Kasus yang lagi bikin heboh dunia datang dari sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. Gak main-main, ada kejadian kematian misterius yang bikin banyak pihak langsung waspada. Totalnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya jatuh sakit. Dugaan sementara mengarah ke infeksi hantavirus—virus langka yang biasanya nyebar dari hewan pengerat ke manusia.
Menurut pernyataan dari World Health Organization pada 3 Mei (yang dikutip dari Live Science), ada satu kasus yang sudah terkonfirmasi dan lima lainnya masih berstatus suspek hantavirus di antara penumpang kapal. Dari enam orang itu, tiga meninggal dunia, sementara satu orang lagi masih dirawat intensif.
Kapal yang jadi pusat perhatian ini adalah MV Hondius, yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions. Kapal ini berangkat dari Ushuaia, Argentina, sekitar tiga minggu sebelum kasus mulai terungkap. Rutenya juga gak kaleng-kaleng—sempat mampir ke Antarktika, Kepulauan Falkland, sampai Afrika Barat.
Awal mula kejadian terjadi pada 11 April, saat seorang penumpang meninggal dunia di atas kapal. Penyebabnya waktu itu belum jelas. Istrinya yang ikut dipulangkan juga sempat jatuh sakit dan meninggal dalam perjalanan ke Belanda, tapi sampai sekarang belum dipastikan apakah keduanya terkait hantavirus atau tidak.
Lanjut ke 27 April, ada penumpang lain asal Inggris yang tiba-tiba sakit dan harus dievakuasi ke Afrika Selatan. Hasil tes lab memastikan dia positif hantavirus. Kondisinya sempat kritis, tapi sekarang dilaporkan stabil meski masih dalam pengawasan ketat. Kemudian pada 2 Mei, muncul lagi kasus baru: satu orang meninggal dan dua kru kapal mengalami gejala gangguan pernapasan.
Pihak WHO bilang, penyelidikan masih terus berjalan. Mulai dari tes laboratorium lanjutan sampai investigasi epidemiologi buat ngebongkar asal-usul virus ini. Mereka juga memastikan semua penumpang dan kru tetap dapat penanganan medis.
WHO juga menyampaikan, “Penyelidikan rinci masih berlangsung, termasuk uji laboratorium lanjutan dan investigasi epidemiologi.”
Jadi, hantavirus itu apa sih?
Hantavirus adalah kelompok virus yang biasanya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Penularannya ke manusia bisa terjadi kalau seseorang terpapar urin, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi. Gigitan sih jarang banget jadi penyebab.
Ada dua jenis penyakit utama yang bisa ditimbulkan:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) → menyerang paru-paru, tingkat kematian sekitar 38%
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) → menyerang ginjal, tingkat kematian 1–15%
Gejala awalnya mirip flu: demam, menggigil, capek banget. Tapi kalau makin parah, bisa berkembang jadi gangguan organ serius.
Hantavirus bisa nular antar manusia gak?
Mayoritas hantavirus gak menular antar manusia. Tapi ada satu pengecualian: Andes virus yang ditemukan di Amerika Selatan. Itu pun kasus penularannya jarang banget.
Ahli penyakit menular, Luis Escobar, bilang kalau sejauh ini hantavirus hampir selalu berasal dari hewan pengerat ke manusia. Kalau sampai ditemukan jenis baru yang bisa menular antar manusia, itu bakal jadi perubahan besar dalam dunia medis.
Walaupun terdengar serem, WHO menilai risiko untuk masyarakat umum masih tergolong rendah. Pejabat WHO, Maria Van Kerkhove, menyatakan:
“Berdasarkan informasi saat ini dan pengalaman dari wabah sebelumnya, risiko keseluruhan bagi publik tergolong rendah.”
Saat ini ada 149 orang di kapal tersebut, dan otoritas kesehatan sudah melakukan pemeriksaan langsung. Dua pasien yang sakit rencananya bakal dievakuasi ke Belanda untuk penanganan lebih lanjut.
Kasus ini jadi pengingat kalau penyakit zoonosis—alias penyakit dari hewan ke manusia—masih jadi ancaman nyata, apalagi di era perjalanan internasional yang serba cepat. Mobilitas tinggi bikin penyebaran penyakit bisa makin sulit dikontrol kalau gak ditangani dengan cepat dan tepat.
Jadi walaupun situasinya masih dikategorikan aman buat publik, tetap penting buat waspada dan update info terbaru. 🌍
