Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Selasa 19 Mei 2026.
Kalender Liturgi hari Selasa 19 Mei 2026 adalah HARI SELASA PASKAH VII, Santo Petrus Salestinus, Paus dan Pengaku Iman, Santo Dunstan, Uskup dan Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Putih.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Selasa 19 Mei 2026:
Bacaan Pertama Kis 20:17-27
Aku dapat mencapai garis akhir, dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus.
Dalam perjalanannya ke Yerusalem Paulus menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka, “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan.
Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu.
Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumahmu. Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain apa yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
Sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih; tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 68:10-11.20-21
Ref: Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!
Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; Tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.
Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:16
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.Buku & Sastra
Bacaan Injil: Yoh 17:1-11a
“Bapa, permuliakanlah Anak-Mu”.
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk kulakukan. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.
Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya.
Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Mu adalah milik-Ku dan milik-Ku adalah milik-Mu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Aku tidak lagi ada di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Selasa 19 Mei 2026
Saudara-saudari terkasih, dalam hidup ini banyak orang mengejar keberhasilan, pengakuan, dan rasa aman. Orang bekerja keras supaya dihargai, supaya dianggap berhasil, supaya hidup terlihat baik di mata orang lain. Namun sering kali di balik semua itu, hati manusia sebenarnya lelah. Ada banyak orang tersenyum di luar, tetapi diam-diam memikul beban yang berat di dalam dirinya. Ada yang tetap menjalani rutinitas setiap hari, tetapi kehilangan arah dan makna hidup.
Hari ini kita mendengar Paulus berbicara dengan sangat menyentuh. Ia mengenang seluruh pelayanannya dengan air mata, perjuangan, penolakan, bahkan ancaman. Paulus tidak hidup dalam kenyamanan. Ia tidak menjalani panggilannya dengan mudah. Tetapi ada satu kalimat yang sangat kuat keluar dari hatinya: “Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan Tuhan.”
Kalimat ini memperlihatkan bahwa Paulus menemukan sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri, yaitu hidup yang dipersembahkan bagi Tuhan dan sesama. Paulus sadar bahwa hidup manusia bukan hanya soal bertahan hidup, mencari uang, atau mengejar kesenangan pribadi. Hidup manusia memiliki panggilan. Ada tugas kasih yang dipercayakan Tuhan kepada setiap orang.
Kadang manusia modern kehilangan semangat hidup karena hidup hanya berpusat pada diri sendiri. Ketika semua hanya tentang “aku mau bahagia”, “aku mau berhasil”, “aku mau nyaman”, hati akhirnya mudah kosong. Sebab manusia diciptakan bukan hanya untuk menerima, tetapi juga untuk memberi. Ada sukacita yang tidak bisa dibeli, yaitu ketika hidup kita menjadi berkat bagi orang lain.
Paulus melayani dengan rendah hati dan air mata. Itu sangat manusiawi. Menjadi orang baik tidak selalu mudah. Menjadi jujur di tengah lingkungan yang penuh kepalsuan melelahkan. Mengampuni saat disakiti tidak gampang. Bertahan dalam keluarga yang penuh masalah juga tidak mudah. Kadang kita sudah berusaha tulus, tetapi tetap disalahpahami. Sudah berkorban, tetapi tidak dihargai. Sudah setia, tetapi malah kecewa.
Namun justru di situlah iman menjadi nyata. Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup tanpa luka, melainkan untuk tetap setia di tengah luka. Kesetiaan itulah yang membentuk kedewasaan rohani.
Dalam Injil hari ini, Yesus berdoa kepada Bapa sebelum sengsara-Nya dimulai. Ini doa yang sangat dalam dan penuh kasih. Yesus tahu penderitaan sudah dekat, tetapi yang dipikirkan-Nya bukan diri-Nya sendiri. Ia justru mendoakan murid-murid-Nya. Yesus memikirkan mereka yang akan ditinggalkan di dunia yang penuh tantangan.
Ada sesuatu yang menenangkan dalam Injil ini: kita ternyata selalu ada dalam perhatian Tuhan. Kadang kita merasa sendirian menghadapi hidup. Ada orang yang memendam masalah tanpa bisa bercerita kepada siapa pun. Ada yang menangis diam-diam di malam hari karena tekanan hidup, masalah keluarga, ekonomi, atau masa depan. Tetapi hari ini Injil mengingatkan bahwa Yesus tidak pernah menutup mata terhadap hidup kita. Ia mengenal pergumulan kita satu per satu.
Yesus berkata bahwa hidup kekal adalah mengenal Allah dan mengenal Dia yang diutus-Nya. Mengenal Tuhan bukan sekadar hafal doa atau rajin kegiatan rohani. Mengenal Tuhan berarti memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya. Hubungan yang membuat hati perlahan berubah. Orang yang sungguh mengenal Tuhan akan belajar lebih sabar, lebih lembut, lebih mampu memahami orang lain, dan tidak mudah putus asa.
Dunia sekarang sering membuat manusia kehilangan arah karena terlalu banyak suara yang didengar. Media sosial, tekanan lingkungan, tuntutan hidup, semuanya membuat hati mudah gelisah. Akibatnya banyak orang hidup tanpa kedalaman. Sibuk setiap hari, tetapi tidak pernah benar-benar tenang.
Karena itu hari ini Tuhan mengajak kita kembali masuk dalam hubungan yang pribadi dengan-Nya. Sebab hanya Tuhan yang mampu memberi kekuatan ketika manusia merasa lemah. Hanya Tuhan yang mampu memberi damai yang tidak tergantung situasi. Dan hanya Tuhan yang mampu membuat hidup yang sederhana sekalipun menjadi bermakna.
Paulus mampu bertahan bukan karena dirinya hebat, tetapi karena ia tahu untuk siapa ia hidup. Yesus mampu menghadapi penderitaan karena kasih-Nya kepada manusia lebih besar daripada ketakutan-Nya sendiri. Maka kita pun diajak untuk tidak menjalani hidup secara setengah-setengah. Jalani hidup dengan kasih, dengan ketulusan, dan dengan kesadaran bahwa setiap kebaikan kecil yang kita lakukan tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarilah kami menjalani hidup dengan setia dan hati yang tulus. Saat kami lelah, kecewa, atau kehilangan semangat, kuatkanlah kami dengan kasih-Mu. Bantulah kami tetap percaya bahwa hidup kami berharga dan memiliki tujuan dalam rencana-Mu. Tinggallah dalam hati kami agar kami mampu menjadi berkat bagi sesama setiap hari. Amin.
