Akun Coretax Udah Aktif? Jangan Santai Dulu! Ini Checklist Penting Biar Pajak Aman & Anti Ribet. Bro sis, kalau kamu ngerasa urusan pajak itu ribet dan bikin pusing, tenang… kamu nggak sendirian 🤯
Tapi kabar baiknya, sekarang Direktorat Jenderal Pajak udah ngeluarin Coretax, sistem pajak digital terbaru yang katanya lebih simpel, lebih rapi, dan lebih sat-set.
⚠️ Masalahnya:
Banyak orang mikir, “Ah yang penting akun Coretax udah aktif.”
Padahal… aktivasi itu baru garis start, bukan finish!
Nah, biar kamu nggak zonk pas lapor pajak nanti, yuk simak apa aja yang WAJIB kamu beresin setelah akun Coretax aktif.
🔥 Coretax Itu Apa Sih? Kok Semua Disuruh Pindah?
Coretax bukan cuma “versi baru” dari sistem pajak lama.
Ini tuh ekosistem pajak digital yang nyatuin banyak layanan dalam satu akun doang.
Mulai dari:
- data wajib pajak
- tanda tangan elektronik
- laporan SPT
- sampai urusan kelebihan bayar pajak
Semua dikumpulin di satu tempat.
Kalau dari awal kamu males beresin datanya, siap-siap ribet sendiri pas musim lapor pajak 😬
✍️ Step 1: Aktifin Tanda Tangan Elektronik (WAJIB!)
Ini langkah paling krusial setelah akun Coretax aktif.
Di dunia pajak digital, tanda tangan manual udah nggak relevan. Semua serba online, jadi kamu butuh Tanda Tangan Elektronik (TTE) buat verifikasi resmi.
💡 Kabar baiknya:
- GRATIS
- Disediain langsung oleh DJP
- Bisa dipakai buat tanda tangan SPT & dokumen pajak lainnya
Cara singkatnya:
- Login ke akun Coretax
- Ajukan kode otorisasi
- Buat passphrase (jangan lupa!)
- Lakukan validasi
Kalau ini belum beres, siap-siap kejebak error pas mau lapor pajak nanti 😵
🔄 Step 2: Update Profil — Jangan Asal-asalan!
Di Coretax, profil kamu = identitas digital pajak.
Kalau datanya salah atau nggak update, efeknya bisa panjang.
Data yang WAJIB kamu cek:
📧 Email & Nomor HP
Pastikan aktif dan pribadi.
Karena:
- semua notifikasi resmi dikirim ke sini
- termasuk peringatan & surat penting
🏦 Rekening Bank
Ini penting banget kalau suatu hari kamu:
- kelebihan bayar pajak
- dan minta pengembalian dana
Kalau rekening belum valid? Refund bisa molor 🚫
💼 Jenis Pekerjaan / Usaha (KLU)
Kalau kamu:
- pindah kerja
- resign
- mulai usaha sampingan
WAJIB update!
Soalnya ini ngaruh ke:
- jenis formulir SPT
- skema pajak yang dikenakan
👨👩👧 Data Keluarga & Tanggungan
Data ini otomatis ditarik ke SPT.
Kalau salah? Ya laporan pajak kamu ikut salah 😬
📊 Step 3: Pelaku Usaha? Jangan Lupa Soal Norma!
Buat kamu yang:
- punya usaha kecil
- freelancer
- omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun
Ada satu kewajiban yang sering banget dilupain 👉
Pemberitahuan Penggunaan Norma Penghitungan Penghasilan Neto
Kalau kamu mau pakai Norma (biar nggak ribet pembukuan), kamu HARUS:
- lapor dulu lewat Coretax
⚠️ Kalau kelewat?
- Sistem otomatis anggap kamu pilih pembukuan
- Norma bakal terkunci
- Pas lapor SPT = ribet sendiri 😵
🗓️ Batas waktunya:
👉 31 Desember 2025
Masih ada waktu, tapi jangan ditunda-tunda, bestie!
⏰ Kenapa Harus Gercep dari Sekarang?
Karena:
- pas musim lapor pajak, sistem biasanya rame
- data yang belum siap bikin panik
- kesalahan kecil bisa berujung sanksi
Kalau kamu:
✅ udah aktifin tanda tangan elektronik
✅ udah update profil
✅ udah beresin urusan norma (kalau ada)
Maka:
✨ hidup lebih tenang
✨ lapor pajak tinggal klik
✨ nggak drama mepet deadline
Coretax sebenernya dibuat biar hidup wajib pajak lebih gampang.
Tapi sistem secanggih apa pun bakal percuma kalau:
- datanya nggak dirawat
- tahap awalnya di-skip
Jadi inget ya:
👉 Aktivasi itu baru awal
👉 Yang bikin aman itu persiapan
Yuk jadi generasi muda yang:
- melek pajak
- nggak takut urusan administrasi
- dan tetap chill walau urusan negara 😎🇮🇩
