Jakarta lagi rame banget ngomongin soal “raja e-commerce” asal China yang dulu sempat gaspol masuk Indonesia, tapi sekarang malah kayak kena karma global 😳 Yup, kita ngomongin soal Shein dan Temu.
Dulu mereka masuk RI dengan gaya pede banget, jual barang super murah sampe bikin orang mikir, “Ini kok bisa semurah ini sih?!” Tapi ya… belum juga lama, langsung kena blokir pemerintah. Sekarang? Di luar negeri pun lagi kena kasus hukum sana-sini. Waduh.
🚫 Kenapa Sih Mereka Diblokir di Indonesia?
Jadi gini bestie…
Pemerintah Indonesia waktu itu menilai model bisnis mereka bahaya banget buat UMKM lokal. Kenapa?
Karena mereka pakai skema langsung dari pabrik ke pembeli, tanpa distributor, tanpa toko, tanpa perantara. Jadi harganya bisa ditekan gila-gilaan. Kaos? Murah. Aksesoris? Murah. Barang rumah tangga? Murah banget.
Masalahnya:
- UMKM lokal nggak bisa saing harga.
- Produk dalam negeri bisa ketiban efek “perang harga”.
- Potensi pasar domestik dikuasai barang impor murah.
Akhirnya? Operasionalnya di Indonesia diblokir. Tamat dulu di sini.
🇪🇺 Eropa Ikut Geram, Uni Eropa Turun Tangan
Eh ternyata drama nggak cuma di RI.
Awal minggu ini, Uni Eropa resmi buka investigasi formal ke Shein. Ini bukan investigasi kaleng-kaleng ya, tapi pakai aturan super ketat bernama Digital Services Act (DSA).
Kenapa diselidiki?
🔎 Ada dugaan:
- Peredaran produk ilegal di platform.
- Desain aplikasi yang dianggap “adiktif”.
- Kurangnya transparansi algoritma.
Pejabat teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, bilang mereka mau cek apakah Shein benar-benar patuh aturan DSA atau nggak.
DSA ini intinya mau:
- Lindungi konsumen
- Bikin platform transparan
- Cegah manipulasi algoritma
- Jaga keamanan pengguna
Yang bikin makin panas, investigasi ini awalnya dipicu desakan dari pemerintah Prancis soal penjualan produk sensitif di platform Shein. Setelah ditekan, Shein akhirnya menghentikan penjualan produk tersebut secara global.
Kebayang nggak sih, satu platform fast fashion bisa bikin Uni Eropa turun tangan? Gede banget skalanya.
🌍 Temu Juga Kena di Afrika, Nigeria Buka Penyelidikan
Belum selesai drama Eropa, pindah lagi ke Afrika.
Pengawas data di Nigeria juga resmi nyelidikin Temu. Yang turun tangan adalah Komisi Perlindungan Data Nigeria.
Kepalanya, Vincent Olatunji, langsung perintahkan investigasi.
Yang dipermasalahkan apa?
📌 Dugaan pelanggaran:
- Pengawasan online
- Pengolahan data nggak transparan
- Transfer data lintas negara
- Pelanggaran prinsip minimalisasi data
FYI, Temu katanya menangani data sekitar 12,7 juta warga Nigeria dan punya sekitar 70 juta pengguna harian global. Itu bukan angka kecil loh. Kalau ada pelanggaran data, efeknya bisa masif banget.
Dan sampai berita ini naik, pihak Temu belum kasih komentar resmi. Hmmm… silent mode aktif 👀
📈 Kenapa Shein & Temu Jadi Sorotan Global?
Jujur aja, dua nama ini udah jadi simbol fenomena baru:
✨ Barang murah banget
✨ Diskon ekstrem
✨ Flash sale brutal
✨ Pengiriman lintas negara
Tapi di balik itu, muncul banyak kekhawatiran:
- Banjir produk China ke pasar global
- Tekanan ke produsen lokal
- Isu keberlanjutan & limbah fast fashion
- Privasi data pengguna
- Regulasi digital yang makin ketat
Apalagi Temu dimiliki oleh PDD Holdings dan terdaftar di Nasdaq. Artinya, ini bukan startup kecil. Ini pemain global serius.
💥 Jadi Ini Akhir Mereka?
Belum tentu.
Tapi jelas sekarang:
- Di Indonesia → Diblokir.
- Di Uni Eropa → Diinvestigasi resmi.
- Di Nigeria → Diselidiki soal data.
Buat platform yang lagi agresif ekspansi global, tekanan hukum kayak gini bisa jadi rem besar.
Pertanyaannya sekarang:
Apakah model “super murah langsung dari pabrik” ini bakal tetap bisa bertahan di tengah regulasi makin ketat dan isu perlindungan konsumen?
Atau ini awal dari era baru di mana e-commerce global nggak bisa lagi seenaknya main harga dan data?
Kita pantau bareng deh. Dunia digital lagi nggak kalem, guys. 😌
