Masuk Januari 2026 tuh vibes kantor langsung berubah. Bukan cuma soal resolusi tahun baru, tapi bagian HR, finance, dan payroll udah mulai pasang mode siaga satu. Kenapa? Karena satu “ritual wajib” datang lagi: lapor SPT Masa PPh 21 Desember 2025.
Dan FYI ya, Desember itu bukan bulan pajak biasa. Ini bulan penentuan nasib:
👉 Pajaknya pas?
👉 Kurang setor?
👉 Atau malah kelebihan potong dan harus balikin duit ke karyawan?
Belum lagi sekarang semuanya pakai Coretax DJP, sistem baru yang aturannya lebih ketat dan nggak bisa asal klik-klik. Nah, biar nggak panik pas deadline mepet, sini Gendis jelasin step by step. 👇
⏰ Deadline Dulu Nih! Jangan Ketipu Status “Nihil”
Catet baik-baik:
📅 Batas akhir lapor: 20 Januari 2026
Banyak yang kejebak mikir,
“Ah Desember nihil, ngapain lapor?”
❌ SALAH BESAR.
Walaupun:
- Nggak ada gaji dibayar
- Pajak nol
- Atau nggak ada setoran
👉 SPT Masa Desember tetap WAJIB dilapor.
Kalau skip? Siap-siap kena sanksi administrasi. Pajak tuh nggak kenal alasan 😬
🧾 Desember Tanpa Bukti Potong Bulanan, Emang Bisa?
Nah ini nih yang bikin banyak orang kaget.
Di Coretax, khusus masa Desember:
❌ Nggak ada bukti potong bulanan
✅ Yang ada cuma Bukti Potong Tahunan
Jenisnya:
- 1721-A1 (BPA1) → karyawan swasta & pensiunan
- 1721-A2 (BPA2) → ASN, TNI/Polri, pejabat negara
Artinya?
📌 Semua penghasilan + pajak dari Januari–Desember dirangkum jadi satu
📌 Ini final, bukan coba-coba
📊 Disetahunkan, Full Year, Partial? Jangan Asal Pilih!
Pas bikin bukti potong tahunan, Coretax bakal nanya:
“Jenis pemotongannya apa?”
Pilihan yang sering bikin bingung: Annualized (Disetahunkan)
⚠️ Annualized itu BUKAN buat karyawan baru WNI ya!
Dipakai khusus kalau:
- Pegawai asing baru jadi subjek pajak dalam negeri di tengah tahun
- Pegawai asing cabut permanen sebelum Desember
Kalau:
- Karyawan WNI masuk kerja Juli
- NIK/NPWP udah lama punya
👉 Itu bukan annualized, tapi tetap dihitung sesuai periode kerja.
Salah pilih? Hitungan pajak bisa ngaco 😵💫
🔍 Alur Aman Lapor PPh 21 Desember di Coretax
Biar nggak muter-muter, ikutin jalur aman ini:
1️⃣ Beresin Identitas Pegawai
Pastikan:
- ❌ NIK sementara
- ❌ NIK dummy
Udah nggak ada.
Kalau masih ada, Coretax bakal nolak bukti potong tahunan.
2️⃣ Bikin Bukti Potong Tahunan (BPA1/BPA2)
Masukin semua:
- Gaji
- Tunjangan
- Bonus
- THR
Ini rekap final setahun, jadi nggak boleh asal.
3️⃣ Cek Posisi Pajak: Nihil, Kurang, atau Lebih Bayar
Hasil akhirnya biasanya salah satu ini:
✅ Nihil
Aman, pajak setahun pas.
⚠️ Kurang Bayar
Pajak setahun > potongan Jan–Nov
➡️ Selisihnya dipotong di Desember & disetor.
💸 Lebih Bayar
Potongan Jan–Nov kebanyakan
➡️ WAJIB dikembalikan ke karyawan maksimal 31 Januari 2026
Tenang, perusahaan bisa net-off kelebihan itu dengan pajak karyawan lain biar setorannya nggak bengkak.
4️⃣ Submit SPT Masa Desember
Kalau semua beres:
- Buat konsep SPT
- Cek ringkasan
- Bayar kalau kurang
- Klik LAPOR
Selesai ✔️
🧠 Tips Buat Kantor dengan Karyawan Segambreng
Kalau karyawan ratusan:
- Jangan input manual
- Pakai impor XML
Catatan penting:
- Gunakan template resmi DJP
- Isi data di sheet DATA
- Jangan asal kode objek pajak
- Pastikan NPWP, NIK, NITKU valid
Sedikit typo aja = gagal upload 😭
🔑 Intinya Gini…
- Desember = rekap final PPh 21 setahun
- ❌ Nggak ada bukti potong bulanan
- ✅ Wajib bikin BPA1/BPA2
- Nihil tetap lapor
- Lebih bayar wajib dibalikin
- Annualized jangan salah sasaran
Kalau Coretax udah dipahami, urusan pajak akhir tahun nggak semenakutkan itu kok 😉
