Lagu “Erika” yang Dinyanyikan Mahasiswa ITB Menuai Kritik, Publik Soroti Konten Lirik yang Kontroversial

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Jagat media sosial lagi rame banget nih. Belum juga reda soal kasus dugaan pelecehan di grup chat mahasiswa FH UI, sekarang muncul lagi isu serupa—kali ini datang dari kampus Institut Teknologi Bandung.

Yang bikin heboh adalah sebuah video lagu berjudul “Erika” yang dinyanyikan oleh mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT). Video ini langsung viral dan jadi bahan perdebatan panas di internet.

Semua bermula dari unggahan akun X @iPoopBased yang nge-post video sekumpulan mahasiswa lagi nyanyi bareng sambil joget.

Di video berdurasi sekitar 3 menit 55 detik itu, terlihat mahasiswa laki-laki dan perempuan kompak menyanyikan lagu “Erika” dengan iringan musik. Sekilas sih kelihatan kayak kegiatan seru-seruan biasa.

Tapi… masalah muncul dari lirik lagunya.

⚠️ Lirik Jadi Sorotan

Salah satu bagian lirik yang bikin publik langsung bereaksi adalah:

“Erika buka celana… sambil bawa botol Fanta… siapa mau boleh coba”

Banyak yang menilai lirik ini vulgar, menjurus ke arah seksual, dan dianggap mengobjektifikasi perempuan.

Nggak heran kalau reaksi netizen langsung meledak. Bahkan akun yang pertama kali upload juga ikut nyindir:

“Ini anak HMT ITB isinya cabul sama mesum semua apa gimana ya?”

🔥 Kenapa Bisa Jadi Besar Banget?

Sebenarnya, isu ini makin panas karena timing-nya pas banget—lagi sensitif banget soal kasus pelecehan di lingkungan kampus.

Jadi ketika muncul video kayak gini, publik langsung lebih peka dan kritis. Banyak yang berharap mahasiswa sebagai kaum terdidik bisa lebih menjaga sikap, termasuk dalam hal bercanda atau berkarya.

⚖️ Pro vs Kontra Netizen

Seperti biasa, internet nggak pernah satu suara. Ada dua kubu besar dalam kasus ini:

❌ Yang Mengkritik

Banyak yang kecewa dan menilai tindakan ini nggak mencerminkan mahasiswa:

“Apakah generasi sekarang mulai mengalami degradasi moral? Sedih,”

“Dekan nya mana nih? Masa g tau mahasiswanya mau nyanyi ginian”

“Biarpun katanya lagu lama tapi kayanya tetap ga pantes ya liriknya dinyanyiin rame-rame gitu, ada perempuan pula di situ pa ga risih ya mereka? Mahasiswa lagi”

Mereka menyoroti soal etika, sensitivitas gender, dan citra mahasiswa.

🤔 Yang Membela / Netral

Di sisi lain, ada juga yang bilang lagu ini bukan hal baru:

“Ini tuh lagu udah puluhan tahun lalu. Jaman saya kuliah 2006 juga udah ada lagu ini. Dinyanyiin sama osd tambang ITB, lagu turun temurun mereka. Ga membenarkan… Saya juga kaget dulu dengernya”

Artinya, lagu ini disebut-sebut sebagai tradisi lama di lingkungan tertentu, bukan sesuatu yang baru muncul sekarang.

Kasus ini bukan cuma soal satu lagu, tapi juga soal perubahan cara pandang masyarakat.

Dulu mungkin dianggap biasa atau bercanda, tapi sekarang publik makin sadar soal isu pelecehan, seksisme, dan batasan dalam bercanda.

Apalagi dilakukan di ruang publik dan oleh mahasiswa—yang dianggap punya tanggung jawab moral lebih.

Video lagu “Erika” ini jadi pengingat kalau:

  • Konten yang dianggap “tradisi” belum tentu relevan di zaman sekarang
  • Sensitivitas terhadap isu gender makin tinggi
  • Apa yang dipost di internet bisa langsung jadi konsumsi publik luas

Sekarang tinggal ditunggu aja, apakah akan ada klarifikasi resmi dari pihak kampus atau organisasi terkait.

 

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Lowongan 30.000 Manajer Koperasi Desa Merah Putih Resmi Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwal Seleksinya

Lagi scroll-scroll nyari kerjaan? Nah, ini dia kabar yang lagi rame banget dan literally sayang kalau dilewatin 👀Pemerintah lagi...

More Articles Like This

Favorite Post