Apa jadinya kalau barang yang kelihatan “cuma mainan” ternyata bisa bikin hidupmu berantakan? Denny Sumargo baru-baru ini mengajak publik untuk membuka mata soal bahaya Whip Pink dan vape di podcast CURHAT BANG yang trending di YouTube.
Tapi ini bukan sekadar gosip viral, karena Denny mengundang BNN, dokter spesialis, investigator produk, hingga mantan pengguna untuk ngobrol tuntas.
Gas Nitrous Oxide, “Whip Pink” yang Super Menggoda
Whip Pink, gas Nitrous Oxide (N2O), awalnya memang alat dapur buat bikin krim kocok. Tapi sayangnya, di tangan sebagian orang, ia berubah jadi sumber “fly” instan. Doktif, investigator yang rajin melacak produk viral, menemukan cara pemasaran Whip Pink yang aneh dan mencurigakan.
“Ada gambar astronaut di websitenya. Maksudnya apa? Astronaut terbang, whip cream juga bisa terbang?” ujar Doktif dengan nada setengah bercanda, setengah serius.
Selain itu, paket-paket Whip Pink sering disertai alat tambahan yang seharusnya nggak perlu ada kalau tujuannya cuma buat masak. Menurut Doktif, ini bukti nyata kalau produk legal bisa dimanfaatkan untuk hal yang salah.
Mantan Pengguna Bicara: Sensasi Sekejap, Kerusakan Panjang
Doni, mantan pengguna N2O, buka-bukaan soal pengalamannya. Awalnya, rasa penasaran dan cerita teman bikin ia mencoba. Hasilnya? Sensasi halusinasi tinggi, tubuh lemas, kepala pusing—semua dalam satu paket.
“Awalnya seru, tapi lama-lama emosi saya nggak stabil. Ribut terus, sampai mau cerai,” kata Doni sambil menyesali keputusan masa lalunya.
Dari kisah Doni, terlihat jelas: efek sesaat mungkin menyenangkan, tapi dampaknya bisa menghancurkan kehidupan pribadi.
Dokter Spesialis Bongkar Fakta Medis Ngeri
Menurut dr. Samuel, Spesialis Paru, N2O bikin tubuh kekurangan oksigen karena gas ini masuk ke darah lebih cepat daripada oksigen. Sensasi “fly” yang dicari-cari pengguna sebenarnya tanda hipoksia, kondisi tubuh kekurangan oksigen.
Efek jangka panjangnya? Sistem saraf bisa rusak permanen karena Vitamin B12 terganggu.
“Awalnya cuma kesemutan. Lama-lama bisa bikin kelemahan satu sisi badan, bahkan seperti lumpuh,” tegas dr. Samuel.
Vape: Dari Rokok Elektrik Jadi Alat Narkoba
Bahaya nggak cuma di Whip Pink. Brigjen Pol. Suprianto dari BNN mengungkap fakta mengejutkan soal vape. Banyak vape sekarang dicampur narkoba, bahkan obat bius seperti Etomidate.
“Siapa pun yang menggunakan Etomidate, itu langsung masuk ranah hukum narkotika,” kata Brigjen Suprianto.
Selain narkoba, dr. Samuel juga memperingatkan risiko Paru-Paru Popcorn (Bronchiolitis Obliterans) akibat vape. Zat kimia perasa bisa merusak alveoli, kantung udara di paru-paru, sampai akhirnya rusak permanen.
Pesan Denny: Kesadaran Adalah Senjata Utama
Denny Sumargo menekankan pentingnya orang tua dan masyarakat awas terhadap barang sehari-hari yang tampak aman. Whip Pink dan vape mungkin terlihat seru atau keren, tapi bisa jadi jebakan maut bagi anak muda.
“Kesadaran sejak dini itu kunci. Jangan anggap remeh, karena sekali salah langkah, konsekuensinya panjang,” ujar Denny menutup diskusi.
Jadi, kalau kamu atau temanmu lagi kepo sama tren viral, ingat: sensasi sesaat itu bisa menelan masa depan. Whip Pink dan vape bukan cuma soal “seru-seruan”, tapi juga tentang hidup yang bisa hancur dalam sekejap.
