Sabtu, Mei 25, 2024

Dampak Negatif Penggunaan Gadget pada Anak, Batasi Hanya Satu Jam untuk Mencegah Gangguan Mata

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Dalam era digital saat ini, sulit untuk menghindari waktu layar, terutama ketika sedang bekerja, bersekolah, dan tetap terhubung dengan teman melalui media sosial.

Orang dewasa harus berusaha membatasi waktu layar harian mereka hingga delapan jam untuk bekerja dan dua jam untuk bersantai.

Namun, para ahli perkembangan anak telah menyuarakan kekhawatiran mereka tentang jumlah waktu yang dihabiskan oleh anak-anak kecil di perangkat digital.

Waktu layar harian anak-anak jauh lebih sedikit dibandingkan orang tua, bahkan itu pun harus dengan pengawasan.

“Jumlah waktu layar yang dianjurkan untuk balita sebaiknya terbatas pada program pendidikan dengan pengawasan orang dewasa,” kata Dr. Siddharth Kesarwani dari JNR Children Eye Care and Squint Clinic, Mumbai.

“Anak-anak usia 2 hingga 5 tahun sebaiknya hanya menghabiskan waktu layar kurang dari satu jam pada hari kerja dan hingga tiga jam pada akhir pekan.”

“Untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas, disarankan untuk menjaga keseimbangan antara waktu layar dan kebiasaan serta rutinitas yang sehat.”

“American Academy of Child and Adolescent Psychiatry juga menyarankan untuk menghindari penggunaan layar saat makan dan berjalan-jalan bersama keluarga, menjauhkan perangkat elektronik dari kamar tidur, dan mematikan layar setidaknya 30 menit sebelum tidur.”

Menghindari Risiko Miopia

Salah satu dampak penggunaan layar bagi anak-anak adalah risiko miopia atau rabun jauh, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Layar ponsel sendiri telah memberikan kontribusi negatif.

Selain itu, ketika anak-anak terpaku pada permainan ponsel, mereka cenderung kurang aktif di luar rumah.

Padahal, mata dan penglihatan anak-anak dapat terpengaruh secara negatif oleh kurangnya paparan sinar matahari.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya biru matahari yang tidak memadai dapat berkontribusi pada peningkatan miopia atau rabun jauh dalam beberapa tahun terakhir.

“Menghabiskan waktu di luar ruangan, terutama selama masa kanak-kanak, dapat membantu memperlambat perkembangan rabun jauh,” kata Dr. Kesarwani.

“Telah ditemukan bahwa peningkatan waktu yang dihabiskan di luar ruangan dapat mengurangi risiko timbulnya miopia baru hingga 50 persen,” jelasnya.

Orang tua juga dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi kesehatan mata anak-anak mereka, seperti:

  1. Membatasi penggunaan media digital pada bayi di bawah usia 18 hingga 24 bulan.

2. Mengikuti aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit, beristirahat selama 20 detik dan melihat sesuatu yang berjarak setidaknya 20 kaki.

Hal ini dapat membantu mengurangi ketegangan mata dan kelelahan akibat penggunaan layar yang lama.

  1. Menghindari program yang berfokus pada kecepatan dan kekerasan.
  2. Mematikan layar saat tidak digunakan.
  3. Menghindari penggunaan media sebagai metode utama untuk menenangkan anak.
  4. Memastikan anak tidak menggunakan perangkat digital satu jam sebelum tidur.

“Memeluk teknologi tidak dapat dihindari di era saat ini, tetapi menerapkan strategi dan rekomendasi ini dapat berkontribusi secara signifikan untuk menjaga kesehatan mata anak-anak yang hidup dalam dunia teknologi di masa depan,” sarankan Dr. Kesarwani.

“Penting juga untuk menjadwalkan pemeriksaan mata tahunan guna memastikan kesehatan dan fungsi mata anak Anda tetap baik,” tambah Dr. Kesarwani.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Penjelasan Lengkap Arti Kata Sotagasur, Makna Vulgar di Balik Kata Viral TikTok

Nah, gini nih guys, ada istilah keren lagi yang lagi hits di TikTok, yaitu "sotagasur". Istilah ini sering banget...

More Articles Like This

Favorite Post