Friday, January 23, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 8 Oktober 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik, Hari Rabu Biasa XXVII, Warna Liturgi Hijau

Must Read
5/5 - (3 votes)

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Rabu 8 Oktober 2025.

Kalender Liturgi hari Rabu 8 Oktober 2025 merupakan Hari Rabu Biasa XXVII, Simeon, Tokoh Israel Sejati, Santo Sergius dan Bakhus, Martir dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Rabu 8 Oktober 2025:

Bacaan Pertama: Yun 4:1-11

Engkau sayang akan pohon jarak itu. Mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu?

Yunus sangat kesal hatinya dan marah-marah, karena Tuhan mengasihi kota Niniwe. Maka berdoalah ia kepada Tuhan, “Ya Tuhan, bukankah telah kukatakan, ketika aku masih di negeriku! Aku tahu bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya, yang menyesali malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

Itulah sebabnya aku melarikan diri ke Tarsis. Maka sekarang, ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.” Tetapi Tuhan bersabda, “Layakkah engkau marah?” Yunus telah keluar dari kota Niniwe dan tinggal di sebelah timurnya.

Di situ ia mendirikan sebuah pondok dan duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu. Lalu atas penentuan Tuhan Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak yang menaungi kepala Yunus, agar ia terhibur dari kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.

Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah pula datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah, bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus; lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, Ia berkata, “Lebih baiklah aku mati daripada hidup.”

Tetapi Tuhan bersabda kepada Yunus, “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Jawab Yunus, “Selayaknyalah aku marah sampai mati.” Tuhan lalu bersabda, “Engkau sayang kepada pohon jarak itu. Padahal tidak sedikit pun engkau berjerih payah dan tidak pula engkau menumbuhkannya!

Pohon itu tumbuh dalam satu malam dan binasa pula dalam satu malam. Nah, mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, dengan ternaknya yang begitu banyak? Padahal mereka itu tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 86:3-6.9-10

Ref: Engkaulah Allah, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.

Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan; mereka akan memuliakan nama-Mu. Tuhan, sungguh besarlah Engkau! Engkau melakukan keajaiban-keajaiban, hanya Engkaulah Allah!

Bait Pengantar Injil: Rom 8:15

Kalian akan menerima Roh Roh pengangkatan menjadikan anak; dalam Roh itu kita berseru, ‘Abba, ya Bapa.’

Bacaan Injil: Luk 11:1-4

Tuhan, ajarlah kami berdoa.

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.

“Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami, sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Rabu 8 Oktober 2025

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Hari ini kita mendengarkan dua bacaan yang sama-sama berbicara tentang hati Allah yang penuh kasih dan kerinduan-Nya agar manusia belajar mengenal kasih itu secara nyata. Dari kisah Nabi Yunus, kita melihat betapa sulitnya manusia menerima kasih Allah yang melampaui batas pemikiran kita. Yunus marah karena Tuhan berbelas kasih kepada Niniwe. Ia merasa lebih pantas melihat kota itu binasa daripada diselamatkan. Dan di situlah Allah mengajar Yunus dengan cara yang sangat sederhana: melalui sebatang pohon jarak yang tumbuh dan layu dalam sekejap. Tuhan ingin membuka mata Yunus, bahwa kasih Allah bukanlah kasih yang terbatas pada ukuran keadilan manusia, melainkan kasih yang melampaui segalanya, bahkan kepada mereka yang dianggap “tidak pantas” diselamatkan.

Kita pun sering seperti Yunus. Kita senang ketika menerima kasih, pengampunan, dan berkat dari Tuhan. Tetapi, ketika orang lain yang kita anggap tidak layak mendapatkan hal yang sama, hati kita gelisah. Mungkin kita berkata dalam hati, “Tuhan, mengapa dia yang bersalah malah diberkati? Mengapa yang jahat masih diberi kesempatan?” Bacaan pertama ini menegur kita dengan lembut: kasih Allah tidak terbatas, dan Ia berhak mengasihi siapa saja. Tugas kita adalah belajar bersyukur karena kita pun sebenarnya tidak layak, tetapi terus-menerus diselamatkan oleh rahmat-Nya.

Lalu dalam Injil hari ini, Yesus mengajar para murid doa yang sangat sederhana namun mendalam, doa yang kita kenal sebagai doa Bapa Kami. Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ajaran hidup. Pertama, Yesus mengajak kita menyapa Allah sebagai Bapa. Sapaan itu membuat kita menyadari, bahwa kita bukan hamba yang jauh dari Allah, melainkan anak-anak yang dekat dengan hati-Nya.

Doa ini juga mengingatkan kita untuk percaya pada penyelenggaraan harian Tuhan: “Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya.” Artinya, kita diminta tidak serakah, tidak cemas berlebihan tentang hari esok, tetapi belajar percaya bahwa Tuhan akan mencukupkan yang kita butuhkan hari ini. Kemudian, Yesus menegaskan pentingnya pengampunan: “Ampunilah dosa kami, sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.” Kasih dan pengampunan Allah tidak boleh berhenti pada diri kita. Ia harus mengalir kepada orang lain. Inilah yang sering kali sulit, karena mengampuni berarti melepas luka dan belajar melihat sesama dengan mata kasih Allah.

Saudara-saudari, doa Bapa Kami bukan hanya doa yang kita ucapkan, tetapi doa yang perlu dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita bekerja, ketika kita mengalami masalah, ketika kita berjumpa dengan orang yang menyakiti hati, di situlah doa ini menjadi nyata. Kita percaya bahwa Bapa selalu menjaga kita, memberi rezeki yang cukup, mengampuni kita, dan menolong kita menghadapi pencobaan.

Maka, mari kita belajar hari ini dua hal penting: pertama, jangan membatasi kasih Allah dengan ukuran kita sendiri, karena kasih-Nya lebih besar daripada logika manusia. Kedua, mari menghidupi doa Bapa Kami, bukan hanya di bibir, tetapi dalam tindakan sehari-hari—dalam cara kita bekerja, berbagi, mengampuni, dan mempercayakan hidup kita kepada Bapa.

Semoga kita semakin mampu melihat kehidupan dengan hati yang terbuka, tidak sempit seperti Yunus, tetapi luas seperti hati Allah sendiri. Dan semoga doa yang kita panjatkan setiap hari benar-benar membentuk kita menjadi anak-anak Allah yang penuh iman, harapan, dan kasih.

Amin.

Doa Penutup

Bapa yang penuh kasih, ajarlah aku bersyukur atas rahmat-Mu, mengampuni dengan tulus, dan percaya bahwa Engkau selalu mencukupkan kebutuhanku. Bentuklah hatiku supaya tidak sempit, tetapi luas seperti hati-Mu, yang penuh belas kasih bagi semua orang. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Coretax Makin Ketat Ini Risiko Salah Klasifikasi Harta PPS dan Investasi PPS di SPT Tahunan

Menjelang deadline pelaporan SPT Tahunan di Core Tax Administration System (Coretax), banyak Wajib Pajak—khususnya yang pernah ikut Program Pengungkapan...

More Articles Like This

Favorite Post