Lagi buka cekbansos.kemensos.go.id, eh malah nongol tulisan “Belum Ada Desil”? Auto panik? Tenang dulu, jangan langsung mikir bantuan kamu raib ditelan bumi.
Buat jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, situs cekbansos.kemensos.go.id itu ibarat penentu nasib isi dapur. Sekali klik, deg-degan. Soalnya dari situ ketahuan masih dapet bantuan atau enggak.
Tapi belakangan ini, banyak yang kaget. Biasanya di kolom “Peringkat Kesejahteraan” muncul angka 1 sampai 10. Nah ini malah muncul tulisan misterius: “Belum Ada Desil.”
Langsung deh grup WhatsApp rame, timeline medsos penuh tanda tanya.
“Ini artinya bantuan dicabut?”
“Data gue ilang?”
“Atau sistemnya error?”
Jawabannya? Nggak seseram itu, kok.
Kenapa Bisa Muncul “Belum Ada Desil”?
Jadi gini bestie, sekarang pemerintah lagi pindah sistem data besar-besaran. Dari database lama, sekarang full pakai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sistem baru ini katanya lebih canggih. Semua keluarga di Indonesia diperingkat dari paling susah sampai paling mapan, dibagi jadi 10 kelompok alias Desil.
Masalahnya, namanya juga pindahan sistem, nggak selalu mulus. Ada aja drama teknis di lapangan. Nah, status “Belum Ada Desil” itu salah satu efek samping dari proses transisi data tersebut.
Artinya? Data kamu belum kebaca sempurna sama sistem baru. Bukan langsung dicoret.
Desil Itu Apa Sih? Kenapa Penting Banget?
Oke, kita bahas simpel aja.
Desil itu metode pembagian tingkat kesejahteraan jadi 10 kelompok, masing-masing isinya 10% penduduk.
- Desil 1 (D1) → 10% warga paling miskin. Ini super prioritas.
- Desil 2–4 → Kelompok rentan dan hampir miskin. Biasanya jadi target utama bansos kayak PKH dan Sembako.
- Desil 10 → 10% warga paling sejahtera.
Dengan sistem ini, pembagian bantuan nggak lagi berdasarkan “siapa kenal siapa”, tapi pakai hitungan data nasional.
Jadi kalau nama kamu ada tapi desilnya kosong, sistem belum bisa menentukan kamu masuk kelompok prioritas atau bukan.
Siapa Sih yang Nentuin Desil?
Banyak yang salah paham. Dikira Operator Desa atau Pendamping PKH yang ngatur angka desil.
Padahal bukan.
Data DTSEN dikelola dan diolah sama Badan Pusat Statistik (BPS).
Data survei lapangan kayak Regsosek dikumpulin, diverifikasi, divalidasi, lalu diproses pakai algoritma khusus sampai keluar ranking Desil 1–10.
Setelah itu, Kementerian Sosial (Kemensos) pakai data dari BPS itu buat nentuin siapa yang dapat bansos sesuai kuota anggaran.
Jadi jelas ya:
Desil itu bukan angka yang bisa diketik manual sama perangkat desa. Desa cuma bisa usul atau sanggah, tapi keputusan final tetap hasil olahan data pusat.
Kenapa Statusnya Bisa Kosong?
Kalau muncul “Belum Ada Desil”, itu artinya sistem belum punya hasil akhir buat profil keluarga kamu saat dicek.
Beberapa penyebab yang sering kejadian:
1. Data Belum Sinkron
Misalnya:
- Baru pindah KK
- Ada anggota keluarga meninggal belum dilaporkan
- NIK dobel
- Data Dukcapil beda sama data Kemensos
Akhirnya sistem gagal baca data kamu secara utuh.
2. Lagi Proses Update
Bisa jadi data kamu baru aja diusulkan ulang atau diperbaiki. Proses verifikasi dari daerah sampai pusat itu bisa makan waktu sampai 3 bulan.
3. Data Baru
Kalau kamu baru pecah KK karena nikah atau keluarga baru terbentuk dan belum pernah ikut survei, bisa jadi memang belum masuk sistem DTSEN.
Cara Biar Statusnya Nggak Kosong Lagi
Tenang, ini bukan akhir dari segalanya. Masih bisa diurus kok.
1. Pastikan Data yang Kamu Masukkan Udah Bener
Pas cek di website, pastikan:
- Nama sesuai KTP (jangan disingkat)
- Desa/kelurahan sesuai alamat KTP terbaru
Salah satu huruf aja bisa bikin sistem nggak nemu.
2. Cek Lewat Aplikasi Resmi
Kadang tampilan website beda sama aplikasi.
Download Aplikasi Cek Bansos resmi dari Google Play Store, daftar pakai NIK, lalu cek menu profil. Di situ biasanya info lebih detail kelihatan.
3. Pakai Fitur “Usul Sanggah”
Kalau kamu merasa layak tapi data kosong:
- Buka aplikasi Cek Bansos
- Pilih menu Daftar Usulan
- Isi data lengkap
- Upload foto rumah (tampak depan & ruang tamu)
Nanti data kamu bakal diverifikasi ulang sama Dinas Sosial.
4. Datang Langsung ke Desa (Cara Paling Ampuh!)
Kalau nggak terlalu paham teknologi, langsung aja gas ke kantor desa/kelurahan.
Bawa:
- KTP
- KK
Temui Operator SIKS-NG. Minta dicek NIK kamu di sistem. Mereka bisa lihat detail kenapa desil kamu kosong.
Kalau belum masuk data, minta diusulkan lewat Musyawarah Desa (Musdes).
Status “Belum Ada Desil” di Cek Bansos itu artinya sistem DTSEN belum berhasil menampilkan skor kesejahteraan keluarga kamu.
Biasanya karena:
- Data belum sinkron
- Lagi proses update
- Atau memang belum masuk database terbaru
Ini bukan berarti bantuan kamu dicabut permanen.
Anggap aja ini sinyal kalau data administrasi kamu perlu diberesin atau diverifikasi ulang supaya bisa kebaca lagi sama sistem dan masuk kelompok prioritas (Desil 1–4).
Jadi jangan langsung overthinking. Cek datanya, pastiin valid, dan kalau perlu langsung urus ke desa.
Tetap update data, dan jangan gampang kemakan isu yang bikin panik massal 😉
