Pernah lagi nyari produk favorit di marketplace, tapi malah muncul keterangan “discontinue”? Atau tiba-tiba layanan langganan yang biasa kamu pakai sudah nggak tersedia lagi? Tenang, kamu nggak sendirian. Istilah ini memang makin sering muncul, terutama di dunia bisnis, teknologi, sampai layanan digital.
Tapi sebenarnya, discontinue itu artinya apa, sih? Apakah sama dengan stop? Atau lebih “seram” dari terminate?
Secara sederhana, discontinue berarti menghentikan sesuatu yang sebelumnya berjalan dan tidak melanjutkannya lagi. Jadi, ini bukan soal jeda sementara atau pause, tapi keputusan final bahwa produk, layanan, atau program tersebut resmi berakhir.
Kalau sebuah produk dinyatakan discontinue, artinya:
- Produk itu pernah ada
- Pernah diproduksi atau digunakan
- Lalu diputuskan tidak akan dilanjutkan lagi
Contoh paling sering kamu lihat adalah kalimat seperti:
“Produk ini telah discontinue dan tidak lagi tersedia.”
Artinya? Jangan berharap stok balik lagi, karena secara resmi sudah “pensiun”.
Di Mana Saja Kata Discontinue Sering Dipakai?
Istilah ini nggak cuma nongol di toko online. Berikut beberapa bidang yang paling sering menggunakan kata discontinue:
1. Bisnis & Produk
Di dunia bisnis, discontinue adalah bahasa halus dari keputusan strategis. Biasanya dipakai saat:
- Penjualan produk menurun
- Produk kalah saing
- Akan digantikan versi terbaru
- Strategi perusahaan berubah
Makanya, kata ini sering muncul di pengumuman resmi perusahaan atau deskripsi produk.
2. Layanan & Program
Bukan cuma barang, layanan juga bisa discontinue. Contohnya:
- Paket internet tertentu
- Fitur aplikasi
- Program loyalti
- Layanan perbankan lama
Begitu statusnya discontinue, layanan tersebut nggak bisa diakses lagi, meski dulu sempat jadi andalan banyak orang.
3. Dunia Teknologi & Aplikasi
Di bidang teknologi, discontinue biasanya berarti:
- Aplikasi tidak lagi mendapat update
- Versi software lama dihentikan
- Dukungan teknis resmi berakhir
Kalau sebuah aplikasi sudah discontinue, risikonya bisa makin besar karena tidak ada lagi perbaikan bug atau patch keamanan.
4. Kesehatan & Medis
Dalam dunia medis, discontinue punya makna yang lebih teknis. Biasanya digunakan untuk:
- Menghentikan konsumsi obat
- Mengakhiri terapi tertentu
Keputusan ini bisa terjadi karena pengobatan selesai, muncul efek samping, atau pasien pindah ke metode lain.
5. Administrasi & Dokumen Resmi
Meski tidak terlalu populer, istilah discontinue juga muncul di dokumen formal untuk menandai berakhirnya:
- Prosedur tertentu
- Proses administratif
- Kebijakan lama
Bahasanya resmi, rapi, dan cenderung formal.
Discontinue vs Stop vs Cease vs Terminate: Jangan Salah Arti
Meski sama-sama berarti “menghentikan”, keempat kata ini punya nuansa yang berbeda. Ini penjelasan simpelnya:
1. Stop — Paling Santai dan Fleksibel
- Bisa sementara atau permanen
- Cocok untuk obrolan sehari-hari
- Maknanya tergantung konteks
👉 Contoh: “Stop dulu, nanti lanjut lagi.”
2. Cease — Formal dan Serius
- Lebih resmi dari stop
- Sering dipakai di dokumen hukum
- Terasa tegas dan berwibawa
👉 Contoh: “Kegiatan ini diminta untuk cease immediately.”
3. Discontinue — Berhenti Permanen
- Menekankan bahwa sesuatu pernah berjalan
- Lalu diputuskan tidak dilanjutkan
- Sangat umum di dunia produk & layanan
👉 Contoh: “Model ini telah discontinue sejak tahun lalu.”
4. Terminate — Paling Keras dan Tegas
- Biasanya untuk kontrak atau hubungan kerja
- Bernuansa hukum
- Bisa bermakna pemutusan secara paksa
👉 Contoh: “Kontrak kerja akan terminate per tanggal tertentu.”
Kalau kamu melihat kata discontinue, anggap saja itu tanda bahwa sesuatu sudah resmi ditutup lembarannya. Bukan ditunda, bukan libur, tapi benar-benar selesai.
Makanya, istilah ini jadi favorit di dunia profesional karena terdengar rapi, netral, dan formal—tanpa drama, tapi pesannya jelas.
Sekarang, kalau suatu hari produk favoritmu menghilang dan tertulis discontinue, setidaknya kamu sudah paham artinya… tinggal ikhlas dan cari penggantinya 😄
