Dunia persilatan pajak lagi rame nih. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi ngerilis fitur baru bernama coretax form buat bikin urusan lapor SPT Tahunan makin simpel, nggak ribet, dan pastinya lebih digital vibes.
Buat kamu yang tiap tahun deg-degan jelang deadline SPT, fitur ini digadang-gadang jadi solusi biar proses pelaporan lebih smooth karena semuanya langsung nyambung ke sistem Coretax DJP.
Dalam pengumumannya, DJP menjelaskan:
“Penggunaan coretax form ini akan memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pelaporan serta memastikan data SPT Tahunan tercatat dalam sistem Coretax DJP,”
Emang Semua WP Bisa Pakai? Eits, Nggak Juga!
Nah, ini dia yang penting. Nggak semua wajib pajak orang pribadi bisa langsung cus pakai coretax form. Ada 3 syarat wajib yang harus kamu penuhi:
- Punya penghasilan dari pekerjaan, usaha, dan/atau pekerjaan bebas.
- SPT Tahunan yang dilaporkan statusnya nihil (alias nggak kurang bayar dan nggak lebih bayar).
- Nggak pakai norma penghitungan penghasilan neto (NPPN).
Kalau kamu memenuhi trio kriteria itu, baru deh bisa pakai fitur ini.
Coretax form bisa diakses lewat menu Surat Pemberitahuan (SPT) di situs resmi DJP. Tapi jangan lupa, buat ngisi form-nya kamu wajib install Adobe Acrobat Reader versi Reader RC 20 atau yang lebih baru. Jadi pastikan software kamu up to date ya.
DJP juga ngasih panduan resmi dan bilang:
“Panduan tata cara pelaporan SPT Tahunan PPh orang pribadi status nihil menggunakan coretax form dapat diakses melalui tautan berikut http://s.kemenkeu.go.id/panduanCoretaxForm,”
Jangan Sampai Salah Isi, Kalau Nggak Nihil Auto Gagal
Ini penting banget. Kalau kamu udah niat pakai coretax form, pastiin SPT kamu benar-benar Rp0 alias nihil.
Kalau ternyata ada angka kurang bayar atau lebih bayar, sistem bakal nolak. DJP tegas menyampaikan:
“Jika terdapat nilai selain Rp0,- pada PPh KURANG/LEBIH BAYAR di bagian Induk Halaman 2 poin 11a, maka SPT coretax form tidak dapat disampaikan,”
Jadi sebelum klik submit, cek lagi. Jangan sampai zonk gara-gara salah status.
Siap-Siap! Lapor SPT via M-Pajak Juga Mau Rilis
Nggak cuma coretax form, DJP juga lagi nyiapin fitur pelaporan SPT lewat aplikasi M-Pajak yang bisa diakses via smartphone Android. Targetnya rilis dalam waktu dekat.
Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto, bilang langkah ini diambil buat ngurangin lonjakan traffic di sistem Coretax.
“Hampir 70%-80% wajib pajak orang pribadi itu 1 pemberi kerja. Jadi kita bisa capture di situ supaya bisa memberi kesempatan sistem kami untuk bisa melayani,”
Artinya, mayoritas WP orang pribadi cuma punya satu pemberi kerja, jadi sistem bisa lebih gampang nge-handle data mereka tanpa bikin server ngos-ngosan.
DJP Buka Layanan Sampai Weekend
Biar nggak ada drama telat lapor, DJP juga nambah jam layanan. Kantor Pajak, Kring Pajak, sampai KP2KP bakal buka sampai Sabtu dan Minggu mulai 28 Februari sampai akhir Maret 2026.
Dalam Nota Dinas No. ND-3/PJ.09/2026 disebutkan:
“Menambah jam layanan khususnya soal perubahan data, aktivasi akun coretax, asistensi pelaporan dan penerimaan SPT Tahunan PPh pada Sabtu dan Minggu mulai 28 Februari 2026 hingga akhir bulan Maret 2026,”
Jadi alasan “nggak sempat ke kantor pajak” kayaknya udah nggak relevan lagi ya.
Nunggak Pajak? Awas Aset Diblokir
DJP juga lagi serius banget urusan penagihan. Bahkan baru-baru ini mereka ngeblokir aset saham dua wajib pajak senilai total Rp2,6 miliar.
Menurut Bimo:
“Berdasarkan data coretax, kami sudah melakukan pemblokiran atas 2 wajib pajak dengan total Rp2,6 miliar yang terkait dengan aset saham di bursa,”
Langkah ini dilakukan sesuai aturan PMK 61/2023 dan PER-26/PJ/2025. Intinya, kalau masih bandel, siap-siap kena tindakan.
ASN Wajib Lapor Sebelum 28 Februari
Buat para aparatur sipil negara (ASN), deadline lebih maju nih. Harus lapor SPT paling lambat akhir Februari 2026.
Bimo bilang:
“Kami juga meminta bantuan kepada kementerian terkait seperti Kementerian PANRB, BP BUMN, Bank Indonesia, dan Kemendagri untuk membantu mengarahkan pelaporan SPT untuk seluruh ASN atau pegawainya paling lambat akhir Februari,”
Koordinasi lintas kementerian dan lembaga ini dilakukan biar kepatuhan pajak makin solid dari internal pemerintahan dulu.
Semua yang Nggak Patuh Bakal Ditindak
DJP juga memastikan pengawasan nggak berhenti di beberapa kasus aja. Penindakan bakal terus jalan ke berbagai sektor usaha.
Bimo menegaskan:
“Kami pastikan bahwa semua wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan dan juga komoditas-komoditas selain baja pun akan kami teruskan case building-nya,”
Pesannya jelas: sistem makin digital, pengawasan makin ketat.
Coretax form hadir buat bikin hidup WP orang pribadi makin praktis — tapi khusus yang SPT-nya nihil dan memenuhi kriteria. Di sisi lain, DJP juga makin agresif soal pengawasan dan penagihan.
Jadi buat kamu yang udah memenuhi syarat, mending lapor lebih awal, manfaatin fitur baru, dan hindari drama last minute. Pajak aman, hati pun tenang.
