Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 20 April 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Yohanes 6:22-29

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Senin 20 April 2026.

Kalender Liturgi hari Senin 20 April 2026 adalah Hari Biasa Pekan III Paskah, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Senin 20 April 2026:

Bacaan Pertama: Kis. 6:8-15

Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.

Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini—anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria—bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.

Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.

Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata: “Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat, sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.”

Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 119:23-24,26-27,29-30

Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.

Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku—ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu. Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Bacaan Injil: Yohanes 6:22-29

Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.

Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.

Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026

Saudara-saudari terkasih,

hari ini Sabda Tuhan mengajak kita masuk ke dalam sebuah kejujuran yang seringkali tidak mudah: mengapa sebenarnya kita mencari Tuhan?

Dalam Injil, orang banyak berusaha menemukan Yesus. Mereka bahkan rela menyeberang dan mencari-Nya sampai ke Kapernaum. Sepintas terlihat seperti iman yang luar biasa. Namun Yesus langsung menyingkap isi hati mereka: mereka mencari Dia bukan karena mengerti tanda-tanda, melainkan karena mereka kenyang oleh roti. Ada motivasi yang tersembunyi, ada kebutuhan yang terpenuhi, tetapi belum tentu ada iman yang sungguh.

Bukankah ini sangat dekat dengan hidup kita sekarang? Kita datang berdoa ketika butuh, kita ingat Tuhan ketika terdesak, kita rajin mendekat saat ada masalah. Tetapi ketika hidup berjalan lancar, sering kali hati kita menjauh. Kita mencari Tuhan, tetapi kadang lebih karena apa yang bisa kita terima, bukan karena siapa Dia sebenarnya.

Yesus tidak menolak mereka. Ia justru mengarahkan mereka kepada sesuatu yang lebih dalam: “Bekerjalah untuk makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal.” Ini bukan soal kerja fisik, tetapi tentang arah hidup. Apa yang kita kejar setiap hari? Uang, pengakuan, kenyamanan, atau relasi yang benar dengan Tuhan?

Di sinilah Bacaan Pertama memberi kita contoh nyata melalui Stefanus. Ia tidak mencari keuntungan duniawi. Ia hidup dalam kebenaran, bahkan ketika difitnah dan diserang. Wajahnya tetap damai, seperti malaikat. Mengapa? Karena hidupnya tidak bergantung pada penilaian manusia, tetapi pada Tuhan. Ia sudah “kenyang” oleh kebenaran, bukan oleh hal-hal sementara.

Yesus kemudian menjawab pertanyaan paling penting: apa yang harus kita lakukan agar hidup kita sesuai dengan kehendak Allah? Jawabannya sederhana, tetapi sangat dalam: percaya kepada Dia yang diutus Allah.

Percaya di sini bukan sekadar tahu atau mengakui, tetapi menyerahkan hidup. Percaya berarti tetap setia walau tidak selalu mendapat “roti” yang kita inginkan. Percaya berarti tetap berjalan bersama Tuhan, bahkan saat hidup terasa tidak mudah. Percaya berarti menjadikan Tuhan tujuan, bukan sekadar sarana.

Saudara-saudari, hari ini kita diajak untuk melihat kembali arah hati kita. Apakah kita hanya mencari Tuhan saat membutuhkan sesuatu, atau kita sungguh rindu hidup bersama-Nya setiap hari? Apakah kita masih mengejar “makanan yang fana”, atau kita mulai belajar menginginkan yang kekal?

Tuhan tidak menolak kebutuhan kita. Ia tahu kita butuh makan, butuh hidup layak, butuh pertolongan. Tetapi Ia mengajak kita melangkah lebih jauh: jangan berhenti pada berkat, tetapi masuklah dalam relasi dengan Sang Pemberi berkat.

Semoga kita belajar seperti Stefanus, yang tetap teguh dalam iman, dan seperti murid sejati, yang tidak hanya mencari Tuhan karena kebutuhan, tetapi karena cinta. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami mencari Engkau dengan hati yang tulus, bukan hanya karena kebutuhan kami. Bentuklah iman kami agar tetap setia dalam segala keadaan. Berilah kami kekuatan untuk percaya dan hidup dalam kebenaran-Mu, sehingga hidup kami berakar pada hal yang kekal dan berkenan di hadapan-Mu setiap hari. Amin.

 

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Hindari Spam dan Gangguan, Begini Cara Menyembunyikan Nomor WhatsApp Secara Praktis

Pengen lebih “low profile” di dunia chat? Tenang, sekarang lo bisa bikin nomor HP tetap aman tanpa harus ribet...

More Articles Like This

Favorite Post