Minggu, Mei 26, 2024

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 20 Mei 2024 Lengkap Renungan Harian, Bacaan Pertama, Mazmur Tanggapan, Bait Pengantar Injil, Doa Penutup

Must Read
4/5 - (1 vote)

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Senin 20 Mei 2024.

Kalender Liturgi hari ini Senin 20 Mei 2024 merupakan Hari Senin Sesudah Pentakosta, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Bunda Gereja, Santo Bernardinus dari Siena, Pengaku Iman, Santo Ivo, Uskup, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Senin 20 Mei 2024:

BACA JUGA: Kalender Liturgi Katolik Bulan Mei 2024 Lengkap Bacaan Injil Katolik Harian Tanggal 1-31 Mei 2024, Mazmur Dan Warna Liturgi

BACA JUGA: Tata Cara Doa Rosario Lengkap Renungan Setiap Peristiwa, Ada Link PDF Disini

Bacaan Pertama Kej 3:9-15.20

Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunan wanita itu.

Pada suatu hari, di Taman Eden, setelah Adam makan buah pohon terlarang, Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, “Di manakah engkau?” Ia menjawab,

“Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Lalu Tuhan berfirman, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang?

Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan!

Dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya.

Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

ATAU BACAAN LAIN: Kis 1:12-14

Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa bersama.

Setelah Yesus diangkat ke surga, dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, kembalilah para rasul dari sana ke Yerusalem yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya. Setelah tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas tempat mereka menumpang.

Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa bersama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 87:1-2.3.5.6.7

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa!

Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya; Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.

Tetapi tentang Sion dikatakan: “Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.

Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung: “Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai, “Semua mendapatkan rumah di dalammu.”

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya.

Berbahagialah engkau, Perawan yang mengandung Tuhan; engkaulah Bunda Gereja yang bersukacita yang mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan Yesus Kristus, Putramu.

Bacaan Injil Yoh 19:25-34

Inilah ibumu.

Waktu Yesus bergantung di salib, dekat salib itu berdiri ibu Yesus, dan saudara ibu Yesus, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya,

berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!”

Dan sejak sat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena tahu bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Yesus, supaya genapah yang ada tertulis dalam Kitab Suci “Aku haus!”

Di situ ada suatu wadah penuh anggur asam. Maka mereka mencelupkan bunga karang dalam anggur asam itu, mencucukkannya pada sebatang hisop, lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

Sesudah meminum anggur asam itu, berkatalah Yesus, “Sudah selesai!” Lalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya. Karena hari itu hari persiapan,

dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar — maka datanglah para pemuka Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan, dan jenazah-jenazahnya diturunkan.

Lalu datanglah prajurit-prajurit dan mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus. Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Puncta 10.06.19 PW St. Perawan Maria, Bunda Gereja: Yohanes 19: 25-34 -  SESAWI.NET

Renungan Harian Katolik Jumat 17 Mei 2024

Renungan Katolik dari bacaan Injil Yohanes 19:25-34 mengajarkan kita tentang kasih dan pengorbanan. Dalam kehidupan sekarang ini, sikap nyata yang dapat kita contoh dari adegan ini adalah sikap kasih dan pengorbanan terhadap sesama, serta kesediaan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Maria, ibu Yesus, adalah contoh kasih yang tulus dan setia. Meskipun melihat anaknya disiksa dan disalibkan, Maria tetap berdiri di sampingnya, memperhatikan penderitaannya tanpa kenal lelah. Sikap ini mengajarkan kita untuk selalu setia dan peduli terhadap orang-orang terdekat kita, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

Saudara-saudara Yesus yang berada di sekitarnya juga memberikan contoh solidaritas dan kebersamaan. Mereka tidak meninggalkan Yesus sendirian, melainkan tetap berada di dekatnya untuk memberikan dukungan dan menghibur. Sikap ini mengajarkan kita pentingnya saling mendukung dan menyemangati dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat orang-orang terdekat kita mengalami kesulitan.

Ketika Yesus merasa haus, orang-orang memberinya anggur asam. Meskipun Yesus sudah sangat menderita, Ia tetap menerima minuman itu dengan sabar dan tanpa mengeluh. Sikap ini mengajarkan kita untuk menerima penderitaan dan cobaan dalam hidup dengan lapang dada, serta percaya bahwa setiap cobaan yang kita alami adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar.

Ketika prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak, darah dan air mengalir keluar. Hal ini dianggap sebagai tanda-tanda sakramen Gereja, yakni Ekaristi dan Baptisan. Darah dan air yang mengalir dari lambung Yesus mengingatkan kita akan pentingnya sakramen-sakramen ini dalam kehidupan kita sebagai umat Katolik, sebagai sumber pengampunan, penyucian, dan kehidupan baru dalam Kristus.

Dalam kehidupan sehari-hari, mari kita teladani sikap kasih, pengorbanan, solidaritas, dan kesabaran yang tergambar dalam bacaan Injil ini. Hidup tidak pernah lengkap tanpa penderitaan dan rasa sakit. Ketika kita mengalami sakit, kesulitan atau penderitaan, mari kita belajar dari kasih dan pengorbanan Maria dan Yesus. Mari kita menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi sesama, sehingga kasih dan pengabdian kita menjadi cermin dari kasih dan pengorbanan Yesus Kristus bagi kita semua. Amin.

Doa Penutup

Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, ajarilah kami untuk mengikuti jejak kasih dan pengorbanan Maria dan Yesus. Bantu kami untuk selalu setia, peduli, dan mendukung sesama, terutama dalam situasi sulit. Semoga kasih dan pengabdian kami menjadi cermin dari kasih-Mu yang tiada tara. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Info Terkini KLJ Tahap 2: Lansia DKI Jakarta Harapkan Kelancaran Pencairan

Wah, pencairan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) tahap 2 tahun 2024 masih ditunggu-tunggu nih sama para lansia di Jakarta, guys. Namun...

More Articles Like This

Favorite Post