Kalau lo lagi rajin kepoin dunia saham dan sering ngerasa pasar itu mood-nya kaya pasangan overthinking, kadang naik kadang turun, nah… saham blue chip ini ibaratnya bestie stabil yang selalu ada. Gak heboh, gak drama, tapi tetep ngasih value jangka panjang.
Blue chip itu bukan istilah baru ya. Dulu awalnya muncul dari dunia poker—chip warna biru itu paling mahal.
Terus tahun 1920-an ada analis market, Oliver Gingold, yang nyomot istilah itu buat sebut saham-saham perusahaan gede, stabil, kuat finansial, dan bukan kaleng-kaleng.
Sampai sekarang istilahnya masih jadi favorit semua investor, baik yang masih newbie sampai yang udah tajir berkat cuan pasar saham.
Kenapa Banyak Orang Naksir Saham Blue Chip?
1. Likuiditasnya Ngebut
Beli gampang, jual gampang. Banyak yang minat, jadi gak perlu bengong nungguin antrean order match.
2. Market Leader Banget
Biasanya perusahaan-perusahaan ini udah gede banget di industrinya—perbankan, telekomunikasi, FMCG, you name it. Brand-nya familiar abis.
3. Keuangan Sehat Kayak Anak Rajin Minum Vitamin
Laporan keuangannya rapih, laba stabil, dan hampir selalu tahan banting walau ekonomi lagi seret.
4. Dividen Lancar Terus
Buat yang demen passive income, ini surganya. Banyak blue chip yang royal bagi dividen tiap tahun.
5. Market Cap Super Jumbo
Biasanya di atas Rp40 triliun. Jadi makin susah dimainin oleh spekulan dan nunjukin betapa kukuhnya bisnis mereka.
Keuntungan Invest di Saham Blue Chip
1. Risiko Lebih Rendah
Karena perusahaannya udah mapan, pergerakannya cenderung kalem tapi mantap.
2. Gampang Diperjualbelikan
Pas mau keluar atau tambah posisi juga enak, gak butuh nunggu lama.
3. Cocok Buat Jangka Panjang
Kinerjanya stabil, walau gak heboh. Buat strategi “tidur pun cuan”, ini bestie banget.
4. Dividen Konsisten
Selain cuan capital gain, ada pemasukan halal tiap tahun lewat dividen.
Daftar Saham Blue Chip Indonesia 2025
1. Sektor Perbankan — Rajanya Stabilitas
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
- BBCA (Bank Central Asia)
- BMRI (Bank Mandiri)
- BBNI (Bank Negara Indonesia)
- BRIS (Bank Syariah Indonesia)
- BBTN (Bank Tabungan Negara)
- ARTO (Bank Jago)
2. Sektor Infrastruktur & Teknologi — Sang Penguasa Dunia Digital
- TLKM (Telkom Indonesia)
- GOTO (GoTo Gojek Tokopedia)
- EXCL (XL Axiata)
- TOWR (Sarana Menara Nusantara)
- ISAT (Indosat)
3. Sektor Energi & Tambang — Si Kokoh Sejak Lama
- UNTR (United Tractors)
- PTBA (Bukit Asam)
- ITMG (Indo Tambangraya Megah)
- MEDC (Medco Energi)
- INCO (Vale Indonesia)
- PGAS (Perusahaan Gas Negara)
- ADRO (Adaro Energy Indonesia)
- PGEO (Pertamina Geothermal Energy)
4. Sektor FMCG — Raja Produk Sehari-hari
- AMRT (Alfamart)
- INDF (Indofood Sukses Makmur)
- UNVR (Unilever Indonesia)
- ACES (Ace Hardware)
- ICBP (Indofood CBP)
- CMRY (Cimory)
5. Sektor Mineral & Logam Lain
- MDKA (Merdeka Copper Gold)
- ANTM (Aneka Tambang)
- AADI (Adaro Andalan Indonesia)
- ADMR (Adaro Minerals Indonesia)
6. Sektor Lainnya — Campur-campur Tapi Tetep Gahar
- ASII (Astra International)
- AKRA (AKR Corporindo)
- BRPT (Barito Pacific)
- INKP (Indah Kiat)
- KLBF (Kalbe Farma)
- CPIN (Charoen Pokphand)
- CTRA (Ciputra Development)
- JPFA (Japfa Comfeed)
- JSMR (Jasa Marga)
- MAPA (MAP Aktif Adiperkasa)
- MAPI (Mitra Adiperkasa)
- MBMA (Merdeka Battery Materials)
- SCMA (Surya Citra Media)
- SMGR (Semen Indonesia)
- SMRA (Summarecon Agung)
Saham blue chip tuh cocok banget buat lo yang pengin investasi tanpa harus buka aplikasi trading tiap jam. Stabil, punya reputasi kuat, dan prospek jangka panjangnya oke.
Daftar saham blue chip bisa aja berubah tiap tahun, tapi ciri-cirinya tetap: perusahaan gede, bisnis solid, dan keuangannya gak tipu-tipu.
Mau mulai invest 2025? Ini list yang bisa banget lo jadiin pijakan pertama.
