Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Rabu 20 Mei 2026.
Kalender Liturgi hari Rabu 20 Mei 2026 adalah HARI RABU PASKAH VII, Perayaan fakultatif Santo Bernardinus dari Siena, Pengaku Iman, Santo Ivo, Uskup, dengan Warna Liturgi Putih.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Rabu 20 Mei 2026:
Bacaan Pertama: Kis 20:28-38
“Aku menyerahkan kamu kepada Tuhan yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu suatu bagian yang telah ditentukan.”
Dalam perpisahan dengan para penatua jemaat dari Efesus, Paulus berkata, “Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar supaya mengikut mereka.
Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan berkuasa pula menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan.
Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
Sesudah mengucapkan kata-kata itu, Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu, dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena Paulus katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 68:29-30.33-35a.35b.36c
Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!
Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Demi bait-Mu di Yerusalem raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu.
Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan, bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara, suara-Nya yang dahsyat! Akuilah kekuatan Allah.
Kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuatan-Nya di dalam awan-awan. Terpujilah Allah!
Bait Pengantar Injil Yoh 17:17b.a
Firman-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran.
Bacaan Injil: Yohanes 17:11b-19
“Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.”
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka, dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Rabu 20 Mei 2026
Renungan Harian Katolik — Rabu, 20 Mei 2026
Hari Rabu Paskah VII
Saudara-saudari terkasih, ada satu hal yang sangat menyentuh dalam bacaan hari ini: Yesus tidak meminta agar murid-murid-Nya dijauhkan dari dunia. Yesus justru meminta supaya mereka tetap hidup di tengah dunia, tetapi dilindungi dari yang jahat. Di situlah letak pergumulan hidup kita sebagai manusia beriman. Kita hidup di dunia yang penuh tuntutan, persaingan, tekanan, kekecewaan, dan kadang membuat hati mudah lelah. Namun Tuhan tidak pernah berniat membawa kita lari dari kenyataan hidup. Tuhan ingin kita tetap tinggal di tengah keluarga kita, pekerjaan kita, sekolah kita, lingkungan kita, sambil tetap menjaga hati agar tidak kehilangan arah.
Dalam Injil hari ini, Yesus berdoa dengan sangat dalam bagi para murid-Nya. Ini bukan doa yang jauh dan dingin. Ini doa seorang Guru yang mengasihi murid-murid-Nya seperti keluarga sendiri. Yesus tahu setelah Ia pergi, para murid akan menghadapi kebingungan, penolakan, bahkan penderitaan. Tetapi Yesus tidak meninggalkan mereka tanpa perlindungan. Ia menyerahkan mereka kepada Bapa. Ini menunjukkan bahwa kasih Tuhan tidak berhenti ketika kita memasuki masa sulit. Justru sering kali di saat paling berat, Tuhan sedang menjaga kita dengan cara yang tidak selalu langsung kita sadari.
Kadang kita merasa hidup sekarang terlalu keras untuk tetap setia pada Tuhan. Menjadi jujur sering dianggap bodoh. Menjadi baik kadang dimanfaatkan. Menjadi orang yang tulus sering disakiti. Banyak orang akhirnya memilih memakai “topeng” supaya diterima lingkungan. Di media sosial orang berlomba terlihat sempurna, padahal hatinya sepi. Di dalam keluarga ada yang tinggal serumah tetapi tidak saling mendengar. Ada orang yang terlihat tertawa setiap hari tetapi sebenarnya sedang memikul beban yang berat sendirian. Dunia hari ini perlahan membuat manusia kehilangan kedalaman hati.
Karena itu doa Yesus hari ini menjadi sangat relevan: “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” Kebenaran bukan sekadar teori agama. Kebenaran adalah hidup yang tidak palsu. Hati yang tidak munafik. Perkataan yang tidak melukai. Cara hidup yang tetap benar walau tidak dilihat siapa pun. Tuhan tahu manusia bisa jatuh, bisa lemah, bisa gagal. Tetapi Tuhan tidak ingin kita hidup dalam kepalsuan terus-menerus sampai hati kita mati rasa.
Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul juga memperlihatkan sisi kemanusiaan yang indah dari Santo Paulus. Ia bukan pemimpin yang hanya pandai berbicara. Ia menggembalakan dengan air mata, dengan pengorbanan, dengan kerja keras. Bahkan saat berpisah, semua menangis karena mereka merasakan kasih yang nyata. Paulus mengingatkan bahwa bahagia sejati bukan terletak pada menerima, tetapi memberi. Kalimat itu sederhana, tetapi sulit dijalani di zaman sekarang yang sering mengajarkan manusia untuk lebih banyak menuntut daripada mengasihi.
Hari ini Tuhan mengajak kita memeriksa diri: apakah kehadiran kita membawa ketenangan bagi orang lain, atau justru menambah luka? Apakah keluarga merasa diterima saat dekat dengan kita? Apakah kita masih punya waktu mendengar orang yang sedang sedih? Ataukah kita terlalu sibuk dengan diri sendiri? Menjadi murid Kristus bukan pertama-tama soal banyak bicara tentang agama, tetapi tentang menghadirkan kasih Tuhan dalam cara kita memperlakukan manusia lain.
Yesus tidak meminta kita menjadi manusia sempurna tanpa salah. Tetapi Yesus ingin kita tetap memiliki hati yang hidup, hati yang lembut, hati yang masih mampu peduli. Dunia mungkin akan terus berubah, tetapi manusia tetap membutuhkan kasih, pengertian, kejujuran, dan harapan. Dan semua itu bisa dimulai dari diri kita sendiri, dari hal-hal kecil setiap hari.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, jagalah hati kami di tengah dunia yang sering melelahkan dan membingungkan. Ajarlah kami tetap hidup dalam kebenaran, tulus mengasihi, dan tidak kehilangan iman saat menghadapi kesulitan. Semoga kehadiran kami membawa damai bagi keluarga, sahabat, dan siapa pun yang kami jumpai hari ini. Amin.
