhan apa adanya. Tanpa topeng. Tanpa pembelaan diri. Tanpa membandingkan diri dengan orang lain.

Ketika seseorang berani berkata dengan tulus, “Tuhan, aku membutuhkan-Mu,” pada saat itulah rahmat Tuhan bekerja dengan sangat nyata.

Kerendahan hati bukan berarti merasa diri tidak berharga. Kerendahan hati berarti menyadari bahwa kita hidup karena kasih Tuhan. Kita berdiri bukan karena kehebatan kita sendiri, tetapi karena Tuhan selalu memberi kesempatan baru setiap hari.

Dan kabar baiknya adalah ini: Tuhan tidak pernah menolak hati yang datang dengan tulus. Amin.

Doa Penutup

Tuhan yang penuh belas kasih, ajarilah kami memiliki hati yang rendah dan jujur di hadapan-Mu. Bebaskan kami dari kesombongan yang sering tidak kami sadari. Bantulah kami melihat diri dengan benar, mengakui kelemahan kami, dan percaya pada rahmat-Mu yang selalu memberi kesempatan baru dalam hidup kami setiap hari. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 15 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI MINGGU PRAPASKAH IV

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post