Upaya nurunin angka stunting makin digas sama pemerintah. Biar makin nendang, semua strategi sekarang wajib berbasis data, biar program yang dikasih tidak cuma keren di atas kertas tapi juga sampai tepat ke orang yang benar-benar butuh. Nah, salah satu alat yang paling krusial di misi ini adalah Verval KRS, alias Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting.
TPK (Tim Pendamping Keluarga) yang tiap hari keliling lapangan butuh banget data yang lengkap dan terbaru. Verval KRS jadi fondasi supaya pemerintah bisa ngeliat kondisi keluarga secara nyata, bukan sekadar prediksi.
Data ini nyeritain keadaan kesehatan, lingkungan rumah, sampai detail risiko stunting di tiap keluarga. Dengan info yang rapi begitu, pendampingan bisa lebih fokus dan tidak buang waktu.
Selain itu, Verval KRS juga jadi jalur koordinasi dari pusat sampai desa. Karena datanya sama dan terstandardisasi, mudah buat dipantau, dinilai, dan diperbaiki.
Kenapa Verval KRS Jadi Kebutuhan Utama TPK?
TPK itu barisan depan dalam pencegahan stunting. Jadi wajar kalau mereka butuh data yang akurat, biar tindakan mereka bukan cuma nyatet, tapi benar-benar menghasilkan perubahan.
Contohnya, kalau TPK tahu kondisi gizi anak atau sanitasi keluarga, mereka bisa langsung nentuin intervensi yang pas. Bahkan lebih mudah lihat apakah sebuah keluarga butuh kunjungan lanjutan, konseling, atau rujukan ke fasilitas kesehatan.
Bisa dibilang, data ini adalah kompas TPK di lapangan.
1. Ngebantu Nentuin Sasaran Intervensi
Data Verval KRS bikin TPK bisa nyasar target dengan akurat. Mereka bisa lihat:
- Ibu hamil
- Baduta
- Balita
- Pasangan usia subur
- Keluarga yang punya risiko stunting
Jadi bukan asal-asalan atau berdasarkan feeling, semua sudah diverifikasi. Pendampingan pun lebih tepat dan fokus ke mereka yang paling butuh.
2. Bikin Keputusan di Lapangan Jadi Lebih Cepat
Data yang selalu update bikin TPK bisa langsung ambil tindakan. Misalnya ada perubahan status gizi anak atau kondisi kebersihan rumah, TPK bisa langsung nyusun strategi baru tanpa nunggu laporan yang lama.
Data yang jelas juga memudahkan:
- Menentukan prioritas kunjungan
- Ngasih rekomendasi intervensi
- Nyesuaikan tindakan sama kondisi terbaru keluarga
Keputusan berbasis data jauh lebih kuat dibanding ngandelin laporan lisan semata.
3. Update Kondisi Keluarga Berisiko
Verval KRS tidak hanya sekadar verifikasi, tapi juga pemutakhiran data secara real time. Setiap perubahan dicatat, misalnya:
- Ada kelahiran baduta
- Ada peningkatan fasilitas sanitasi
- Air minum jadi lebih layak
- Perilaku kesehatan keluarga makin baik
Dengan begini, database nasional soal stunting selalu fresh dan bisa dipakai untuk evaluasi di desa sampai tingkat pusat.
4. Bikin Faktor Risiko Lebih Kelihatan
Verval KRS tidak cuma fokus pada ibu dan anak. Lingkungan keluarga juga diintip, seperti:
- Kualitas air bersih
- Jamban sehat
- Perilaku pasangan usia subur
- Kondisi ekonomi
Semua ini bikin TPK punya pandangan lengkap, sehingga solusi bisa disesuaikan dengan realitas keluarga.
5. Naikin Akuntabilitas Program
Data Verval KRS jadi dasar untuk mengukur keberhasilan program pendampingan. Pemerintah daerah juga bisa ngecek intervensinya sudah tepat atau perlu diatur ulang.
Karena datanya valid dan berbasis temuan lapangan, transparansi publik makin kuat dan akuntabilitas program ikut naik.
Bagaimana TPK Ngelakuin Verval KRS?
Prosesnya dilakukan dengan datang langsung ke rumah keluarga sasaran. Biasanya melibatkan kader KB dan kader TP PKK yang memang lebih kenal lingkungan mereka.
Kalau keluarga masuk kategori sejahtera I atau II, rumah dan jamban wajib difoto sebagai bukti fisik. Jadi kategori risiko stunting tidak asal tebak.
Proses verifikasi mencakup:
- Cek data KRS
- Lihat kondisi rumah
- Verifikasi kondisi keluarga
- Nyocokin data sama formulir PK-25
- Rekam data pakai gawai
Tujuan Pelaksanaan Verval KRS
Tujuannya lumayan banyak, antara lain:
- Ngupdate data keluarga secara lengkap, termasuk data kependudukan dan Bangga Kencana
- Pastikan penerima bansos tepat sasaran
- Sediain data yang akurat buat intervensi daerah sampai pusat
- Ngecek agar tidak ada penyalahgunaan data
Hubungan PK-25 dan Verval KRS
Pendataan PK-25 itu data dasar keluarga Indonesia. Sedangkan Verval KRS tugasnya ngecek ulang apakah data itu masih relevan, terutama buat keluarga penerima bantuan.
Dua kegiatan ini saling melengkapi. PK-25 ngasih gambaran awal, Verval KRS memastikan kondisi terbaru keluarga sekaligus menentukan apakah mereka masih masuk kategori berisiko stunting atau tidak.
Secara keseluruhan, manfaat data Verval KRS buat TPK besar banget. Mulai dari nentuin target pendampingan, ngupdate kondisi keluarga, sampai lihat risiko secara menyeluruh.
Dan karena dilakukan langsung ke rumah warga, datanya benar-benar nyata dan bisa diandalkan.
