Lagi rame nih di Netflix, ada horor lokal yang tiba-tiba masuk daftar tontonan favorit bulan November 2025. Judul internasionalnya simpel banget: “The Returning Dead.” Tapi kalau di Indonesia, film ini muncul dengan nama yang jauh lebih “ngena” sama budaya setempat: “Selepas Tahlil.”
Begitu tayang, film yang dibintangi Aghniny Haque, Bastian Steel, dan Epy Kusnandar ini langsung bikin netizen pada kepo. Apa sih sebenernya arti “The Returning Dead”? Kenapa judul Indonesianya beda? Terus, filmnya tentang apa? Serem gak?
Kalau diterjemahin mentah-mentah, “The Returning Dead” itu berarti “mayat yang kembali” atau “yang sudah mati lalu balik lagi.”
Dalam bahasa Inggris, frasa “come back from the dead” itu ada dua makna:
- Makna kiasan
Buat orang yang kayak bangkit lagi setelah kariernya ancur, hilang dari publik, atau sakit parah. - Makna harfiah
Ya… beneran orang mati hidup lagi. Zombie vibes, guys.
Nah, buat film “Selepas Tahlil”, jelas banget makna yang dipakai itu yang beneran bangkit dari kubur.
Makanya versi internasionalnya dikasih judul “The Returning Dead” biar penonton global langsung nangkep konsepnya: horor tentang jenazah yang hidup lagi.
Sinopsis “Selepas Tahlil”: Duka yang Berubah Jadi Mimpi Buruk
Cerita film ini ngikutin dua saudara: Saras (Aghniny Haque) dan Yudhis (Bastian Steel) yang baru banget kehilangan ayah mereka. Suasana rumah lagi berkabut duka, keluarga juga sempet debat soal prosesi pemakaman.
Harusnya momen selepas tahlil jadi doa-doa yang bikin hati adem.
Tapi yang terjadi malah sebaliknya… terornya dimulai dari situ.
Jenazah ayah mereka, yang mestinya udah tenang di dalam tanah, tiba-tiba balik lagi.
Bukan balik dalam bentuk arwah halus nan syahdu ya—tapi balik dalam wujud yang bikin lutut auto lemes.
Saras dan Yudhis, yang karakternya beda jauh kayak langit dan sumur bor, akhirnya harus kerja sama. Mau gak mau, mereka harus ngulik rahasia gelap keluarga dan cari tau apa “urusan belum selesai” yang bikin sang ayah gak bisa pergi dengan tenang.
Review Awal: Horornya Bukan Cuma Serem, Tapi Berasa Deket Sama Budaya Lokal
Film garapan Adriano Rudiman ini punya sentuhan horor yang beda dari kebanyakan film zombie ala Barat. Ini poin-poin yang bikin filmnya standout:
1. Drama Keluarganya Kuat
Alih-alih fokus lari-lari dari zombie kayak film Amerika, “Selepas Tahlil” lebih berat ke drama keluarga. Konflik antara Saras yang logis dan Yudhis yang impulsif bikin ceritanya kerasa lebih manusiawi.
2. Horor Atmosferik
Ini bukan horor yang isinya cuma jump scare norak tiap lima menit.
Film ini mainin suasana: rumah duka yang sepi, lorong yang gelap, sama sound design yang bikin jantung deg-degan tanpa perlu teriak.
3. Mitos Lokal yang Relate
Yang bikin film ini punya twist khas Indonesia adalah pemilihan momen selepas tahlil sebagai pintu masuk teror. Ini konsep yang jarang dieksplor, tapi sangat nyambung sama tradisi kita.
Buat kamu yang penasaran, “Selepas Tahlil” / “The Returning Dead” udah bisa langsung kamu tonton di Netflix lengkap dengan subtitle Indonesia dan audio originalnya.
Siapin cemilan, lampu jangan terlalu redup ya… kecuali kamu mau sekalian uji nyali.
