Thursday, August 11, 2022

Mengenal Sejarah Vape atau Rokok Elektrik yang Kini Menjadi Tren Di Kalangan Anak Muda

Saat ini Rokok Elektrik atau Vape sudah sangat terkenal. Tapi apakah anda tahu Sejarah Vape atau Sejarah Rokok Elektrik ini?

Must Read
Mohon Kasih Bintang

GENDIS.ID – Seiring perkembangan teknologi, berbagai macam inovasi semakin marak bermunculan. Salah satu yang mandapat inovasi tersebut adalah rokok, hal ini dikarenakan rokok memiliki pecintanya sendiri serta pangsa pasar yang cukup besar di dunia. Saat ini Rokok Elektrik atau Vape sudah sangat terkenal. Tapi apakah anda tahu sejarah vape dan perkembangannya atau sejarah Rokok Elektrik ini?

Rokok elektrik atau dikenal juga dengan sebutan vape pada awal dirilis diperkenalkan sebagai alat terapi berhenti merokok. Untuk jenis-jenis vape yang ada di pasaran ada banyak dan bervariasi. Nah untuk lebih jelasnya dalam mengetahui apa itu rokok elektrik atau vape beserta cara kerjanya berikut ini kami sajikan selayang pandang Sejarah Vape atau Rokok Elektrik.

Artikel Menarik Lainnya:

Menikmati Panorama Alam Danau dan Gunung Batur di Kintamani

Perlu Tinggalkan Kebiasaan Buruk Ini Saat Usia Memasuki 40 Tahun

Pada awal mula diciptakannya rokok Elektrik atau vaporizer (vape) merupakan suatu alat untuk menggantikan rokok konvensional. Produsen mengklaim jika alat ini bisa menjadi alternatif merokok yang aman karena tidak melalui pembakaran bara api.

Klaim aman dari para produsen didasari dengan melihat proses pembentukan asap pada rokok elektrik adalah uap dari e-juice atau e liquid. Penguapan ini berasal dari panas listrik yang langsung dihantarkan lewat elemen pembakaran atau atomizer,  sehingga tidak menghasilkan tar yang biasanya terkandung dalam rokok kovensional. Selain itu, kadar nikotin pada e-juice bisa diatur sesuai kebutuhan Anda.

Selain bisa mengatur kadar nikotin, banyak pilihan varian e-juice, jenis-jenis vape yang beredar di pasaran juga beragam jenisnya. Mulai dari ada yang seukuran pena hingga yang sebesar handphone. Setiap masing-masing jenis memiliki spesifikasi dan keunggulan tersendiri, untuk komponen pada setiap rokok elektrik juga berbeda-beda tergantung produsen.

Jadi jika Anda yang tertarik membeli atau mencoba rokok elektrik, sebaiknya jangan terburu-buru. Sebaiknya pahami dulu spesifikasi dan cara kerja rokok elektrik (vape) dengan benar. Sehingga, nantinya Anda bisa menghindari masalah seminimal mungkin atau beli rokok elektrik yang sesuai dengan kebutuhan.

Sejarah Vape atau Rokok Elektrik dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Vape atau Rokok Elektrik

Untuk mengetahui apa itu rokok elektrik, maka harus tahu dulu siapa yang pertama kali memperkenalkannya. Meskipun rokok elektrik mulai populer di Indonesia sekitar tahun 2013-an, namun menurut Consumer Advocate for Smoke Free Alternative Association, pembuatan konsep vaporizer elektronik sudah ada sejak tahun 1930.

Seorang pakar bernama Joseph Robinson telah mematenkan vaporizer yang digunakan bersama bahan-bahan obat. Namun sayangnya, meski telah dipatenkan benda tersebut tidak jelas apakah benda tersebut telah dibuat untuk produksi massal dan diperjual belikan kepada khalayak umum. Paten serupa juga ditemukan sekitaran pada tahun 1934 dan 1936.

Untuk model rokok elektrik portable yang lebih sederhana dan kecil untuk menggantikan rokok kovensional dipatenkan oleh Herbert Gilbert pada tahun 1965. Namun, seperti halnya Joseph Robinson, rokok bertenaga listrik ini tidak pernah diproduksi secara massal dan diperjualbelikan.

