Suasana aksi demonstrasi di kawasan simpang empat Jalan Jenderal Sudirman atau yang dikenal sebagai simpang empat Gramedia, Kota Yogyakarta, kembali jadi sorotan. Kali ini bukan cuma soal jalannya aksi, tetapi juga munculnya sebuah video yang ramai beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengenakan rompi bertuliskan “Jaga Warga” berada di tengah situasi aksi. Pria itu terlihat menyemprotkan cairan yang diduga merupakan cairan merica ke arah salah satu massa.
Video tersebut kemudian memicu perhatian publik karena keberadaan rompi Jaga Warga menimbulkan pertanyaan: apakah pria dalam rekaman itu benar anggota Jaga Warga atau hanya mengenakan rompi tersebut?
Menanggapi video yang viral, Kepala Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bagas Senoadji, mengatakan pihaknya sudah memberikan imbauan kepada seluruh anggota Jaga Warga agar tidak ikut terlibat langsung dalam pengamanan aksi di lapangan.
“Kalau imbauan saya ya tadi, untuk menjaga di lingkungan masing-masing, tidak tidak ikut di lapangan. Karena kalau di lokasi itu kan sudah kewenangan dari TNI Polri,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (3/9/2026).
Bagas menjelaskan, Jaga Warga sebenarnya memiliki fungsi untuk membantu menjaga keamanan dan kondusivitas di lingkungan masing-masing. Anggotanya pun bukan cuma berasal dari masyarakat umum, tetapi juga melibatkan unsur kepolisian, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Menurutnya, ketika terjadi persoalan antarwarga di lingkungan, Jaga Warga bisa berperan membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif. Namun, pengamanan demonstrasi merupakan ranah aparat keamanan.
“Jadi ya apalagi kan jumlah Jaga Warga di Jogja itu kan ratusan ribu toh,” kata dia.
“Ya jadi kalau menanggapi masalah kejadian itu, ya ya ini sebetulnya kami dari Satpol PP sudah mengimbau untuk Jaga Warga tidak banyak terlibat langsung di dalam pengamanan. Ya kalau untuk menjaga di lingkungannya silahkan,” jelas Bagas.
Satpol PP DIY Masih Cek Sosok dalam Video
Soal pria yang terlihat mengenakan rompi Jaga Warga tersebut, Satpol PP DIY belum mau buru-buru memastikan identitasnya.
Bagas menyebut pihaknya masih perlu melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah orang yang terekam dalam video tersebut memang merupakan anggota resmi Jaga Warga atau sekadar menggunakan rompi dengan tulisan tersebut.
“Iya, saya belum bisa memastikan apakah itu anggota Jaga Warga asli atau hanya sekedar memakai rompi,” ucapnya.
Karena itu, Satpol PP DIY berencana menelusuri keberadaan serta identitas sosok yang terekam dalam video tersebut. Jika nantinya terbukti yang bersangkutan memang anggota Jaga Warga, langkah pembinaan akan dilakukan.
“Iya, akan kami akan akan kami lakukan penelusuran. Ya dicek ya keberadaannya itu. Kalau memang iya, mohon maaf ya umpamanya itu memang benar anggota Jaga Warga, ya akan kami lakukan pembinaan,” tegasnya.
Demo Berlangsung dari Sore hingga Malam
Sementara itu, aksi yang menjadi latar munculnya video tersebut berlangsung pada Selasa (1/9/2026). Aksi digelar di sekitar simpang empat Jalan Jenderal Sudirman atau simpang empat Gramedia.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan aksi dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dan peserta mulai membubarkan diri sekitar pukul 22.15 WIB.
Dalam keterangannya, polisi menyebut sempat terjadi kesalahpahaman antara warga dan massa aksi. Salah satu persoalan yang muncul berkaitan dengan penutupan jalan serta aksi yang berlangsung hingga malam dan dinilai mengganggu aktivitas warga.
“Terkait dinamika di lapangan sempat terjadi kesalahpahaman antara warga dengan massa peserta aksi terkait penutupan jalan dan aksi yang dilaksanakan sampai malam hari yang dianggap oleh warga mengganggu aktivitas mereka,” ujar Ihsan dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).
Bukan hanya peserta aksi, seorang anggota Polresta Yogyakarta juga disebut terkena semprotan cairan yang diduga merupakan cairan merica. Petugas tersebut kemudian mendapatkan perawatan medis dan kondisinya dilaporkan berangsur membaik.
Setelah massa membubarkan diri, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi kembali normal.
Polisi Tekankan Pengamanan Humanis
Polda DIY juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang dinilai ikut menjaga situasi agar tetap terkendali selama aksi berlangsung.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah bersama-sama menjaga kepala dingin dan ketertiban selama aksi berlangsung” kata Ihsan.
Ia menegaskan bahwa pengamanan aksi tetap diarahkan untuk menjaga hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, sekaligus mengantisipasi munculnya persoalan di lapangan.
“Fokus utama kami dalam pengamanan ini adalah memberikan pelayanan secara humanis guna memastikan hak menyampaikan pendapat di muka umum tetap terpenuhi, sekaligus cepat tanggap dalam memediasi dinamika sosial serta berkoordinasi dengan tim medis di lapangan,” pungkasnya.
Dengan viralnya video tersebut, perhatian kini tertuju pada proses penelusuran Satpol PP DIY. Publik masih menunggu kejelasan mengenai identitas pria yang mengenakan rompi Jaga Warga tersebut serta apakah yang bersangkutan benar-benar merupakan anggota resmi.
Yang jelas, pemerintah daerah sudah kembali mengingatkan bahwa keberadaan Jaga Warga seharusnya difokuskan pada penjagaan keamanan dan kondusivitas di lingkungan masing-masing, bukan mengambil alih tugas pengamanan aksi yang menjadi kewenangan aparat keamanan.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah situasi demonstrasi yang ramai dan penuh dinamika, semua pihak perlu tetap menahan diri agar perbedaan kepentingan tidak berkembang menjadi konflik di lapangan.