Bikin RHK PPPK Paruh Waktu Nggak Ribet! Ini Contoh Siap Pakai untuk Operator, TU, Perpus, sampai Penjaga Sekolah. Menyusun Rencana Hasil Kerja (RHK) sering kali jadi momen yang bikin Tenaga Kependidikan (Tendik) PPPK Paruh Waktu garuk-garuk kepala.
Padahal, RHK adalah kunci utama dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) di aplikasi E-Kinerja BKN.
Tenang—RHK itu sebenarnya bukan momok. Justru, kalau disusun dengan tepat, RHK bisa jadi “peta jalan” kerja harian yang bikin tugas lebih terarah, terukur, dan tentunya mudah disetujui atasan.
Nah, artikel ini bakal ngebahas contoh RHK PPPK Paruh Waktu untuk formasi yang paling umum ditemui di sekolah:
Operator Layanan Operasional, Tata Usaha, Petugas Perpustakaan, dan Penjaga Sekolah.
🔑 Fondasi Wajib sebelum Menyusun RHK PPPK Paruh Waktu
Sebelum lompat ke contoh, ada beberapa prinsip penting yang wajib dipahami biar RHK kamu nggak ditolak:
- RHK harus sesuai tugas pokok dan fungsi jabatan
- Isinya mendukung RHK atasan langsung (kepala sekolah atau kepala TU)
- Target dibuat jelas, terukur, dan realistis
- Meski paruh waktu, kinerja tetap harus efektif dan berdampak
- Gunakan bahasa kerja, bukan bahasa mengambang
Kalau fondasi ini sudah aman, lanjut ke contoh di bawah 👇
💻 Contoh RHK Operator Layanan Operasional (Dapodik, TU, IT)
Fokus Utama: Data pendidikan, sistem informasi, dan layanan administrasi digital.
RHK Inti yang Bisa Digunakan:
- Data pokok pendidikan sekolah terkelola dengan akurat dan tepat waktu
Indikator: Jumlah pembaruan dan sinkronisasi data Dapodik per bulan/semester - Layanan administrasi operasional sekolah berjalan lancar
Indikator: Jumlah laporan BOS, RKAS, dan administrasi digital yang diselesaikan - Sarana TIK dan jaringan sekolah berfungsi optimal
Indikator: Persentase kelancaran akses internet dan kondisi perangkat
👉 RHK pendukung: membantu pelaksanaan ANBK/ujian berbasis komputer, pendataan PPDB, atau pengelolaan akun aplikasi sekolah.
🗂️ Contoh RHK Tenaga Administrasi (Tata Usaha)
Fokus Utama: Administrasi, persuratan, dan arsip sekolah.
RHK Utama:
- Dokumen administrasi sekolah tersusun rapi dan lengkap
Indikator: Jumlah dokumen kepegawaian, kesiswaan, dan inventaris - Pelayanan tata usaha berjalan cepat dan tepat
Indikator: Waktu penyelesaian surat masuk dan surat keluar - Arsip sekolah tertata sistematis sesuai klasifikasi
Indikator: Persentase dokumen yang terarsip rapi
👉 RHK tambahan: pendampingan kegiatan sekolah, pencatatan buku agenda, atau administrasi rapat.
📚 Contoh RHK Petugas Perpustakaan
Fokus Utama: Koleksi buku, layanan baca, dan kenyamanan perpustakaan.
RHK yang Relevan:
- Bahan pustaka terinventaris dan terdokumentasi dengan baik
Indikator: Jumlah buku yang dikatalogkan - Layanan peminjaman dan pengembalian berjalan tertib
Indikator: Jumlah peminjam dan kunjungan perpustakaan - Ruang perpustakaan rapi, bersih, dan nyaman
Indikator: Kondisi ruang perpustakaan
👉 Nilai plus: RHK literasi seperti pojok baca, sudut literasi kelas, atau display buku tematik.
🛡️ Contoh RHK Penjaga Sekolah
Fokus Utama: Keamanan, kebersihan, dan pemeliharaan lingkungan.
RHK Utama:
- Keamanan dan ketertiban sekolah terjaga
Indikator: Laporan keamanan harian/mingguan - Lingkungan sekolah bersih dan terawat
Indikator: Tingkat kebersihan area sekolah - Ruang kelas dan kantor terkunci serta dicek rutin
Indikator: Laporan pengecekan harian
👉 RHK pendukung: membantu persiapan acara sekolah atau penataan sarana prasarana.
📅 Periode SKP & Pendekatan Penilaian
- SKP PPPK Paruh Waktu umumnya dimulai 1 Januari 2026 atau sesuai SPMT
- Masa kontrak rata-rata 1 tahun
- Aplikasi E-Kinerja BKN menggunakan pendekatan kuantitatif
- Setiap RHK wajib punya target jumlah, mutu, dan waktu
✅ Tips Jitu Agar RHK Langsung Disetujui Atasan
- Pakai redaksi sesuai uraian jabatan resmi
- Selaraskan dengan program dan kebutuhan sekolah
- Gunakan kalimat aktif dan spesifik
- Hindari target yang terlalu umum dan susah diukur
- Lebih baik sedikit tapi realistis, daripada banyak tapi abstrak
RHK PPPK Paruh Waktu bukan sekadar formalitas. Kalau disusun dengan cerdas, RHK justru bikin kerja lebih jelas, penilaian lebih adil, dan proses SKP jadi lancar.
