Nama PO Cahaya Trans mendadak jadi bahan omongan netizen setelah salah satu bus pariwisatanya ngalamin kecelakaan super tragis di Exit Tol Krapyak, Semarang. Kejadian ini bukan cuma bikin duka mendalam karena banyak korban jiwa, tapi juga bikin publik kepo maksimal soal siapa pemilik PO ini dan apakah armadanya beneran aman buat jalan.
Sampai sekarang, aparat masih ngebut buat ngelakuin penyelidikan total—mulai dari faktor teknis, kondisi bus, sampai urusan izin operasional. Semua dibongkar biar kasus ini terang benderang.
PO Cahaya Trans itu perusahaan transportasi darat yang main di banyak lini. Nggak cuma bus antar kota antar provinsi (AKAP), tapi juga bus pariwisata dan bahkan angkutan barang.
Di profil resminya, mereka ngaku punya komitmen nyediain kendaraan yang layak plus pelayanan yang bikin pelanggan puas. Mereka juga punya website resmi yang isinya seputar layanan transportasi yang ditawarkan.
Tapi, setelah kejadian ini, klaim-klaim itu jadi ikut disorot publik.
Sebenernya, PO Cahaya Trans Itu Milik Siapa?
Nah ini dia pertanyaan yang paling sering muncul: PO Cahaya Trans punya siapa sih?
Sampai sekarang, nama pemilik atau pendiri perusahaannya belum diumumin secara terbuka. Nggak ada info jelas di laporan publik terbaru soal siapa orang di balik perusahaan ini.
Yang beredar cuma info kalau operasionalnya dikelola lewat badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) milik pihak swasta. Kalau mau tau pasti, sebenernya harus ngintip dokumen resmi kayak akta pendirian perusahaan atau data dari instansi pemerintah.
Muncul Nama PT Cahaya Agung Bumirizki, Ada Hubungan?
Di tengah penelusuran, muncul juga nama PT Cahaya Agung Bumirizki yang katanya bergerak di bidang jasa transportasi. Perusahaan ini basisnya di Bekasi, Jawa Barat, dan layanannya cukup lengkap—mulai dari rental mobil, bus pariwisata, sampai angkutan logistik.
Mereka juga nyediain kendaraan beragam, dari mobil box sampai truk besar, plus layanan tambahan kayak asuransi pengiriman.
Tapi sampai sekarang, belum ada pernyataan resmi yang ngejelasin apakah PT Cahaya Agung Bumirizki ini beneran punya hubungan langsung dengan PO Cahaya Trans, khususnya soal kepemilikan bus yang kecelakaan.
Busnya Legal dan Layak Jalan Nggak, Nih?
Abis kejadian maut ini, mulai muncul isu kalau bus PO Cahaya Trans diduga belum punya izin operasional lengkap atau bahkan dinilai nggak laik jalan.
Tapi tenang dulu—info ini masih sebatas dugaan awal. Polisi dan dinas perhubungan lagi ngecek semuanya satu per satu, dari dokumen sampai kondisi teknis bus.
Pihak berwenang juga negesin kalau semua kesimpulan harus berbasis bukti resmi, bukan asumsi.
Kronologi Kecelakaan di Exit Tol Krapyak
Kecelakaan ini terjadi Senin dini hari, 22 Desember 2025, sekitar pukul 00.30 WIB. Lokasinya di Tol Batang–Semarang, tepatnya di Simpang Susun Krapyak KM 420 A.
Bus dengan pelat B 7201 IV berangkat dari Jatiasih, Jakarta, dan rencananya mau menuju Yogyakarta. Di dalam bus ada 34 orang, termasuk sopir dan kru.
Detik-Detik Bus Terguling
Menurut info awal, bus diduga melaju cukup kencang saat masuk jalur tikungan keluar tol. Di momen itu, kendaraan disebut sempat oleng, lalu menghantam pembatas jalan.
Benturan keras bikin bus terguling miring dan rusak parah. Beberapa penumpang bahkan dilaporkan terpental, yang bikin dampak kecelakaannya makin fatal.
Korban Jiwa dan Penanganan Darurat
Tragisnya, 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia, sementara 19 orang lainnya luka-luka dengan kondisi beragam.
Korban yang selamat langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit, seperti:
- RS Panti Wilasa
- RS Columbia Asia
- RSUD dr Adhyatma
- RS Tugu Semarang
Tim medis bergerak cepat buat ngasih penanganan intensif sesuai kondisi masing-masing korban.
Evakuasi Dikebut Tim Gabungan
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, bilang kalau proses evakuasi dilakukan bareng-bareng sama banyak pihak—mulai dari SAR, Polri, Jasa Marga, PMI, sampai instansi terkait lainnya.
Fokus utama mereka adalah nyelametin korban dan ngamankan lalu lintas biar nggak makin chaos. Seluruh proses evakuasi selesai sekitar pukul 04.00 WIB.
Budiono juga ngingetin para pengguna jalan buat selalu waspada, nggak maksa nyetir pas capek, dan jaga jarak aman.
Sampai sekarang, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Polisi nggak cuma fokus ke soal kecepatan, tapi juga ngecek kondisi kendaraan, kelayakan armada, dan izin operasionalnya.
Publik jelas berharap hasil penyelidikan ini dibuka secara transparan, biar kejadian serupa nggak kejadian lagi di masa depan.
