Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa 14 April 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI SELASA PASKAH II

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Selasa 14 April 2026.

Kalender Liturgi hari Selasa 14 April 2026 adalah HARI SELASA PASKAH II, Santo Tiburtius, Valerianus dan Maximus, Martir, Santa Lidwina, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Selasa 14 April 2026:

Bacaan Pertama Kis. 4:32-37

Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.

Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa

dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.

Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 93:1ab,1c-2,5

TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang;

TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang;

takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.

Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa.

Bait Pengantar Injil: Yoh 3:14b.15

Ref. Alleluya, alleluya.

Anak Manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Bacaan Injil Yohanes 3:7-15

“Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.”

Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Janganlah engkau heran karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau; engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi.

Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, katanya, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Jawab Yesus, “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui, dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.

Kamu tidak percaya waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 14 April 2026

Saudara-saudari terkasih,

Ada satu gambaran indah dalam bacaan pertama hari ini: umat perdana hidup sehati dan sejiwa. Bukan karena mereka tidak punya masalah, bukan karena hidup mereka mudah, tetapi karena mereka memiliki satu pusat yang sama, yaitu Kristus yang bangkit. Dari situlah lahir cara hidup yang berbeda—mereka tidak lagi melekat pada milik pribadi, tetapi melihat segala sesuatu sebagai sarana untuk saling menghidupi.

Kita mungkin mendengar kisah ini dan merasa itu terlalu ideal, terlalu jauh dari kenyataan hidup sekarang. Dunia kita justru mengajarkan sebaliknya: kumpulkan sebanyak mungkin, jaga milikmu, jangan sampai rugi. Tetapi Sabda Tuhan hari ini tidak sedang menuntut kita menjadi sama persis seperti mereka, melainkan mengajak kita melihat hati di balik tindakan itu. Hati yang tidak terikat, hati yang peduli, hati yang tahu bahwa hidup ini bukan hanya tentang “aku,” tetapi juga “kita.”

Lalu Injil membawa kita kembali kepada percakapan Yesus dengan Nikodemus. Yesus berbicara tentang hal-hal surgawi, tentang hidup yang datang dari atas, tentang iman yang melampaui logika manusia. Nikodemus kembali bingung. Dan mungkin kita pun sama. Kita ingin memahami Tuhan dengan cara yang sepenuhnya masuk akal, terukur, dan pasti. Tetapi Yesus mengajak kita melangkah lebih jauh: percaya, bahkan ketika kita belum sepenuhnya mengerti.

Yesus mengingatkan tentang peristiwa di padang gurun, ketika Musa meninggikan ular, dan siapa yang memandangnya akan hidup. Itu bukan sekadar cerita, tetapi gambaran tentang diri-Nya sendiri. Ia akan ditinggikan di salib. Dan dari sana, keselamatan diberikan. Bagi dunia, salib adalah tanda kekalahan. Tetapi bagi iman, salib adalah sumber kehidupan.

Di sinilah letak tantangan kita hari ini. Apakah kita sungguh percaya bahwa kasih, pengorbanan, kejujuran, dan kepedulian adalah jalan menuju hidup yang sejati? Atau kita masih lebih percaya pada kekuatan diri sendiri, pada apa yang terlihat aman dan menguntungkan?

Menjadi “lahir dari Roh” bukan berarti hidup tanpa kebingungan. Tetapi berarti kita belajar mempercayakan diri pada Tuhan, sedikit demi sedikit. Dalam keputusan kecil setiap hari—saat kita memilih untuk berbagi, saat kita memilih untuk tidak egois, saat kita tetap berbuat baik meski tidak dihargai—di situlah hidup baru itu nyata.

Saudara-saudari, iman bukan hanya soal mengetahui ajaran, tetapi berani hidup di dalamnya. Dan hidup itu sering kali sederhana: membuka hati, percaya, lalu bertindak dengan kasih. Dari situlah dunia perlahan berubah, dimulai dari diri kita sendiri. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajar aku percaya meski tidak selalu mengerti jalan-Mu. Bebaskan hatiku dari kelekatan berlebihan, agar aku mampu berbagi dengan tulus. Dalam keseharian yang sederhana, tuntun aku untuk hidup dalam kasih, setia, dan rendah hati, sehingga hidupku menjadi tanda harapan bagi sesama di sekitarku. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 13 April 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI SENIN PASKAH II

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post