Saturday, January 24, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 27 September 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik, Hari Sabtu Biasa XXV, Warna Liturgi Putih

Must Read
5/5 - (1 vote)

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Sabtu 27 September 2025.

Kalender Liturgi hari Sabtu 27 September 2025 merupakan Hari Sabtu Biasa XXV, Peringatan Wajib Santo Vinsensius a Paulo, Pengaku Iman dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Sabtu 27 September 2025:

Bacaan Pertama : Zakharia 2:5-9,14-15a

Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu.

Aku, Zakharia, melayangkan mataku dan melihat: Tampak seorang yang memegang tali pengukur. Aku lalu bertanya, “Ke manakah engkau pergi?” Maka ia menjawab, “Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebar dan panjangnya.” Lalu malaikat yang berbicara dengan daku maju ke depan.

Sementara itu seorang malaikat lain maju, mendekatinya dan diberi perintah. “Larilah, katakanlah kepada orang muda di sana itu, demikian, ‘Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya.

Dan Aku sendiri,’ demikianlah sabda Tuhan, ‘akan menjadi tembok berapi di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya’.” “Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu,” demikianlah sabda Tuhan, “dan pada waktu itu banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan dan akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Yer 31:10.11.12ab.13

Ref. Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerahkan Israel akan menghimpunnya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!

Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.

Waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira, Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil: 2 Timotius 1: 10b

Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut., dan menerangi hidup dengan injil.

Bacaan Injil: Lukas 9:43b-45

Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dengarkan dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Sabtu 27 September 2025

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Ketika kita mendengarkan nubuat dari Nabi Zakharia, ada gambaran indah yang diberikan Tuhan: “Aku sendiri akan menjadi tembok berapi di sekeliling Yerusalem, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya.” Bukan tembok batu, bukan pagar besi, melainkan tembok api—perlindungan yang hidup, menyala, penuh kuasa. Dan lebih dari itu, bukan hanya perlindungan dari luar, tetapi Tuhan sendiri hadir tinggal di tengah-tengah umat-Nya.

Betapa kuatnya pesan ini: Yerusalem tidak lagi ditentukan oleh batas tembok, panjang atau lebarnya, tetapi oleh siapa yang berdiam di dalamnya. Yang membuat suatu tempat suci, aman, dan penuh harapan bukanlah ukuran fisiknya, melainkan kehadiran Allah di sana. Inilah yang sering kita lupakan dalam hidup sehari-hari. Kita sibuk membangun “tembok” untuk diri kita: tembok karier, tembok materi, tembok status sosial, bahkan tembok gengsi. Kita pikir dengan itu kita aman, dihormati, dihargai. Padahal, apa artinya semua tembok itu kalau Tuhan tidak berdiam di tengah-tengah hidup kita?

Tuhan berjanji bahwa Ia datang untuk tinggal, untuk menyertai, untuk menjadi pusat sukacita. Kehadiran-Nya yang membuat hidup kita kuat. Kehadiran-Nya yang membuat kita bisa melewati kesulitan. Kehadiran-Nya yang menjadikan kita umat yang punya harapan, bukan karena kita hebat, tetapi karena Allah sendiri memilih tinggal bersama kita.

Namun, Injil hari ini memberi kita sudut pandang lain. Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Inilah misteri yang tidak mudah diterima. Mereka kagum melihat mukjizat, mereka heran akan kuasa Yesus, tetapi Yesus justru berbicara tentang penderitaan. Para murid bingung, tidak berani bertanya, bahkan tidak mengerti maksudnya.

Bukankah kita juga sering begitu? Kita lebih mudah menerima Tuhan yang berkuasa, yang membuat hidup lancar, yang memberi berkat berlimpah. Tetapi ketika iman mengajak kita menerima jalan salib, penderitaan, atau pengorbanan, kita mulai bertanya-tanya, bahkan menjauh. Kita lebih suka Tuhan yang “ajaib” daripada Tuhan yang “diserahkan ke tangan manusia.” Padahal di situlah kasih-Nya nyata: Allah yang mau tinggal di tengah kita, sampai rela masuk ke dalam luka, derita, bahkan kematian.

Saudara-saudari, inilah pesan yang indah untuk kita jalani: bahwa Allah yang melindungi kita dengan tembok api, adalah Allah yang sama yang tidak segan menyerahkan diri-Nya demi kita. Kehadiran-Nya bukan hanya ketika kita bersukacita, tetapi juga saat kita terluka. Tuhan tidak hanya tinggal di rumah yang indah, tetapi juga di hati yang remuk, di keluarga yang berjuang, di dunia yang penuh luka.

Maka, marilah kita belajar melihat hidup dengan kacamata iman: bukan hanya sibuk mengukur panjang-lebar kesuksesan kita, tetapi berani membuka ruang di dalam hati kita, agar Tuhan sungguh tinggal di sana. Dan bila Tuhan sudah ada di tengah-tengah kita, kita tidak perlu takut, sebab sekalipun kita rapuh, Ia menjadi tembok api yang menjaga kita, dan kemuliaan yang memberi arti pada hidup kita.

Semoga kita semakin berani menerima Yesus yang hadir bukan hanya dalam kuasa-Nya, tetapi juga dalam salib-Nya. Karena justru dari sanalah lahir keselamatan dan sukacita sejati.

Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau tembok api yang melindungi hidupku. Tinggallah dalam hatiku, agar aku tidak hanya mencari kuasa dan berkat-Mu, tetapi juga berani memikul salib bersama-Mu. Jadikanlah aku kuat, setia, dan penuh sukacita dalam setiap langkah hidup. Amin.

 

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Coretax Makin Ketat Ini Risiko Salah Klasifikasi Harta PPS dan Investasi PPS di SPT Tahunan

Menjelang deadline pelaporan SPT Tahunan di Core Tax Administration System (Coretax), banyak Wajib Pajak—khususnya yang pernah ikut Program Pengungkapan...

More Articles Like This

Favorite Post