Senin, April 22, 2024

Menjawab Tantangan Hidup Perempuan dalam Pusaran Dilema Wanita Karier atau Ibu Rumah Tangga

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Perempuan memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya untuk menentukan jalan hidup mereka, terlepas dari pilihan yang akan mereka ambil.

Namun, saat perempuan berani mengambil keputusan, masyarakat masih terjebak dalam perdebatan usang: apakah lebih mulia bagi perempuan menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga?

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk perempuan berusia 15 tahun ke atas yang memiliki ijazah perguruan tinggi lebih banyak daripada penduduk laki-laki.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak perempuan yang melanjutkan pendidikan dan mengejar karier hingga mencapai puncak tertinggi dalam suatu organisasi.

Perempuan memiliki beragam pilihan dalam melangkah ke depan, dan setiap pilihan tersebut dapat diakses melalui banyak cara. Sayangnya, perempuan seringkali dihadapkan pada persimpangan jalan dalam hidup mereka.

Setiap langkah yang diambil perempuan sering kali dianggap terbatas dan tidak tepat. Hal ini tercermin dalam munculnya perdebatan dan stereotip masyarakat terkait wanita karier dan ibu rumah tangga.

Persoalan ini berkisar pada pertanyaan mana pilihan hidup yang lebih baik, lebih mulia, atau memiliki derajat lebih tinggi.

Pertentangan mengenai menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga sering kali disertai dengan pendapat subjektif dan seringkali saling menjatuhkan. Yang lebih memprihatinkan, penyulut perseteruan tersebut sering kali berasal dari perempuan sendiri.

STIGMA WANITA KARIER VS IBU RUMAH TANGGA

Wanita karier sering dianggap sebagai perempuan independen yang mandiri, memiliki kebebasan, dan dapat menghasilkan pendapatan sesuai kehendak mereka.

Namun, mereka juga seringkali dinilai tidak peduli dengan urusan rumah tangga, keluarga, tidak memahami cara mendidik anak, dianggap tidak perlu sekolah terlalu tinggi, dan hanya berorientasi pada kesejahteraan pribadi.

Demikian pula, ibu rumah tangga seringkali dipandang sebagai perempuan yang mengorbankan diri untuk suami dan anak-anak.

Namun, mereka juga seringkali dinilai tidak memiliki kehidupan sendiri dan masa depan, bergantung pada suami, dan dianggap tidak berpendidikan.

Bahkan, peran ibu rumah tangga seringkali disamakan dengan asisten rumah tangga.

MENGHORMATI PILIHAN HIDUP PEREMPUAN

Dalam menggarisbawahi kedua stereotip di atas, muncul pertanyaan dasar, “Apakah hidup perempuan hanya memiliki dua alternatif?” Tidak, perempuan tidak perlu memilih antara kedua opsi tersebut.

Perempuan berhak menjadi wanita karier, ibu rumah tangga, keduanya, atau bahkan tidak keduanya. Kebebasan perempuan tidak bisa dibatasi karena perempuan dapat memainkan banyak peran.

Seperti judul lagu Raisa yang berjudul “Serba Salah”, keputusan hidup perempuan tidak ada yang lebih baik antara menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga.

Ini bukanlah kompetisi yang harus dijadikan perlombaan. Baik atau tidaknya pilihan hidup, pada akhirnya hanya dirasakan oleh individu tersebut sebagai tanggung jawab pribadi.

Memilih hidup tanpa dihantui stigma adalah hak setiap perempuan.

Pandangan terhadap perempuan sebagai kelompok marginal yang terbatas pada dapur, sumur, dan kasur perlahan-lahan terkikis.

Konsep bahwa perempuan berada di strata kedua tidak lagi relevan dengan adanya gerakan kesetaraan.

Meskipun masih ada perjuangan untuk kesetaraan, perempuan tidak perlu merobek daging perempuan lainnya dalam upaya mencapai tujuan mereka.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Makin Keras Bosque, Kode Redeem FF 22 April 2024: Jangan Sampai Ketinggalan!

Hay, gamers Free Fire (FF)! Ada kabar seru nih buat kamu yang suka banget main game ini. Sekarang, kamu...

More Articles Like This

Favorite Post