Belakangan ini, jagat media sosial lagi rame banget ngebahas satu istilah yang kedengarannya ilmiah tapi relate sama kehidupan sehari-hari: Extended Adolescence.
โKok Dewasa Lama Banget?โ ๐ค Ini Dia Arti Extended Adolescence yang Lagi Viral di Medsos
Istilah ini sering muncul di TikTok, Instagram, sampai X (Twitter), apalagi kalau topiknya nyenggol soal umur, kedewasaan, nikah muda, karier, dan pencarian jati diri.
Gara-gara dibahas sama beberapa konten kreator muda, istilah ini makin viral dan bikin netizen adu pendapat. Ada yang setuju, ada yang ngerasa tersindir, bahkan ada juga yang nganggep konsep ini cuma โpembenaranโ buat santai di usia dewasa.
Terus, sebenarnya Extended Adolescence itu apaan sih? Kenapa sering dikaitkan sama Gen Z? Dan bener nggak sih ini bikin orang jadi โdewasa telatโ?
Yuk, kita kupas tuntas ๐
Extended Adolescence adalah kondisi di mana masa remaja terasa lebih panjang dari biasanya. Kalau dulu orang dianggap dewasa pas masuk usia 18โ20 tahun, sekarang batas itu makin blur.
Di era modern, banyak orang baru bener-bener ngerasa โdewasaโ di usia pertengahan 20-an, bahkan mendekati 30. Bukan karena nggak mau dewasa, tapi karena proses transisinya memang lebih panjang.
Soalnya, dewasa zaman sekarang nggak cuma soal umur, tapi juga:
- siap mental,
- stabil secara emosi,
- mandiri secara finansial,
- punya arah hidup yang jelas.
Makanya, nggak heran kalau masih banyak usia 20-an yang:
- tinggal bareng orang tua,
- belum nikah,
- masih kuliah atau ganti-ganti kerja,
- fokus eksplor diri dan karier.
Semua ini sering dikaitkan dengan fenomena Extended Adolescence.
Kenapa Extended Adolescence Bisa Terjadi?
Fenomena ini muncul bukan tanpa alasan. Ada banyak faktor yang bikin masa โmenuju dewasaโ jadi makin panjang.
1๏ธโฃ Pendidikan Makin Panjang
Sekarang, gelar sarjana bahkan pascasarjana sering dianggap standar buat bersaing di dunia kerja. Akibatnya, banyak anak muda nunda kerja full time karena masih sekolah.
2๏ธโฃ Dunia Kerja Makin Ribet
Kerja zaman sekarang butuh skill seabrek, pengalaman, dan fleksibilitas tinggi. Jadi wajar kalau banyak orang butuh waktu lebih lama buat nemuin karier yang cocok.
3๏ธโฃ Kondisi Ekonomi Nggak Ramah
Harga rumah mahal, biaya hidup naik, kerjaan nggak selalu stabil. Mau mandiri di usia muda sekarang nggak segampang dulu.
4๏ธโฃ Otak Masih Berkembang
Secara ilmiah, bagian otak yang ngatur pengambilan keputusan dan kontrol emosi masih berkembang sampai usia pertengahan 20-an. Jadi wajar kalau proses pendewasaan juga ikut molor.
Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Extended Adolescence
Biasanya, Extended Adolescence kelihatan dari beberapa tanda berikut:
- Masih bergantung secara finansial ke orang tua
- Fokus utama ke pendidikan dan pengembangan diri
- Masih eksplor minat, passion, dan karier
- Menunda nikah, punya anak, atau beli rumah
- Ngerasa โmasih cari jati diriโ meski usia udah 20-an
Sampai muncul istilah bercanda tapi relate:
๐ โUsia 25 itu 18 versi update.โ
Extended Adolescence & Drama di Media Sosial
Istilah ini makin panas setelah disinggung oleh konten kreator Azkiave, yang menikah di usia 19 tahun. Lewat unggahan Instagram @azkiave pada 29 Desember 2025, ia ngebahas soal nikah muda dan bisnis di usia belia.
Menurut Azkiave, banyak anak muda sekarang โterlalu nyamanโ dengan Extended Adolescence. Ia menilai budaya โmasih muda, santai duluโ bikin generasi sekarang enggan ambil tanggung jawab besar.
Ia juga mengaitkan pandangannya dengan nilai agama, yang menekankan tanggung jawab sejak seseorang akil, baligh, dan mukalaf.
Komentar pun langsung meledak. Reaksi netizen super beragam:
- Ada yang setuju dan bilang nikah muda itu solusi biar cepat dewasa
- Ada yang kontra dan bilang hidup tiap orang beda-beda
- Banyak juga yang bilang dewasa nggak harus lewat pernikahan
- Beberapa netizen mengkritik cara penyampaian dan pemilihan diksi
- Ada pula yang minta isu agama nggak digeneralisasi
Dari sini kelihatan jelas, Extended Adolescence itu isu sensitif dan maknanya bisa beda-beda buat tiap orang.
Kata Ilmuwan Soal Extended Adolescence
Mengutip Scientific American, Extended Adolescence adalah fase di mana seseorang masih bergantung secara finansial dan emosional lebih lama dibanding standar usia remaja klasik.
Fase ini biasanya diisi dengan:
- eksplor identitas,
- cari pengalaman hidup,
- nyusun tujuan jangka panjang,
- adaptasi sama tuntutan zaman.
Fenomena ini dianggap sebagai respons alami terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang makin kompleks.
Terus, Extended Adolescence Itu Buruk Nggak?
Jawabannya: nggak selalu.
Extended Adolescence bukan hal negatif, selama dijalani dengan arah dan tanggung jawab. Justru, fase ini bisa jadi waktu penting buat:
- mengenal diri sendiri lebih dalam,
- bikin keputusan hidup yang matang,
- menghindari keputusan gegabah.
Masalahnya baru muncul kalau fase ini dijadikan alasan buat lari dari tanggung jawab tanpa tujuan jelas.
Yang perlu diingat, hidup bukan lomba cepat-cepetan dewasa. Setiap orang punya timeline masing-masing.
Extended Adolescence adalah gambaran nyata bagaimana cara manusia memasuki fase dewasa berubah di era modern. Banyak orang muda memilih menunda peran dewasa tradisional bukan karena malas, tapi karena ingin siap secara mental, finansial, dan emosional.
Daripada jadi bahan saling menghakimi, fenomena ini lebih sehat kalau dipahami sebagai konteks sosial zaman sekarang.
Karena pada akhirnya, dewasa itu bukan soal umur, tapi soal tanggung jawab dan kesadaran diri. โจ
