Kalau ngomongin konflik Timur Tengah—mulai dari Palestina, Suriah, sampai drama geopolitik Iran vs Barat—nama Dina Sulaeman hampir selalu muncul di TV, YouTube, sampai podcast. Gaya ngomongnya yang tajam, berani beda dari narasi media Barat, bikin dia jadi salah satu pengamat paling “niat” dan cukup kontroversial di Indonesia.
Tapi makin viral, makin banyak juga yang kepo. Netizen pun rame nanyain: dia dosen di mana sih? Latar belakangnya apa? Suaminya siapa? Dan yang paling sering muncul—bener gak sih dia Syiah?
🎓 Dari Sastra Arab Sampai Doktor HI: Perjalanan Akademisnya Gak Main-Main
Nama lengkapnya Dina Yulianti Sulaeman, lahir di Semarang, 30 Juli 1974. Dari awal, dia memang udah “condong” ke dunia Timur Tengah.
Perjalanan pendidikannya bisa dibilang panjang dan serius banget:
- S1: Sastra Arab di Universitas Padjadjaran (lulus 1997)
➝ Bahkan sempat dapet beasiswa ke Jepang di Sophia University - S2 pertama: Teologi di Universitas Teheran (beasiswa dari pemerintah Iran, 1999)
- S2 kedua: Hubungan Internasional (HI) di Unpad (2011)
- S3: Doktor Ilmu Hubungan Internasional, juga dari Unpad
👉 Jadi jelas ya, basis ilmunya itu kombinasi: bahasa Arab, studi agama, dan geopolitik internasional. Makanya analisis dia sering beda dari yang lain.
🌍 Pernah Tinggal di Iran & Jadi Jurnalis Internasional
Salah satu hal yang bikin sudut pandangnya “beda” adalah pengalaman langsung di Timur Tengah.
Bareng suaminya, Otong Sulaeman, dia pernah tinggal di Iran cukup lama. Bahkan mereka berdua kerja sebagai jurnalis di IRIB (Radio Iran siaran Indonesia) sekitar tahun 2002–2007.
Pengalaman ini penting banget karena:
- Dia gak cuma baca teori, tapi ngeliat langsung kondisi lapangan
- Paham budaya Persia dari dalam
- Terbiasa ngikutin dinamika politik Timur Tengah real-time
Dari situ juga lahir beberapa buku populer kayak:
- Journey to Iran
- Pelangi di Persia
- Prahara Suriah
- Salju di Aleppo
🏫 Sekarang Ngajar di Mana?
Buat yang masih nanya, “Dia dosen di mana sih?” jawabannya:
👉 Dina Sulaeman adalah dosen tetap di program studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unpad.
Selain itu, dia juga:
- Pendiri & Direktur Indonesia Center for Middle East Studies (IC-MES)
- Aktif jadi pembicara di TV, seminar, dan podcast
💥 Kenapa Sering Kontroversial?
Nah ini bagian yang bikin timeline medsos sering panas 🔥
Dina dikenal sering:
- Mengkritik narasi media Barat
- Membela sudut pandang Iran atau Suriah (dalam konteks geopolitik)
- Menyebut konflik Timur Tengah sebagai perebutan sumber daya & kekuasaan, bukan sekadar konflik agama
Karena itu, muncul banyak label dari netizen, mulai dari:
👉 “pro-Iran”
👉 “anti-Barat”
👉 sampai tudingan soal afiliasi mazhab
❓ Jadi… Apakah Dia Syiah?
Ini pertanyaan paling sering muncul, tapi juga paling sensitif.
Faktanya:
- Banyak orang mengaitkan dia dengan Syiah karena:
- Pernah kuliah di Iran
- Suaminya belajar di Qom
- Pernah kerja di media Iran
- Analisisnya sering membela posisi Iran
👉 Tapi, Dina sendiri tidak pernah secara terbuka mengklaim identitas mazhab tertentu.
Sebagai akademisi, dia konsisten bilang:
- Dia adalah pakar Hubungan Internasional, bukan ahli agama
- Analisisnya berbasis data, teori geopolitik, dan riset
- Bukan karena fanatisme agama
Bahkan dia sering mengingatkan:
Jangan semua konflik Timur Tengah dilihat sebagai perang Sunni vs Syiah—karena realitanya jauh lebih kompleks.
Terlepas dari pro-kontra yang ada, satu hal yang gak bisa dipungkiri:
👉 Dina Sulaeman adalah salah satu pengamat Timur Tengah yang:
- Punya pengalaman langsung di lapangan
- Background akademis kuat
- Berani beda pendapat
Dan justru karena itu, dia bikin diskusi soal geopolitik jadi lebih “hidup” dan gak monoton.
