Sunday, January 18, 2026

Hadir di Deklarasi Partai Gema Bangsa, Sudirman Said Dukung Politik Daerah Kuat dan Anti Nepotisme

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Deklarasi Partai Gerakan Mandiri Bangsa alias Partai Gema Bangsa sukses mencuri perhatian publik. Bukan cuma karena statusnya sebagai partai baru, tapi juga karena kehadiran sejumlah tokoh nasional, salah satunya Sudirman Said, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2014–2016.

Acara deklarasi yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026) itu terasa spesial. Di momen tersebut, Sudirman Said secara terbuka menyampaikan pandangan positifnya terhadap kelahiran Partai Gema Bangsa. Menurutnya, kehadiran partai baru ini bisa jadi sinyal baik di tengah kondisi demokrasi Indonesia yang sedang masuk fase pancaroba.

“Partai Gema Bangsa semoga menjadi ruang agregasi dan konsolidasi gagasan, serta talent pool politik terbaik,” ujar Sudirman saat hadir sebagai undangan dalam acara tersebut.

Buat Sudirman, langkah para aktivis yang memilih terjun langsung ke politik lewat pembentukan partai adalah keputusan yang relevan dan konstruktif. Ia menilai, saat ini demokrasi Indonesia sedang mengalami penurunan semangat aktivisme.

“Demokrasi kita saat ini kan sedang kehilangan napas aktivisme. Jangan bayangkan ada dinamika aktivisme macam gaya Hatta, Sukarno, Yamin, Natsir, dan lain-lain di sana. Jadi, ketika para aktivis memutuskan untuk berserikat melalui organisasi politik, itu tentu pertanda baik,” kata Sudirman.

Ia menambahkan, pilihan untuk membangun organisasi politik bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan bentuk sikap untuk ikut memperbaiki sistem secara langsung dari dalam.

Desentralisasi Dinilai Jadi Agenda yang Pas dengan Kondisi Indonesia

Sudirman Said juga memberikan apresiasi khusus kepada para pendiri dan penggerak Partai Gema Bangsa yang berani membawa wajah dan wadah baru dalam kancah politik nasional. Salah satu hal yang paling ia soroti adalah fokus partai pada penguatan desentralisasi dan otonomi daerah, termasuk otonomi fiskal.

Menurut Sudirman, langkah tersebut menunjukkan kedewasaan politik.

“Adalah sebuah langkah dewasa untuk memperbaiki mutu demokrasi dan tata-kelola pengurusan negara melalui komitmen memberi ruang yang lebih besar bagi tokoh-tokoh daerah serta penuntasan otonomi daerah melalui penguatan otonomi fiskal,” ujarnya.

Tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki wilayah luas dan karakter daerah yang beragam. Sudirman melihat desentralisasi bukan sekadar wacana, tapi solusi nyata agar daerah punya ruang lebih besar untuk berkembang dan menentukan arah pembangunannya sendiri.

Meritokrasi Jadi Nafas Demokrasi, Lawan Nepotisme yang Makin Meresahkan

Selain desentralisasi, Sudirman Said juga menaruh perhatian besar pada komitmen Partai Gema Bangsa untuk mengembalikan meritokrasi sebagai roh utama demokrasi. Menurutnya, meritokrasi adalah kunci agar demokrasi bisa menghasilkan pemimpin berkualitas.

“Meritokrasi itu praktik pemberi napas demokrasi. Pemimpin dipilih karena prestasi, rekam-jejak, integritas, dan kapasitas. Melaluinya, demokrasi jadi akan bisa melahirkan pemimpin-pemimpin yang bukan saja mumpuni, tapi juga cakap dan patut jadi teladan dalam ucap, tindak, dan peneguhan nilai-nilai moral,” papar Sudirman.

Ia menegaskan, isu meritokrasi saat ini sangat dirindukan publik, terutama oleh generasi muda. Banyak anak muda yang merasa resah dengan makin maraknya praktik nepotisme yang dianggap sudah terlalu biasa.

“Penyakit kronis tersebut telah mengganjal dan memupus harapan siapa pun mereka yang sudah profesional dan bekerja keras dengan keringatnya sendiri. Nepotisme sangat mengkhianati prinsip keadilan,” tegasnya.

Bagi Sudirman, jika demokrasi ingin kembali dipercaya, maka sistem harus memberi ruang adil bagi siapa pun yang berprestasi, bukan hanya mereka yang punya koneksi.

Dilamar Masuk Partai, Disambut Tawa dan Tepuk Tangan

Momen menarik terjadi saat Ketua Umum Partai Gema Bangsa secara khusus menyapa Sudirman Said di tengah acara. Dengan nada santai dan berseloroh, Sudirman bahkan sempat “dilamar” untuk ikut memperkuat barisan Partai Gema Bangsa ke depan.

Candaan tersebut langsung disambut tawa, tepuk tangan, dan sorak sorai para hadirin yang memenuhi ruangan. Meski disampaikan dengan suasana cair, momen itu menunjukkan besarnya harapan kader dan simpatisan terhadap figur Sudirman Said.

Harapan: Partai Baru Jangan Sekadar Numpang Nama

Di akhir pernyataannya, Sudirman berharap kehadiran Partai Gema Bangsa tidak hanya menjadi tambahan daftar peserta pemilu, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata dalam praktik politik nasional.

“Kehadirannya harus menjadi darah segar bagi hidupnya kembali jiwa aktivisme seperti yang telah dirintis para founding parents. Ia juga harus bisa memulihkan kepercayaan publik terhadap muruah demokrasi sebagai alat untuk mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana yang diamanatkan alinea keempat Pembukaan UUD 1945,” tandas Sudirman.

Dengan visi desentralisasi, meritokrasi, dan semangat aktivisme, Partai Gema Bangsa diharapkan mampu menjawab kegelisahan publik sekaligus menjadi alternatif baru dalam lanskap politik Indonesia ke depan.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Tarif Impor Trump dan Ambisi Greenland Mengguncang NATO serta Uni Eropa

Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi-lagi bikin geger dunia internasional. Kali ini, gara-gara ancaman tarif impor baru yang...

More Articles Like This

Favorite Post