Seiring berjalannya waktu dengan konsep berbeda, upaya untuk memproduksi rokok elketrik secara massal dilakukan pada tahun 1979 oleh Phil Ray dan Norman Jacobson. Untuk urusan pemasaran, mereka bahkan mencoba memasang iklan dan memproduksi rokok elektrik dengan cukup besar. Sayangnya, produk ini dihentikan produksinya pada tahun 1980-an karena berbagai macam alasan.

Dikenal Dunia

Rokok elektrik yang sukses dikomersilkan untuk pertama kalinya adalah ciptaan dari Hon Lik. Beliau merupakan seorang ahli farmasi asal Beijing yang mematenkan desain rokok elektrik pada tahun 2003. Produk awal milik Hon Lik hampir mirip dengan model milik Gilbert, namun dibuat lebih simpel dan kecil. Merek milik Hon Lik ini dinamakan Ruyan, yang berarti seperti merokok.

Rokok elektrik buatan Hon Lik pertama kali dipasarkan di dalam negerinya pada tahun 2004 dan secara skala internasional pada tahun 2006. Pada tahun 2014, tapi secara mengejutkan Hon Lik menjual seluruh paten dan desain rokok elektronik buatannya pada perusahaan Imperial Tobacco.

Rokok elektrik secara terus menerus mengalami perkembangan dan inovasi sejak munculnya produk milik Hon Lik. Mulai saat itu ada banyak jenis-jenis vape yang bermunculan dengan beragam inovasi termasuk rokok elektrik dengan mekanisme open system.

Apa itu open system? Mudahnya rokok elektrik bisa kita ubah komponen dan tegangannya sesuai dengan selera. Rokok elektrik model ini berbeda dengan milik Hon Lik yang sudah mendapat pengaturan langsung dari pabrikan (closed system). Pada tahun 2014 akhir, produsen vape Juul merilis rokok elektrik mengusung closed system yang lebih akrab disebut dengan Pod.

Pada tahun 2000-an, semakin banyak perusahaan rokok konvensional mulai melirik tingginya potensi produk sigaret alternatif ini. Maka untuk menyaingi merek dan jenis-jenis vape yang di pasaran, mereka mulai bergerak dan meluncurkan beberapa produk. Beberapa contohnya seperti, Philip Morris Accord, R.J. Reynolds Eclipse serta Marlboro IQOS. Produk-produk tersebut diklaim sudah menggunakan sistem tekanan panas untuk membuat tembakau merilis nikotin yang ada, tanpa perlu membakarnya.

Kinerja Rokok elektrik

Tidak adanya pembakaran, maka zat-zat karsinogenik seperti tar serta karbon monoksida tidak akan terbentuk. Hal tersebut yang mana membuat para produsen vape berani mengklaim jika produknya tidak berbahaya bagi tubuh, meski sebenarnya masih butuh penelitian lebih lanjut.

Dalam mekanismenya, rokok elektrik melakukan pembakaran, dari bagian kelistrikan akan mengambil energi dari baterai, setelah energi diperoleh langsung menyalurkan ke atomizer pada cartridge dan membuat e-juice tersebut menguap. Nah uap tersebutlah yang nantinya dihisap oleh para vaper lewat mouthpiece. Untuk cara mengaktifkan pembakaran ini, biasanya terdapat sebuah tombol atau sensor.

Meski banyak jenis-jenis vape yang beredar di pasar, komponen dasar dari semuanya terdiri dari empat bagian utama. Bagian itu dalah baterai, regulator (mod), atomizer, dan mouthpiece. Dalam membedakan untuk tiap jenisnya adalah spesifikasi, bentuk ukuran, dan sistem yang digunakan.

Semoga artikel ini yang berjudul Mengenal Sejarah Vape atau Rokok Elektrik yang Kini Menjadi Tren Di Kalangan Anak Muda memberi Anda informasi yang bermanfaat.

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

3 Penyebab Coil Gunk dan Cara Mengatasinya

GENDIS.ID - Kali ini kita akan membahas apa saja penyebab coil gunk serta bagaimana cara mengatasinya. Pernah kalian rasakan,...

More Articles Like This

Favorite Post