Sunday, January 11, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 16 Januari 2026 Markus 2:1-12 dan Renungan Harian Katolik

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 16 Januari 2026.

Kalender Liturgi hari Jumat 16 Januari 2026 merupakan Hari Biasa, Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 16 Januari 2026:

Bacaan Pertama: 1Sam. 8:4-7,10-22a

Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya: “Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain.”

Waktu mereka berkata: “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,” perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.

Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya, katanya: “Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya;

Ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka.

Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan. Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya

dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.

Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya. Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya.

Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu.” Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: “Tidak, harus ada raja atas kami; maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang.”

Samuel mendengar segala perkataan bangsa itu, dan menyampaikannya kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka.” Kemudian berkatalah Samuel kepada orang-orang Israel itu: “Pergilah, masing-masing ke kotanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mzm. 89:16-17,18-19

  • karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.
  • Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.
  • Sebab perisai kita kepunyaan TUHAN, dan raja kita kepunyaan Yang Kudus Israel.
  • Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: “Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.

Bacaan Injil: Markus 2:1-12

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:”Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” ?berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik Jumat 16 Januari 2026

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Hari ini Sabda Tuhan mengajak kita masuk ke dalam ruang batin manusia yang sangat nyata: ruang ketakutan, harapan, kekecewaan, dan iman. Bacaan Pertama dan Injil seakan berbicara dengan bahasa kehidupan kita sehari-hari, kehidupan manusia zaman sekarang yang sering lelah, ingin aman, ingin cepat ditolong, dan ingin melihat sesuatu yang konkret.

Dalam Bacaan Pertama, bangsa Israel datang kepada Samuel dengan satu permintaan yang terdengar sangat manusiawi: mereka ingin memiliki raja seperti bangsa-bangsa lain. Mereka merasa tidak aman, tidak yakin dengan masa depan, dan ingin ada figur yang kelihatan, yang bisa memimpin mereka secara nyata. Mereka lelah hidup dalam ketergantungan pada Allah yang tidak terlihat. Mereka ingin kepastian yang bisa dipegang, kekuasaan yang bisa dilihat, pemimpin yang bisa disalahkan atau dibanggakan.

Permintaan itu, saudara-saudari, bukan sekadar soal politik atau sistem pemerintahan. Itu adalah gambaran hati manusia yang perlahan menjauh dari Allah tanpa sadar. Tuhan sendiri berkata, “Bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.” Kalimat ini terasa sangat dalam dan menyentuh. Allah tidak marah dengan suara keras, tetapi terluka oleh pilihan manusia yang lebih percaya pada kekuatan manusia daripada pada kasih dan penyelenggaraan-Nya.

Samuel sudah mengingatkan konsekuensinya. Raja yang mereka inginkan akan mengambil, menuntut, membebani, bahkan memperbudak. Namun bangsa itu tetap bersikeras. Mereka tahu risikonya, tetapi rasa takut mereka lebih besar daripada iman mereka. Betapa sering kita juga seperti itu. Kita tahu bahwa pilihan tertentu bisa melukai hati, merusak relasi, atau menjauhkan kita dari Tuhan, tetapi karena ingin aman, ingin cepat, ingin sama seperti orang lain, kita tetap memilihnya.

Lalu Injil hari ini membawa kita kepada Yesus di Kapernaum. Di sana kita melihat gambaran yang sangat kontras. Ada seorang lumpuh yang sama-sama berada dalam keterbatasan dan ketidakberdayaan. Tetapi yang menarik, orang ini tidak datang dengan tuntutan, melainkan dengan iman. Ia bahkan tidak bisa berjalan sendiri. Ia digotong oleh empat orang yang tidak menyerah oleh kerumunan, tidak berhenti oleh halangan, bahkan berani membuka atap demi membawa sahabat mereka ke hadapan Yesus.

Ketika Yesus melihat iman mereka, Ia tidak langsung berkata, “Bangun dan berjalanlah.” Ia justru berkata, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Ini sangat penting. Yesus menyentuh akar terdalam penderitaan manusia terlebih dahulu. Bukan hanya tubuh yang lumpuh, tetapi hati yang terluka, relasi dengan Allah yang mungkin terputus, rasa bersalah yang membelenggu jiwa. Bagi Yesus, pemulihan sejati selalu dimulai dari dalam.

Ahli-ahli Taurat hanya melihat dengan pikiran yang kaku dan penuh kecurigaan. Mereka sibuk mempertanyakan wewenang Yesus, sementara seorang manusia di hadapan mereka sedang mengalami keselamatan. Betapa sering kita juga terjebak dalam sikap seperti itu. Kita lebih sibuk menilai, menghakimi, dan mempersoalkan aturan, daripada melihat karya kasih Allah yang sedang terjadi di sekitar kita.

Yesus lalu menyembuhkan orang lumpuh itu secara nyata, bukan untuk pamer kuasa, tetapi agar semua orang mengerti bahwa Allah benar-benar hadir dan bekerja. Orang itu bangkit, mengangkat tilamnya, dan pulang. Ia tidak hanya sembuh, tetapi dipulihkan martabatnya. Ia kembali berjalan di dunia dengan hidup yang baru.

Saudara-saudari terkasih, dua bacaan hari ini menempatkan kita di persimpangan yang sama. Kita bisa memilih seperti bangsa Israel yang ingin mengandalkan “raja-raja” duniawi: uang, jabatan, popularitas, kenyamanan, atau pengakuan manusia. Atau kita bisa memilih seperti orang lumpuh dan sahabat-sahabatnya: datang kepada Yesus dengan iman, kerendahan hati, dan keberanian untuk membuka “atap” hidup kita, membongkar zona nyaman, agar Kristus sungguh masuk dan menyembuhkan.

Renungan ini mengajak kita bertanya dengan jujur dalam hati: siapa yang sesungguhnya menjadi raja dalam hidupku hari ini? Apakah aku sungguh membiarkan Tuhan memimpin, meski jalannya tidak selalu mudah dan instan? Ataukah aku lebih memilih solusi cepat yang kelihatannya aman, tetapi perlahan menjauhkan aku dari-Nya?

Membaca Injil setiap hari dan merenungkannya bukan sekadar rutinitas rohani. Di sanalah kita belajar mempercayakan hidup kepada Allah yang mungkin tidak selalu memberi apa yang kita minta, tetapi selalu memberi apa yang kita butuhkan. Di tengah kesibukan, tekanan hidup, dan luka-luka batin, Injil menjadi tempat kita beristirahat, disembuhkan, dan dikuatkan kembali.

Semoga hari ini kita berani datang kepada Yesus apa adanya, dengan iman yang sederhana namun sungguh. Dan semoga kita juga menjadi seperti empat orang yang menggotong: hadir bagi sesama, membantu mereka mendekat kepada Tuhan, bukan dengan kata-kata indah, tetapi dengan kasih yang nyata dan setia. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, aku datang apa adanya. Sembuhkan hatiku yang takut dan lelah. Ajari aku percaya kepada-Mu lebih dari kekuatanku sendiri. Jadilah Raja dalam pilihanku hari ini, agar hidupku jujur, peduli, dan setia melayani sesama di tengah kesibukan dan tantangan zaman ini yang iman. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 17 Januari 2026 Markus 2:13-17 dan Renungan Harian Katolik

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post