Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 14 Mei 2026.
Kalender Liturgi hari Kamis 14 Mei 2026 adalah HARI KAMIS PASKAH VI, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN, Santo Matias, Rasul, Santa Maria Dominika Mazzarello, Pengaku Iman, Santo Mikhael Garicoits, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Putih.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 14 Mei 2026:
Bacaan Pertama: Kis. 1:1-11
Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang?demikian kata-Nya?”telah kamu dengar dari pada-Ku.
Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”
Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”
Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 47:2-3,6-7,8-9
Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.
Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,
Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!
Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.
Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan.
Bacaan Kedua: Ef. 1:17-23
dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Bacaan Injil: Matius 28:16-20
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.”
Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, kesebelas murid berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Kamis 14 Mei 2026
Renungan Harian Katolik
Kamis, 14 Mei 2026
Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus
Saudara-saudari terkasih, Hari Raya Kenaikan Tuhan sering kali dipahami sebagai perpisahan. Yesus naik ke surga, lalu para murid tinggal sendiri di dunia. Namun sebenarnya, Kenaikan Tuhan bukanlah kisah tentang Yesus meninggalkan manusia, melainkan tentang Yesus mempercayakan manusia untuk melanjutkan karya kasih-Nya di dunia.
Dalam Bacaan Pertama, para murid masih menatap ke langit ketika Yesus terangkat. Mereka bingung, takut, dan belum benar-benar siap menghadapi hidup tanpa kehadiran Yesus secara fisik. Mereka berharap Yesus segera memulihkan kejayaan Israel. Mereka masih memikirkan kemenangan duniawi, kekuatan politik, dan keadaan yang nyaman. Tetapi Yesus mengarahkan hati mereka pada sesuatu yang lebih besar: menjadi saksi kasih Tuhan sampai ke ujung bumi.
Bukankah sering kali kita juga seperti para murid? Kita lebih sibuk meminta Tuhan memperbaiki keadaan hidup kita sesuai keinginan kita sendiri. Kita ingin masalah cepat selesai, ekonomi membaik, hubungan dipulihkan, pekerjaan lancar, kesehatan sempurna. Kita berharap Tuhan mengubah situasi, tetapi Tuhan justru ingin lebih dahulu mengubah hati kita.
Yesus tidak menjanjikan hidup tanpa kesulitan. Ia juga tidak menjanjikan bahwa setelah percaya kepada-Nya semua persoalan langsung hilang. Yang Ia janjikan adalah penyertaan-Nya. “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Kalimat ini sangat sederhana, tetapi menjadi kekuatan besar bagi hidup manusia modern yang sering merasa sendirian.
Hari-hari ini banyak orang tampak kuat di luar, tetapi sebenarnya lelah di dalam. Banyak yang tersenyum di media sosial, tetapi diam-diam kehilangan arah hidup. Banyak orang bekerja tanpa henti, tetapi hatinya kosong. Ada yang setiap hari berdoa, tetapi masih menyimpan ketakutan tentang masa depan. Ada yang datang ke gereja, tetapi pulang dengan hati yang tetap gelisah karena tekanan hidup begitu besar.
Di situlah Kenaikan Tuhan mempunyai makna mendalam. Yesus naik ke surga bukan untuk menjauh dari manusia, melainkan supaya manusia belajar berjalan bersama iman, bukan hanya bergantung pada apa yang terlihat oleh mata. Tuhan tetap hadir, walau tidak selalu terlihat. Tuhan tetap bekerja, walau hidup kadang terasa gelap.
Dalam Bacaan Kedua, Santo Paulus berdoa supaya “mata hati” kita menjadi terang. Bukan mata fisik, tetapi mata hati. Sebab masalah terbesar manusia sering bukan kurang uang, kurang kemampuan, atau kurang kesempatan, melainkan hati yang kehilangan terang pengharapan.
Ketika hati gelap, manusia mudah putus asa. Sedikit masalah membuat marah. Sedikit kegagalan membuat merasa tidak berharga. Sedikit penolakan membuat kecewa berat. Tetapi ketika mata hati diterangi Tuhan, manusia mampu melihat bahwa hidup ini tetap memiliki arti, bahkan di tengah luka sekalipun.
Injil hari ini juga memperlihatkan sesuatu yang sangat manusiawi. Ketika para murid melihat Yesus, tertulis bahwa “beberapa orang ragu-ragu.” Menarik sekali, karena keraguan ternyata hadir bahkan dekat dengan Yesus sendiri. Artinya, Tuhan tidak hanya memanggil orang yang imannya sempurna. Tuhan juga memakai orang-orang yang masih takut, masih bingung, masih rapuh.
Kadang kita merasa tidak pantas menjadi alat Tuhan karena hidup kita belum baik. Kita merasa doa kita masih naik turun, emosi kita masih mudah meledak, atau hati kita masih sering kecewa. Tetapi Yesus tetap berkata, “Pergilah.” Tuhan tidak menunggu kita sempurna untuk berkarya. Tuhan berjalan bersama proses hidup kita.
Menjadi saksi Kristus hari ini bukan selalu soal berkhotbah di depan banyak orang. Kadang kesaksian terbesar justru terlihat dalam hal sederhana: tetap jujur saat banyak orang curang, tetap sabar ketika keluarga sulit memahami kita, tetap setia bekerja walau lelah, tetap mengampuni walau disakiti, tetap berdoa walau jawaban Tuhan belum datang.
Dunia sekarang sangat membutuhkan orang-orang yang menghadirkan kasih Tuhan secara nyata. Sebab banyak orang kehilangan rasa aman, kehilangan ketulusan, kehilangan harapan. Maka sebagai murid Kristus, kita dipanggil bukan hanya percaya kepada Tuhan di dalam gereja, tetapi menghadirkan wajah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Kenaikan Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup manusia tidak berhenti pada dunia ini saja. Ada tujuan yang lebih tinggi daripada sekadar sukses, pujian, atau kekayaan. Hati manusia diciptakan untuk Tuhan. Dan selama manusia menjauh dari Tuhan, selalu ada kekosongan yang tidak bisa diisi oleh apa pun.
Karena itu hari ini Tuhan mengajak kita berhenti terlalu lama menatap “langit” seperti para murid, berhenti hanya tenggelam dalam kebingungan dan ketakutan, lalu mulai berjalan membawa kasih Tuhan di tengah dunia. Sebab Kristus yang naik ke surga itu tetap menyertai langkah hidup kita, bahkan sampai akhir zaman.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarilah kami percaya bahwa Engkau tetap hadir dalam setiap perjuangan hidup kami. Terangilah hati kami saat takut, lelah, dan kehilangan harapan. Jadikan kami pribadi yang membawa kasih, pengampunan, dan damai bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari. Sertailah langkah kami agar tetap setia mengikuti kehendak-Mu. Amin.
