Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Senin 18 Mei 2026.
Kalender Liturgi hari Senin 18 Mei 2026 adalah HARI SENIN PASKAH VII, Perayaan fakultatif Santo Yohanes I, Paus dan Martir, Santo Venantius, Martir, Santo Feliks OFMCap, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Putih.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Senin 18 Mei 2026:
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 19:1-8
Ketika Apolos masih berada di kota Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman Asia, dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”
Lalu kata Paulus kepada mereka, “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.”
Kata Paulus, “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat, dan Yohanes sendiri berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.”
Ketika mendengar hal itu, mereka memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa Roh dan bernubuat.
Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Lewat pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7ab
Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.
Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.
Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukaria. Bernyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan!
Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.
Bait Pengantar Injil Kol 3:1
Ref. Alleluya
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Bacaan Injil: Yohanes 16:29-33
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan.
Maka para murid berkata kepada Yesus, “Lihat, sekarang Engkau berkata-kata terus terang dan Engkau tidak memakai kiasan.
Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”
Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri.
Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.
Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Senin 18 Mei 2026
Saudara-saudari terkasih, sering kali dalam hidup kita merasa sudah cukup mengenal Tuhan. Kita datang ke gereja, berdoa, mengikuti perayaan, bahkan mungkin sudah lama hidup dalam lingkungan iman. Namun Bacaan Pertama hari ini memperlihatkan sesuatu yang sangat manusiawi: ada orang-orang yang percaya, tetapi ternyata mereka belum sungguh mengenal karya Roh Kudus dalam hidup mereka. Mereka sudah berjalan, tetapi belum benar-benar hidup dalam kepenuhan iman.
Paulus datang kepada mereka bukan untuk menghakimi, melainkan untuk membuka hati mereka. Ia bertanya sederhana, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus?” Pertanyaan itu sebenarnya juga ditujukan kepada kita hari ini. Sebab banyak orang hidup dekat agama, tetapi hatinya masih penuh ketakutan, mudah putus asa, gampang marah, dan kehilangan damai. Banyak orang tahu tentang Tuhan, tetapi belum memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja sungguh-sungguh dalam dirinya.
Roh Kudus bukan hanya soal pengalaman rohani yang besar atau hal-hal luar biasa. Roh Kudus hadir justru dalam kehidupan sehari-hari: ketika seseorang memilih mengampuni meski terluka, ketika tetap jujur saat semua orang memilih jalan curang, ketika tetap bertahan dalam keluarga yang sedang sulit, ketika masih mau berdoa di tengah hati yang lelah. Di situlah Roh Kudus bekerja diam-diam.
Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara dengan sangat jujur kepada para murid-Nya. Ia tidak menjanjikan hidup yang mudah. Yesus bahkan mengatakan bahwa para murid akan tercerai-berai dan meninggalkan Dia. Kalimat itu sangat menyentuh, sebab Yesus memahami kelemahan manusia. Tuhan tahu bahwa manusia bisa takut, bisa goyah, bisa lari saat tekanan datang.
Bukankah itu juga yang sering terjadi dalam hidup kita sekarang? Saat hidup baik-baik saja, kita mudah berkata percaya kepada Tuhan. Tetapi ketika doa tidak segera dijawab, ketika keluarga bermasalah, ketika kehilangan pekerjaan, ketika persahabatan hancur, ketika kesehatan terganggu, perlahan hati mulai kecewa kepada Tuhan. Ada orang yang akhirnya berhenti berdoa karena merasa Tuhan diam. Ada yang tetap datang ke gereja, tetapi hatinya sebenarnya jauh dan dingin.
Namun Yesus hari ini memberikan kalimat yang sangat kuat: “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Yesus tidak menyangkal adanya penderitaan. Ia tidak berkata hidup orang beriman akan bebas masalah. Tetapi Ia memberi jaminan bahwa penderitaan bukan akhir dari segalanya.
Dunia sekarang membuat manusia mudah kehilangan damai. Banyak orang terlihat tersenyum di media sosial, tetapi sebenarnya hatinya kesepian. Banyak yang terlihat kuat, padahal diam-diam lelah memikul tekanan hidup. Banyak yang mengejar keberhasilan, tetapi kehilangan sukacita sederhana dalam keluarga dan hubungan dengan Tuhan. Dunia menawarkan kenyamanan cepat, tetapi sering tidak memberi ketenangan yang sejati.
Karena itu Yesus berkata, “Supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.” Damai dari Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan hati yang tetap punya harapan meski badai belum selesai. Damai itu membuat seseorang tetap bisa bangkit meski kecewa. Tetap mampu mengasihi meski pernah disakiti. Tetap percaya bahwa Tuhan tidak meninggalkan dirinya.
Kadang Tuhan membiarkan kita melewati masa sulit bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk memurnikan hati kita. Sebab sering kali manusia baru sungguh mencari Tuhan ketika dirinya sadar bahwa kekuatannya terbatas. Dalam kelemahan itulah Roh Kudus bekerja membentuk kita menjadi pribadi yang lebih rendah hati, lebih sabar, dan lebih mengandalkan Tuhan daripada diri sendiri.
Hari ini Tuhan mengajak kita bukan hanya menjadi orang yang tahu tentang iman, tetapi sungguh hidup di dalam iman. Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna. Tuhan mencari hati yang mau dibentuk, mau percaya, dan mau tetap berjalan bersama-Nya meski hidup tidak selalu mudah.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarlah kami tetap percaya saat hidup terasa berat dan penuh ketidakpastian. Curahkan Roh Kudus-Mu agar hati kami tidak mudah menyerah, tidak dikuasai ketakutan, dan tetap memiliki damai di tengah persoalan hidup sehari-hari. Kuatkan kami untuk setia berjalan bersama-Mu, mengandalkan kasih-Mu dalam setiap langkah hidup kami. Amin.
