Fenomena “Selamat Pagi” di WhatsApp, Dulu Bikin Storage Penuh, Kini Jadi Bagian dari Budaya Digital

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Kalau buka WhatsApp pagi-pagi lalu menemukan gambar bunga, matahari terbit, atau tulisan penuh kata-kata bijak dari keluarga dan teman, rasanya sudah jadi pemandangan yang cukup familiar. Namun di India, tradisi mengirim ucapan “selamat pagi” lewat WhatsApp punya cerita yang jauh lebih besar.

Kebiasaan tersebut ternyata masih bertahan hingga sekarang, bahkan ikut memengaruhi perkembangan layanan teknologi di negara tersebut. Bukan sekadar rutinitas warga di grup keluarga, fenomena ini membuat perusahaan teknologi melihat ucapan pagi sebagai bagian dari kebutuhan digital pengguna India.

Salah satunya adalah Canva. Platform desain tersebut memasukkan berbagai desain ucapan selamat pagi dan ucapan hari raya sebagai materi yang disesuaikan dengan kebiasaan pengguna lokal. Country Manager Canva India, Chandrika Deb, menyebut kedua jenis konten itu termasuk yang banyak dicari pengguna di India.

India sendiri kini menjadi salah satu pasar terbesar Canva. Pengguna di negara tersebut telah menghasilkan sekitar 2,8 miliar desain, dengan sekitar 2,5 juta desain baru dibuat setiap hari.

Menariknya, fenomena ucapan pagi ini bukan cuma soal budaya komunikasi. Hampir satu dekade lalu, kebiasaan tersebut sempat ikut berkontribusi terhadap persoalan storage pada ponsel Android.

Dari ucapan pagi sampai bikin memori HP megap-megap

Pada era sekitar 2017-2018, pesan “selamat pagi” di WhatsApp umumnya bukan sekadar tulisan pendek.

Pengguna sering mengirim foto bunga, gambar dengan kutipan motivasi, GIF, hingga video pendek. Masalahnya, file-file media tersebut dapat terunduh otomatis ke perangkat penerima sesuai pengaturan WhatsApp saat itu.

Bagi pengguna yang memakai ponsel Android dengan kapasitas penyimpanan terbatas, kiriman yang datang terus-menerus dari banyak kontak dan grup bisa menjadi masalah.

Bayangkan saja, setiap pagi puluhan pesan masuk, dan sebagian besar membawa file gambar atau video. Kalau dibiarkan, ruang penyimpanan perlahan terkuras. Akibatnya, ponsel bisa menjadi lambat dan bahkan mengalami gangguan ketika kapasitas penyimpanannya hampir penuh.

Survei Western Digital pada 2016 bahkan menemukan bahwa sekitar satu dari tiga perangkat Android di India mengalami kehabisan memori setiap hari. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang berada di kisaran satu dari sepuluh perangkat.

Google kemudian menelusuri penyebab persoalan tersebut. Salah satu hal yang mencuat adalah banyaknya file media yang beredar melalui WhatsApp, termasuk berbagai gambar ucapan “selamat pagi”.

Untuk membantu pengguna mengatasi masalah penyimpanan, Google memperkenalkan aplikasi pembersih memori bernama Files Go di New Delhi pada Desember 2017. Aplikasi tersebut memanfaatkan machine learning untuk menemukan file yang tidak lagi dibutuhkan.

Google menyebut Files Go rata-rata mampu membantu pengguna membebaskan lebih dari 1 GB ruang penyimpanan. Seiring waktu, aplikasi tersebut berkembang dan berganti nama menjadi Files by Google pada 2018 karena penggunaannya ternyata meluas ke berbagai negara.

Sekarang kapasitas HP sudah jauh lebih besar

Kalau dulu masalahnya adalah memori ponsel yang terbatas, situasinya sekarang sudah berubah cukup drastis.

Riset Cyber Media Research menunjukkan bahwa ponsel dengan kapasitas penyimpanan 128 GB kini sudah menjadi standar yang semakin umum di pasar India. Pangsa perangkat 128 GB meningkat dari 47 persen pada kuartal pertama 2023 menjadi 54 persen pada periode yang sama pada 2026.

Kapasitas 256 GB juga mengalami lonjakan signifikan. Pangsa ponsel dengan penyimpanan tersebut meningkat dari hanya 7 persen pada Q1 2023 menjadi 28 persen pada Q1 2026.

Sebaliknya, perangkat dengan storage 64 GB terus mengalami penurunan. Pangsa perangkat tersebut turun dari 26 persen menjadi 12 persen dalam periode yang sama. Ponsel dengan kapasitas 32 GB bahkan praktis sudah menghilang dari pasar India setelah 2024.

Perubahan itu tidak lepas dari kebutuhan pengguna yang semakin besar. Sistem operasi makin kompleks, aplikasi semakin berat, game membutuhkan ruang lebih banyak, sementara konsumsi video dan layanan berbasis AI juga terus meningkat.

WhatsApp juga sudah punya solusi

Perubahan bukan hanya terjadi pada perangkat keras. WhatsApp juga memberikan lebih banyak kendali kepada pengguna untuk mengatur file yang masuk.

Pada November 2020, WhatsApp memperbarui fitur Manage Storage. Melalui menu ini, pengguna dapat melihat file berukuran besar maupun media yang sering diteruskan dan mengurutkannya berdasarkan ukuran.

Pengguna juga bisa melihat pratinjau file sebelum memutuskan untuk menghapusnya.

Selain itu, pengaturan unduhan otomatis memungkinkan pengguna menentukan apakah foto dan video dari WhatsApp akan langsung tersimpan atau baru diunduh ketika file tersebut benar-benar dibuka.

Fitur semacam ini membuat pengguna tidak harus membiarkan semua kiriman memenuhi storage secara otomatis.

Tradisi lama, teknologi yang ikut berubah

Fenomena “selamat pagi” di WhatsApp India menunjukkan bagaimana kebiasaan sederhana pengguna ternyata bisa memberikan dampak terhadap perkembangan teknologi.

Dulu, sebuah gambar ucapan pagi yang dikirim berulang-ulang mungkin terlihat sepele. Namun ketika jutaan orang melakukan hal yang sama setiap hari dengan perangkat berkapasitas kecil, dampaknya bisa terasa cukup besar.

Kini, kapasitas penyimpanan ponsel sudah jauh lebih lega dan aplikasi pesan instan juga semakin pintar mengelola media. Meski begitu, budaya saling mengirim ucapan pagi di India belum benar-benar hilang.

Jadi, kalau suatu hari WhatsApp kembali dipenuhi gambar bunga dan kata-kata bijak saat pagi hari, setidaknya sekarang sebagian besar ponsel sudah jauh lebih siap menghadapinya. Yang perlu diperhatikan justru bukan lagi HP langsung “hang”, melainkan jangan sampai storage tetap penuh gara-gara terlalu banyak foto dan video yang menumpuk.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

Eksplorasi Los Santos Makin Variatif, Ini 5 Mod GTA 5 yang Patut Dicoba di PC

Lebih dari satu dekade sejak pertama kali hadir, Grand Theft Auto V alias GTA 5 ternyata masih belum kehilangan...

More Articles Like This

Favorite Post