Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 30 Januari 2026.
Kalender Liturgi hari Jumat 30 Januari 2026 merupakan Hari Jumat Biasa III, Santo Gerardus, Pengaku Iman, Santa Batildis, Pengaku Iman, Santa Maria Ward, Pangaku Iman, Beato Sebastianus, Imam, Santa Hyacintha Mariscotti, dengan Warna Liturgi Hijau.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 30 Januari 2026:
Bacaan Pertama 2 Samuel 11:1-2.4a.5-10a.13-17
“Daud menghina Allah dengan mengambil istri Uria menjadi istrinya.”
Pada pergantian tahun, raja-raja biasanya maju berperang. Pada waktu itu Daud menyuruh Yoab maju bersama orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bangsa Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia berjalan-jalan di atas sotoh istana. Maka tampaklah kepadanya dari atas sotoh itu seorang wanita sedang mandi; wanita itu sangat elok rupanya.
Lalu Daud menyuruh orang mengambil dia. Wanita itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Kemudian pulanglah wanita itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah wanita itu, dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud: “Aku mengandung.”
Lalu Daud mengirim utusan kepada Yoab mengatakan, “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. Kemudian berkatalah Daud kepada Uria, “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.”
Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama hamba-hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. Maka diberitahukanlah kepada Daud demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.”
Keeseokan harinya Daud memanggil Uria untuk makan dan minum dengannya dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring di tempat tidurnya bersama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang hebat, kemudian kamu mengundurkan diri padanya supaya ia terbunuh mati.”
Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. Ketika orang-orang itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.6bcd-7.10-11
Ref. Kasihanilah kami, ya Tuhan, karena kami yang berdosa.
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
Maka, Engkau adil bila menghukum aku, dan tepatlah penghukuman-Mu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bangkit menari-nari! Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Bait Pengantar Injil: Matius 11:25
Ref. Alleluya
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
Bacaan Injil: Markus 4:26-34
“Kerajaan Surga seumpama orang yang menabur benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu.”
Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu!
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba”.
Yesus berkata lagi, “Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah.
Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya”.
Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Jumat 30 Januari 2026
Saudara-saudari terkasih, bacaan hari ini membawa kita pada sisi iman yang tidak nyaman, tetapi sangat jujur dan membumi. Dalam Bacaan Pertama, kita melihat Raja Daud, seorang yang dipilih dan dikasihi Tuhan, jatuh dalam dosa yang berlapis. Semuanya bermula dari kelalaian kecil: Daud tidak menjalankan tanggung jawabnya, ia tinggal di istana ketika seharusnya berperang bersama rakyatnya. Dari kelalaian itu, hatinya menjadi kosong, matanya tidak terjaga, dan keinginannya tidak terkendali. Dosa jarang datang tiba-tiba; ia tumbuh perlahan ketika kita lengah dan merasa aman dengan posisi kita.
Yang menyentuh dan sekaligus menegur kita adalah kenyataan bahwa Daud tidak langsung bertobat. Ia justru berusaha menutupi kesalahannya dengan manipulasi, kebohongan, bahkan pengorbanan nyawa orang lain. Di sini kita melihat wajah manusia yang sangat nyata: ketika jatuh, kita sering lebih sibuk menyelamatkan citra diri daripada memulihkan relasi dengan Tuhan. Namun kisah Daud tidak berhenti pada kejatuhan. Dari dosa inilah lahir Mazmur pertobatan yang tulus, jeritan hati seorang manusia yang sadar bahwa tanpa belas kasih Tuhan, ia hancur.
Injil hari ini menghadirkan wajah Allah yang berbeda namun melengkapi. Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah yang bertumbuh seperti benih kecil. Benih itu bekerja diam-diam, perlahan, sering tidak terlihat, bahkan oleh penaburnya sendiri. Ini memberi kita harapan besar. Sekalipun hidup kita pernah kacau, rusak oleh dosa, atau penuh kegagalan, Tuhan tidak berhenti bekerja. Ia tetap menaburkan rahmat-Nya, bahkan di tanah yang pernah kering dan retak. Pertobatan sejati sering kali juga tidak spektakuler, tetapi tumbuh perlahan melalui kesadaran, penyesalan, dan kesetiaan kecil yang terus diulang.
Dalam hidup sehari-hari, kita mungkin merasa iman kita kecil, perubahan kita lambat, atau masa lalu kita terlalu berat. Namun Yesus mengingatkan bahwa Kerajaan Allah tidak diukur dari kecepatan atau penampilan luar, melainkan dari kesediaan hati untuk dibentuk. Tuhan mampu menumbuhkan kehidupan baru dari benih sekecil apa pun, asalkan kita mau membiarkan-Nya bekerja.
Hari ini kita diajak jujur seperti Daud, rendah hati mengakui dosa, dan penuh harap seperti petani yang percaya bahwa benih akan bertumbuh pada waktunya. Tuhan tidak mencari hidup yang tanpa cela, tetapi hati yang mau kembali dan percaya pada kasih-Nya yang lebih besar dari dosa apa pun. Amin.
Doa Penutup
Tuhan yang Maharahim, kami datang kepada-Mu dengan hati yang rapuh dan penuh kekurangan. Ampunilah dosa-dosa kami dan pulihkanlah hidup kami dengan kasih-Mu. Tanamkanlah benih iman dalam hati kami, agar perlahan bertumbuh dan berbuah dalam pertobatan, kesetiaan, dan kasih yang nyata setiap hari. Amin.
