Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Yohanes 15:18-21

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Sabtu 9 Mei 2026.

Kalender Liturgi hari Sabtu 9 Mei 2026 adalah Hari Biasa Pekan V Paskah dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Sabtu 9 Mei 2026:

Bacaan Pertama: Kis. 16:1-10

Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.

Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium, dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.

Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.

Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mzm. 100:1-2,3,5

  • Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
  • Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
  • Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  • Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Injil: Yohanes 15:18-21

“Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia.”

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya.

Tetapi karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia; maka dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya.

Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Sabtu 9 Mei 2026

Saudara-saudari terkasih,

Bacaan Pertama hari ini memperlihatkan perjalanan iman yang tidak selalu lurus dan mudah. Paulus dan rekan-rekannya ingin pergi ke berbagai tempat untuk mewartakan Injil, tetapi justru Roh Kudus beberapa kali “menghalangi” mereka. Secara manusiawi, ini bisa terasa membingungkan. Bukankah mereka melakukan hal yang baik? Mengapa justru tidak diizinkan?

Namun di situlah letak kedalaman iman. Tidak semua jalan yang kita anggap baik adalah jalan yang Tuhan kehendaki saat itu. Kadang Tuhan menutup pintu, bukan untuk menolak kita, tetapi untuk mengarahkan kita ke tempat yang lebih tepat. Paulus akhirnya mengerti kehendak Tuhan melalui sebuah penglihatan: panggilan dari Makedonia. Dan ketika ia mengikuti arah itu, di situlah karya Allah menjadi nyata.

Pengalaman ini sangat dekat dengan hidup kita. Ada saat-saat kita sudah merencanakan sesuatu dengan baik, tetapi justru gagal. Kita kecewa, bingung, bahkan mungkin bertanya dalam hati: “Tuhan, mengapa?” Padahal bisa jadi, Tuhan sedang mengarahkan kita ke sesuatu yang lebih besar, yang belum kita pahami saat ini. Iman menuntut kita untuk percaya, bahkan ketika jalan di depan belum jelas.

Kemudian dalam Injil, Yesus berbicara dengan sangat jujur: mengikuti Dia tidak selalu membawa kenyamanan. “Jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.” Ini bukan kata-kata yang mudah diterima. Kita sering berharap bahwa hidup beriman akan membuat semuanya menjadi lebih lancar dan damai. Tetapi Yesus justru mengingatkan bahwa kesetiaan kepada-Nya kadang membawa penolakan.

Mengapa demikian? Karena nilai-nilai Injil sering bertentangan dengan cara dunia berpikir. Ketika kita memilih kejujuran di tengah budaya yang penuh kompromi, kita bisa dianggap aneh. Ketika kita memilih mengampuni daripada membalas, kita bisa dianggap lemah. Ketika kita berpegang pada kebenaran, kita bisa merasa sendirian.

Namun Yesus tidak meninggalkan kita dalam situasi itu. Ia terlebih dahulu mengalami semuanya. Ia tahu bagaimana rasanya ditolak, disalahpahami, bahkan disakiti. Maka ketika kita mengalami hal serupa, kita sebenarnya sedang berjalan di jalan yang sama dengan Dia.

Saudara-saudari, menjadi murid Kristus bukan berarti hidup tanpa tantangan, tetapi hidup dengan arah yang jelas. Kita mungkin tidak selalu diterima oleh dunia, tetapi kita selalu dikasihi oleh Tuhan. Dan itu cukup untuk memberi kita kekuatan.

Hari ini kita diajak untuk berani percaya pada tuntunan Tuhan, bahkan ketika jalan terasa tertutup. Dan kita juga diajak untuk tetap setia, meskipun harus menghadapi penolakan. Karena pada akhirnya, yang terpenting bukanlah apakah kita diterima oleh dunia, tetapi apakah kita setia kepada Tuhan yang telah memilih kita. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajarilah kami percaya saat jalan terasa tertutup dan hati menjadi ragu. Kuatkan kami ketika menghadapi penolakan karena iman kami. Bimbing kami agar tetap setia dalam kebenaran dan kasih, sehingga hidup kami selalu berjalan sesuai kehendak-Mu dan menjadi kesaksian yang nyata setiap hari. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 8 Mei 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Yohanes 15:12-17

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post